From: [email protected]
Date: Thu, 24 Nov 2011 03:05:34 -0800





Assalamu'alaikum

Bagaimana hukumnya seorang istri safar tanpa ditemani suaminya? Apa hukum safar 
dengan mahram?

Jazakumulloh khoiron
>>>>>>>>>>>>>>>
 
Penjelasan masalah safar, silakan klik dan baca dibawah ini.
ETIKA SAFAR http://almanhaj.or.id/content/3004/slash/0
HUKUM SAFAR BAGI WANITA TANPA MAHRAM http://almanhaj.or.id/content/2848/slash/0
HUKUM SAFAR BAGI WANITA DAN SYUBHATNYA 
http://almanhaj.or.id/content/2849/slash/0
 
HADITS-HADITS TENTANG LARANGAN WANITA SAFAR TANPA MAHROM
1. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Nabi Shallallahu 'alaihi wa 
sallam bersabda:

لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ وَلاَ يَدْخُلُ عَلَيْهَا 
رَجُلٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي 
أُرِيدُ أَنْ أَخْرُجَ فِي جَيْشِ كَذَا وَكَذَا وَامْرَأَتِي تُرِيدُ الْحَجَّ 
فَقَالَ اخْرُجْ مَعَهَا 

"Janganlah wanita safar (bepergian jauh) kecuali bersama dengan mahromnya, dan 
janganlah seorang (laki-laki) menemuinya melainkan wanita itu disertai 
mahromnya. Maka seseorang berkata: “Wahai rasulullah n sesungguhnya aku ingin 
pergi mengikuti perang anu dan anu, sedangkan istriku ingin menunaikan ibadah 
haji.” Beliau bersabda: “Keluarlah (pergilah berhaji) bersamanya (istrimu)". 
[HSR. Imam Bukhari (Fathul Baari IV/172), Muslim (hal. 978) dan Ahmad I/222 dan 
246]

2. Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
bersabda:

لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ ثَلاَثًا إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ 

"Janganlah seorang wanita safar sejauh tiga hari (perjalanan) melainkan bersama 
dengan mahramnya". [HSR. Imam Bukhari (1087), Muslim (hal. 970) dan Ahmad 
II/13; 19; 142-143; 182 dan Abu Daud]

3. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata: Nabi Shallallahu 'alaihi wa 
sallam bersabda:

لاَ يَحِلُّ لامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ 
مَسِيرَةَ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لَيْسَ مَعَهَا حُرْمَةٌ 

"Tidak halal (boleh) bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari 
akhir safar sejauh sehari semalam (perjalanan) dengan tanpa mahram (yang 
menyertainya)". [HSR. Imam Bukhari (Fathul Baari II/566), Muslim (hal. 487) dan 
Ahmad II/437; 445; 493; dan 506]

4. Dari Qaz’ah maula Ziyaad berkata: "Aku mendengar Abu Sa’id (Al-Khudry 
Radhiyallahu 'anhu), yang telah mengikuti dua belas peperangan bersama Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam, berkata: “Empat perkara yang aku dengar dari 
rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang membuat aku takjub dan kagum, 
yaitu: “Janganlah seorang wanita safar sejauh dua hari (perjalanan) tanpa 
disertai suami atau mahramnya, janganlah berpuasa pada dua hari Idul Fitri dan 
Idul Adlha, janganlah sholat setelah mengerjakan dua sholat yaitu setelah 
sholat Ashar sampai tenggelam matahari dan setelah sholat Subuh sampai terbit 
matahari, dan janganlah bepergian jauh kecuali menuju tiga masjid: masjidil 
Haram, masjidku (masjid nabawi) dan masjidil Aqsho." [HSR. Imam Bukhari (Fathul 
Baari IV/73), Muslim (hal. 976) dan Ahmad III/34 dan 45]
 
Wallahu 'alam



                                          

Kirim email ke