2011/8/24 Joy Rizki PD <[email protected]>

>  Maka demikian pula
> makanan produksi *kaum muslimin Indonesia*
> sebetulnya hukum asalnya haram
> kecuali yg jelas halal
>
maksud antum mungkin "makanan produksi negeri kafir"?

-ridwan-


2011/8/24 Joy Rizki PD <[email protected]>

> **
>
>
> Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
>
> Izin menyumbang saran
>
> Pertama
> =======
> Asal dari semua makanan adalah boleh dan halal
> sampai ada dalil yang menyatakan haramnya.
>
> Allah -Ta'ala- berfirman:
> "Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu".
> (QS. Al-Baqarah: 29)
>
> Ayat ini menunjukkan bahwa segala sesuatu -termasuk makanan-
> yang ada di bumi adalah nikmat dari Allah,
> maka ini menunjukkan bahwa hukum asalnya adalah halal dan boleh,
> karena Allah tidaklah memberikan nikmat kecuali yang halal dan baik.
>
> Dalam ayat yang lain:
> "Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya
> atasmu,
> kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya".
> (QS. Al-An'am: 119)
>
> Maka semua makanan yang tidak ada pengharamannya dalam syari'at
> berarti adalah halal
> [Majmu' Fatawa Ibni Taimiyah (21/535)].
>
> Kedua
> =====
> Asal makanan kaum muslimin adalah halal,
> tanpa perlu kita pertanyakan lagi kehalalannya
> kecuali jelas bagi kita adanya zat yang haram
>
> Ketiga
> ======
> Indonesia adalah negara Islam
> dengan penduduk muslim terbesar sedunia
> dari 228 juta manusia, 86% atau 196 juta adalah muslim
> maka hukum asalah makanan mereka adalah halal
>
> Apakah ketika kita diundang makan ketetangga muslim
> atau kerumah teman, atau kerumah sepupu jauh
> kemudian sebelum memasukan makanan kemulut
> kita bertanya:
> "Apakah ini makanan halal?"
> "Apakah ini sudah diberi label halal MUI?"
> "Ini bukan makanan haram kan?"
>
> Insya Allah tidak demikian
> karena tentu saja akan memberatkan semua orang
>
> Maka demikian pula
> makanan produksi kaum muslimin Indonesia
> sebetulnya hukum asalnya haram
> kecuali yg jelas halal
>
> Maka saran saya
> sebaiknya untuk makanan produk dalam negeri
> MUI bukan memberi label Halal
> (karena hukum asal makanan muslimin adalah halal)
> tetapi MUI memberi labeb Haram
> untuk produk2 yg jelas haram
>
> Sedangkan untuk makanan import dari negeri kafir
> barulah MUI memberi label Halal bagi yg memang halal
> karena umumnya makanan mereka haram
>
> Kepada pertanyaan antum:
> Kalau makanan itu produk yg terbungkus rapi
> antum bisa cek kandungannya
> jika jelas tidak tercantum zat yang haram
> maka jelas itu halal
> (bagaimana kita bisa mengharamkan makanan
> yg jelas tidak mengandung zat haram?)
> walaupun MUI tidak (sempat?) melabeli halal
> (karena masalah izin, registrasi dll)
>
> Dan makanan halal boleh dimakan, disedekahkan
> dihadiahkan dan disumbangkan
>
> Sedangakn yg haram, antum buang saja
> jangan diberikan walaupun kepada orang kafir
> kecuali kepada binatang, Wallahu'alam
>
> Wassalamu'alaykum warahmatullah
>

Kirim email ke