Bismillah,, Terima kasih masukannya akh, Maksud saya bukan menutup diri dgn ilmu pengobatan selain kedokteran, melainkan,, Menjadi PR para cendikiawan muslim utk mengembangkan thibbunnabawi yg sesuai dgn sunnah.
Misalnya pengobatan dengan madu untuk luka kaki diabetes/paska operasi,, sebagai wound dressing. Sdh dipraktikkan. Namun, tidak semua luka dipakaikan madu, kalau salah menempatkan madu sbg pengobatan, luka malah tidak kering-kering dan tidak kunjung sembuh. Demikian adalah contohnya akh, dengan kesimpulan, kita harus tau bahwa pengobatan yg kita lakukan benar cocok untuk karakteristik penyakit yg dialami. Mengenai patah tulang dengan atau tanpa luka, banyak sekali kejadian patah tulang salah diterapi oleh ahli urut/pijat shg ketika ke dokter keadaannya sdh lebih jelek, misalnya infeksi meluas, bahkan harus diamputasi karena terlalu kencang membebat. Kejadian ini saya alami sendiri akh, shg bukan kabar yg dilebih2kan, bahkan di jakarta yg banyak terdapat centre kesehatan. Sungguh sedih bukan jika amputasi itu bisa dihindari dan merupakan kelalaian pengobatannya belum terstandardisasi. Walaupun mungkin, org yg melakukannya tidak bermaksud sama sekali. Saya sendiri sekarang mencari kajian yg membahas hadits-hadits ttg pengobatan,, dengan uraiannya sesuai pemahaman salafusshalih, adakah? Brgkali ada yg bs infokan ke kita semua di milis ini? Jazakumullahu khoiron Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Mohamad Sidiqi <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 21 Dec 2011 15:09:08 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [assunnah] OOT : Tanya: Pijat/urut Patah Tulang. Mengenai saran ukhti annisa untuk tidak berobat kepada praktisi pengobatan yg tidak memiliki basic ilmu kedokteran, Al-'Allamah Al-Faqih Syeikh Muhammad ibn Soleh Al-'Utsaimin Rahimahulloh pernah menberikan ceramah di hadapan para dokter di kota jeddah pada tanggal 14 Jumadil Akhir 1421 H, dan salah satu masalah yg dibahas adalah pengobatan oleh orang yg tidak belajar teori kedokteran. Syeikh menjelaskan bahwasanya obat-obatan (pengobatan) penyakit jasmani ada 2: 1. Obat (pengobatan) yg didapatkan manusia dr jalan syariat (obat syar'i) contohnya madu, habbatussauda, kam'ah (cendawan), Dan seluruh obat syar'i ini adalah perkara yg bisa diterima akan kemampuannya mengobati penyakit, wajib bagi kita untuk mengimaninya karena obat2 syar'i tsb datang dr sisi Allah. 2. Obat (pengobatan) yg didapatkan manusia dr jalan uji coba (pengalaman), jenis obat ini banyak sekali, bahkan sekarang muncul obat-obatan dr orang yg tidak belajar teori kedokteran, mereka mendapatkannya dari hasil pengalaman, tapi obat-obatan mereka lebih baik dibandingkan obat-obatan steril yg diolah secara higienis Syeikh menegaskan "Kita tidak boleh mengingkari pernyataan ini , tidak boleh!!" banyak kita mendengar dr media tentang penemuan2 obat yg berasal dari tanaman2 dan rerumputan yg belum pernah dibuat sebelumnya, tapi ternyata pengaruhnya lebih kuat dr obat-obatan yg ada. Semua ini (tentunya) dg takdir dr Allah , Karena Nabi telah bersabda bahwa" Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, kecuali pasti akan menurunkan obatnya pula, akan tahu orang yg mengetahuinya dan tidak tahu orang yg tidak mengetahuinya oleh karena itu kadang2 kesembuhan penyakit tertentu bisa diperoleh dg menggunakan obat yg tidak biasa digunakan untuk mengobati penyakit tsb. yg dimana hal ini terjadi secara tiba2 kejadian (semacam) ini masuk kedalam sabda nabi... tidak tahu orang yg tidak mengetahuinya tapi yakinlah bahwa hal ini terjadi dg takdir Allah, Dialah yg menurunkan penyakit itu dan menurunkan pula obatnya, dan terkadang Dia menghilangkan penyakit itu dg tanpa sebab apapun juga, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu untuk lebih jelasnya silahkan lihat vcd muhadarah beliau yg sudah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia dengan judul "Dialog Para Dokter" yg didistribusikan oleh Daar Ibn Hazm yogyakarta atau bisa lihat di youtube dg link berikut http://www.youtube.com/watch?v=Ixq7Wwk91cM --- On Fri, 12/16/11, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [assunnah] OOT : Tanya: Pijat/urut Patah Tulang. To: "as sunnah" <[email protected]> Date: Friday, December 16, 2011, 10:44 PM Bismillahirrohmanirrohim Wa'alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh Apakah maksudnya utk berobat? Kalau ya, saya ingin share, Saya tdk menganjurkan berobat di tukang urut/pijat, karena beliau-beliau tersebut tdk mempunyai evidence based medicine/bukti shahih yg menjadi pegangan dalam menyembuhkan. Sehingga kemungkinan utk salah manipulasi tulang akan besar. Pengalaman saja tanpa ilmu tidak bisa dijadikan patokan, krn setiap individu itu berbeda kasus, kondisi tubuh, dan penyulitnya. Saya menyarankan ke dokter umum dahulu, apa sebenarnya sakitnya, jika memang ada masalah tulang dan memang perlu penanganan dokter ortopedi akan dirujuk/minta dirujuk. Semoga lekas sembuh. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: "aidin alaik" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 15 Dec 2011 05:52:57 -0000 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [assunnah] OOT : Tanya: Pijat/urut Patah Tulang. Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, ashshalaatu wassallamu 'ala rasulillah. Ayyuhal ikhwah,.. 1. Bagaimana hukum pengobatan pada urut/pijat patah tulang? misal: cimande? 2. Diantara sekian banyak pilihan tukang urut/pijat tsb, jika ada yang mubah (tidak mengandung kesyirikan di dalamnya), di mana urut patah tulang yg rekomended? Jazakumullahu khayran. Silakan japri atau SMS 0813.91.81.71.76 sangat ditunggu bantuan ikhwan dan akhowat.
