Mengenai saran ukhti annisa untuk tidak berobat kepada praktisi pengobatan yg 
tidak memiliki basic ilmu kedokteran, Al-'Allamah Al-Faqih Syeikh Muhammad ibn 
Soleh Al-'Utsaimin Rahimahulloh pernah menberikan ceramah di hadapan para 
dokter di kota jeddah pada tanggal 14 Jumadil Akhir 1421 H, dan salah satu 
masalah yg dibahas adalah pengobatan oleh orang yg tidak belajar teori 
kedokteran.

Syeikh menjelaskan bahwasanya obat-obatan (pengobatan) penyakit jasmani ada 2:
 
1. Obat (pengobatan) yg didapatkan manusia dr jalan syariat (obat syar'i) 
contohnya madu, habbatussauda, kam'ah (cendawan),  Dan seluruh obat syar'i ini 
adalah perkara yg bisa diterima akan kemampuannya mengobati penyakit, wajib 
bagi kita untuk mengimaninya karena obat2 syar'i tsb datang dr sisi Allah.
 
2. Obat (pengobatan) yg didapatkan manusia dr jalan uji coba (pengalaman), 
jenis obat ini banyak sekali, bahkan sekarang muncul obat-obatan dr orang yg 
tidak belajar teori kedokteran, mereka mendapatkannya dari hasil pengalaman, 
tapi obat-obatan mereka lebih baik dibandingkan obat-obatan steril yg diolah 
secara higienis Syeikh menegaskan "Kita tidak boleh mengingkari pernyataan ini 
, tidak boleh!!" banyak kita mendengar dr media tentang penemuan2 obat yg 
berasal dari tanaman2 dan rerumputan yg belum pernah dibuat sebelumnya, tapi 
ternyata pengaruhnya lebih kuat dr obat-obatan yg ada. Semua ini (tentunya) dg 
takdir dr Allah , Karena Nabi telah bersabda bahwa" Tidaklah Allah menurunkan 
suatu penyakit, kecuali pasti akan menurunkan obatnya pula, akan tahu orang yg 
mengetahuinya dan tidak tahu orang yg tidak mengetahuinya
 
oleh karena itu kadang2 kesembuhan penyakit tertentu bisa diperoleh dg 
menggunakan obat yg tidak biasa digunakan untuk mengobati penyakit tsb. yg 
dimana hal ini terjadi secara tiba2
 
kejadian (semacam) ini masuk kedalam sabda nabi... tidak tahu orang yg tidak 
mengetahuinya  tapi yakinlah bahwa hal ini terjadi dg takdir Allah, Dialah yg 
menurunkan penyakit itu dan menurunkan pula obatnya, dan terkadang Dia 
menghilangkan penyakit itu dg tanpa sebab apapun juga, karena Allah Maha Kuasa 
atas segala sesuatu
 
 
untuk lebih jelasnya silahkan lihat vcd muhadarah beliau yg sudah diterjemahkan 
ke dalam bahasa indonesia dengan judul "Dialog Para Dokter" yg didistribusikan 
oleh Daar Ibn Hazm yogyakarta atau bisa lihat di youtube dg link berikut 
http://www.youtube.com/watch?v=Ixq7Wwk91cM
 
 
--- On Fri, 12/16/11, [email protected] <[email protected]> 
wrote:


From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [assunnah] OOT : Tanya: Pijat/urut Patah Tulang.
To: "as sunnah" <[email protected]>
Date: Friday, December 16, 2011, 10:44 PM



 



Bismillahirrohmanirrohim
Wa'alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh

Apakah maksudnya utk berobat?

Kalau ya, saya ingin share,
Saya tdk menganjurkan berobat di tukang urut/pijat, karena beliau-beliau 
tersebut tdk mempunyai evidence based medicine/bukti shahih yg menjadi pegangan 
dalam menyembuhkan.
Sehingga kemungkinan utk salah manipulasi tulang akan besar.

Pengalaman saja tanpa ilmu tidak bisa dijadikan patokan, krn setiap individu 
itu berbeda kasus, kondisi tubuh, dan penyulitnya.

Saya menyarankan ke dokter umum dahulu, apa sebenarnya sakitnya, jika memang 
ada masalah tulang dan memang perlu penanganan dokter ortopedi akan 
dirujuk/minta dirujuk.

Semoga lekas sembuh.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: "aidin alaik" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 15 Dec 2011 05:52:57 -0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: [assunnah] OOT : Tanya: Pijat/urut Patah Tulang.

 

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, ashshalaatu wassallamu 'ala rasulillah.

Ayyuhal ikhwah,..
1. Bagaimana hukum pengobatan pada urut/pijat patah tulang? misal: cimande?
2. Diantara sekian banyak pilihan tukang urut/pijat tsb, jika ada yang mubah 
(tidak mengandung kesyirikan di dalamnya), di mana urut patah tulang yg 
rekomended?

Jazakumullahu khayran.
Silakan japri atau SMS 0813.91.81.71.76
sangat ditunggu bantuan ikhwan dan akhowat.






Kirim email ke