--- In [email protected], Abdillah <dariutara@...> wrote:
> Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
> Ikhwah sekalian....
> Saya mohon infonya tentang masalah perbudakan, terkait dengan
> pemberitaan gencar tentang Saudi.... benarkah disana masih ada
> perbudakan?
> Mungkin ada diantara ikhwah sekalian yang tahu tentang permasalahan
> itu, mohon kiranya dishare... atau ada ikhwah yang lama tinggal
> disana... bisa menjelaskan permasalahan ini...
> Terimakasih...
> Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
> Abdillah Majid

Waalaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Menurut ilmu yg saya punya, perbudakan dalam islam HANYA boleh didapat dari 
peperangan. Setiap tawanan perang baik laki-laki maupun perempuan yang ditawan 
maka akan jadi budak.

Nah, persoalan di Saudi ada perbudakan, saya belum pernah mendengarkannya. 
Mungkin itu hanyalah suatu istilah dari (media/sebagian masyarakat) terhadap 
beratnya suatu pekerjaan yang diderita oleh para tkw dan sikap kasarnya oknum 
majikan terhadap pembantunya. Wallahu a'lam

Sekian, mohon maaf apabila ada kesalahan.

Penjelasan mengenai perbudakan, silakan baca di almanhaj.

SIKAP ISLAM TERHADAP PERBUDAKAN
Oleh
Syaikh Abdullah Ali Bassam dan Syaikh Abu Bakar al-Jazairi
http://almanhaj.or.id/content/3062/slash/0

...
Sebenarnya perbudakan dahulu telah tersebar ke seluruh penjuru dunia/bumi, 
tidak hanya pada zaman Islam. Bangsa Romawi, Persia, Babilonia, dan Yunani, 
seluruhnya mengenal perbudakan. Dan para tokoh Yunani, seperti Plato dan 
Aristoteles pun hanya mendiamkan tindakan ini. Bahkan mereka memiliki banyak 
sebab untuk memperbudak seseorang seperti adanya perang, tawanan, penculikan 
atau karena menjadi pencuri. Tidak hanya itu, mereka pun menjual anak-anak yang 
menjadi tanggungan mereka untuk dijadikan budak, bahkan sebagian mereka 
menganggap para petani sebagai budak belian.

Mereka memandang hina terhadap para budak, karena itu para budak diperkerjakan 
untuk mengurusi pekerjaan-pekerjaan kotor dan berat. Dan karena itu pula 
Aristoteles menganggap para budak hidupnya tidak kekal di akherat, baik mereka 
di Surga atau di Neraka, jadi para budak tidak bedanya dengan hewan. FirÂ’aun 
pun memperbudak Bani Israil dengan perlakuan yang paling keji, sehingga dengan 
tega ia membunuh anak laki-laki Bani Israil dan membiarkan hidup anak-anak 
perempuan mereka. Orang-orang Eropa pun ketika menemukan benua Amerika, mereka 
memberikan sikap yang paling buruk terhadap penduduk asli. Inilah perbudakan, 
sebab, pengaruh dan bentuknya di dalam ajaran selain Islam. Contoh yang baru 
saja kami sampaikan baru sedikit dari sekian banyak perlakuan keji merek kepada 
para budak.

... lengkapnya baca di almanhaj....


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke