From: [email protected]
Date: Sun, 21 Aug 2011 13:21:10 +0000
Saya punya teman kuliah di Teknik Sipil UGM Yogya dan berprofesi sebagai dosen.
Teman saya ini sudah meninggal beberapa minggu yang lalu karena suatu penyakit 
yang dideritanya sudah lama.
Setelah di sholatkan di masjid, jasadnya tidak dikubur seperti lazimnya. Karena 
si mayit sudah pesan sebelumnya, maka jasad tersebut diserahkan ke Fakultas 
Kedokteran untuk praktikum. Tidak hanya bagian saja tapi seluruh jasad. Katanya 
nantinya istrinya yang juga dosen akan mengikuti jejak suaminya ini.

Yang jadi pertanyaan saya, bagaimana hukumnya menurut agama kita ?
Syukron
Hilmy
Sent from A.Y. HILMY's BlackBerry®

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Manusia dikuburkan di tanah. Allah berfirman:

أَلَمْ نَجْعَلِ اْلأَرْضَ كِفَاتًا أَحْيَآءً وَأَمْوَاتًا

Bukankah telah Kami jadikan tanah sebagai pelindung bagi kalian. Dalam keadaan 
hidup dan mati. [Al Mursalat:25, 26]

ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَهُ

Kemudian Allah mematikan dan menguburkannya. ['Abasa:21]

Disunnahkan untuk mengubur mayat di kuburan. Karena Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam dahulu mengubur para sahabatnya di kuburan baqi'. Dan tidak 
pernah dinukil dari seorang pun dari salaf bahwa Beliau Shallallahu 'alaihi wa 
sallam mengubur seseorang di selain kuburan, kecuali sesuatu yang telah 
mutawatir bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dikubur di kamarnya.

Selengkapnya baca di http://almanhaj.or.id/content/3071/slash/0

Adapun pembedahan mayat untuk tujuan praktikum atau pembelajaran, Lajnah Daimah 
Lil Buhutsil Ilmiyah Wal Ifta' menjelaskan :

Sedangkan berkenaan dengan tujuan yang ketiga, yaitu membedah untuk tujuan 
pembelajaran, maka menilik kepada tujuan syari’at yang datang untuk tujuan 
mewujudkan kemaslahatan dan memperbanyaknya, untuk menolak kerusakan serta 
meminimalisir ; (juga Islam membawa kaidah, Pent) boleh melakukan dosa yang 
lebih kecil untuk menghindari dosa yang lebih besar; (juga kaidah, Pent.) jika 
ada beberapa maslahat saling berlawanan, maka yang diambil adalah yang terbesar 
manfaatnya; serta menimbang bahwa membedah binatang-binatang lain selain 
manusia, tidak bisa mewakili pembedahan manusia; juga menimbang bahwa dalam 
membedah manusia terdapat banyak manfaat yang nampak pada kemajuan ilmu 
kedokteran dengan berbagai tinjauannya. Maka, majelis memutuskan boleh membedah 
jenazah manusia secara umum. Hanya saja (perlu) menimbang:

1. Perhatian syari’at Islam terhadap kehormatan seorang muslim yang sudah 
meninggal, sama dengan perhatiannya terhadap kehormatannya ketika masih hidup, 
berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu 
Maajah, dari Aisyah Radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa 
sallam bersabda:

كَسْرُ عظمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِِهِ حَيَّا

Memecahkan tulang mayit sama seperti memecahkannya ketika hidupnya.

2. Bahwa pembedahan itu mengandung unsur penghinaan terhadap jenazah muslim. 
3. Bahwasanya alasan dharurat sudah hilang dengan tercapainya tujuan melalui 
pembedahan jenazah yang tidak ma’shum.

Maka majelis memandang cukup dengan jenazah-jenazah seperti ini dan tidak 
melirik jenazah-jenazah yang ma’shum.

Selengkapnya baca http://almanhaj.or.id/content/1310/slash/0

Penjelasan :
"Maka majelis memandang cukup dengan jenazah-jenazah seperti ini dan tidak 
melirik jenazah-jenazah yang ma’shum".

Maksudnya jenazah yang boleh dijadikan praktikum (pembelajaran) adalah jenazah 
yang tidak ma'shum, sedangkan jenazah yang ma'shum (yang diharamkan untuk 
dibunuh ketika masih hidupnya, kecuali dengan alasan yang hak, Pent.)tidak 
perlu meliriknya.

Wallahu a'lam


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke