Betul Akh, dalam jangka panajng pemakaian msg bisa bikin tumor, bahkan alegi. 
Yang saya perhatikan jika alergi muncul maka akan membuatĀ  panas pada empedu. 
dan ini membuat empedu menajdi panas dan penderitanya aknmudah ereksi.. danini 
memubat akanmuncul gangguan seksual di masa akndatang. hal i termasuk pada 
reaksi alergi maupun kecurigaan saya pada intoleransi laktosa susu sapi. 

--- On Mon, 3/26/12, Andy Prihatmoko <[email protected]> wrote:

From: Andy Prihatmoko <[email protected]>
Subject: Re: [assunnah] Penyedap Rasa [MSG] Bisa Tidak Halal?
To: [email protected]
Date: Monday, March 26, 2012, 10:13 PM

Saya ikut berkomentar, sayangnya belum ada alat ukur yang pasti (atau kah sudah 
ada tapi saya belum tahu?) apakah kandungan MSG di dalam tubuh kita sudah 
melewati ambang batas atau belum, kecuali jika sudah mudah terkena penyakit 
berkaitan dengan MSG ini seperti migran hingga vertigo, radang kerongkongan, 
sampai yang terparah tumor hingga kanker, baru lah pantang MSG atas saran 
dokter.

Masakan di rumah sudah dibuat oleh sang istri tanpa MSG dengan perpaduan 
gula-garam yang tepat atau dengan kemiri, tapi bagaimana dengan jajanan si 
suami di luar apakah takaran MSG sudah sesuai atau tidak oleh penjual makanan. 
Belum lagi si anak, sudah dibuatkan bekal ke sekolah tetap saja beli/dikasih 
snack ber-MSG karena pengaruh teman sekolahnya yang beli di kantin.

Andy
Sent from my BlackBerry? via Smart 1x / EVDO Network. Smart.Hebat.Hemat.


-----Original Message-----
From: "Agus Wahyu Sudarmaji" <[email protected]>
Date: Mon, 26 Mar 2012 14:26:36
Subject: [assunnah] Penyedap Rasa [MSG] Bisa Tidak Halal?

Penyedap Rasa Bisa Tidak Halal?

Assalamu'alaikum
Pak Anton, saya ingin bertanya mengenai penyedap rasa berupa vetsin ataupun MSG 
lainnya. Apa sih sebenarnya yang menjadi bahan dasar pembuat penyedap tersebut? 
Mengapa beberapa waktu yang lalu sempat heboh dengan adanya kasus penyedap 
tidak halal? Saya juga mendapat informasi melalui bacaan maupun seminar 
kesehatan bahwa MSG dapat berakibat buruk pada kesehatan, misalnya menyebabkan 
sakit kepala (sindrom rumah makan cina), apakah benar? Apa penyebabnya?
Di rumah, ibu kami sangat senang memasak dengan menggunakan MSG, kurang sedap 
katanya kalau tidak pakai. Mengingat sisi negatif MSG tersbut, apakah ada bahan 
pengganti bagi MSG supaya masakan bisa tetap sedap?
Terima kasih atas penjelasannya.
Nani, Jakarta

Jawaban:

Wa'alaikumsalam Wr. Wb.
Vetsin seperti MSG dan sejenisnya biasanya dibuat dengan cara fermentasi yaitu 
dengan memanfaatkan mikroorganisme yang mampu mengubah bahan baku (substrat) 
menjadi asam glutamat (dalam kasus pembuatan MSG). Asam glutamat ini kemudian 
diubah menjadi mono sodium glutamat (MSG) dengan cara kimia. Mula-mula 
mikroorganisme (disebut juga dengan starter) yang khusus dapat menghasilkan 
asam glutamat diaktifkan dulu (direngenerasi atau disegarkan) dengan cara 
ditumbuhkan dulu dalam suatu media (tempat tumbuh bakteri yang berisi makanan 
bakteri), agar si bakteri ini bisa tumbuh dengan normal dimana sebelumnya dia 
berada dalam kondisi yang tidak normal, dalam bentuk kering misalnya, sehingga 
perlu pengkondisian dulu agar tumbuh normal. Setelah itu si bakteri diperbanyak 
secara bertahap, lagi-lagi si bakteri ditumbuhkan dalam media yang sesuai 
dimana perbanyakan dimulai dari kapasitas perbanyakan rendah sampai tinggi. 
Setelah itu si bakteri siap untuk memproduksi
 asam glutamat dengan menggunakan media yang mengandung bahan kaya gula 
(sebagai substrat). Bahan kaya gula yang digunakan sebagai substrat dalam 
pembuatan MSG ini biasanya adalah campuran molases (hasil samping industri 
gula) dan hasil hidrolisis pati (seperti pati jagung) dengan menggunakan enzim.
Yang menjadi titik kritis kehalalan MSG adalah media yang digunakan dalam 
pembuatannya, tidak selalu menggunakan bahan yang halal. Jika media yang 
digunakan mengandung bahan yang tidak halal maka MSG yang dihasilkan pun 
menjadi tidak halal pula. Inilah yang pernah terjadi dengan MSG yang diproduksi 
oleh PT Ajinomoto dimana pada suatu saat di tahun 2000, selama 3 bulan, PT 
Ajinomoto menggunakan Bactosoytone pada media yang digunakan pada tahap 
penyegaran bakteri. Setelah diperiksa MUI bahan baku pembuatan Bactosoytone 
adalah kacang kedele yang dihidrolisa dengan menggunakan enzim dimana enzim 
yang digunakan salah satunya adalah enzim yang berasal dari babi, akibatnya si 
enzim tersebut ada di Bactosoytone sehingga status Bactosoytone adalah haram. 
Dengan demikian, MSG yang dibuat dengan menggunakan Bactosoytone sebagai bahan 
media pada tahap penyegaran bakteri tersebut menjadi haram. Jika hanya dilihat 
di produk akhirnya saja yaitu MSG jelas enzim babi
 tidak akan terdeteksi karena seperti dijelaskan diatas proses pembuatan MSG 
tahapannya panjang, akan tetapi komisi fatwa MUI memutuskan haram MSG tersebut 
karena dua hal yaitu karena adanya pencampuran bahan halal dengan bahan haram 
(ikhtilat) dan adanya pemanfaatan unsur haram (intifa'). Alhamdulilah setelah 
temuan penggunaan Bactosoytone di PT Ajinomoto tersebut, PT Ajinomoto mengganti 
Bactosoytone dengan bahan lain yang halal, itulah sebabnya maka sekarang MSG 
Ajinomoto telah dinyatakan halal oleh MUI.
Issue bahwa MSG membahayakan kesehatan itu sebetulnya menyesatkan karena yang 
sebenarnya badan-badan dunia yang berwenang dalam menilai keamanan bahan pangan 
seperti FDA USDA dan JECFA WHO/FAO telah menyatakan bahwa MSG aman dikonsumsi 
dalam batas yang normal digunakan (tidak berlebihan). Batas maksimum konsumsi 
MSG sendiri ada yang menyatakan 15 gram (kira-kira satu sendok teh penuh) per 
orang per hari, ada juga yang menyatakan 3 gram per orang per hari. Walaupun 
demikian memang benar bahwa pada beberapa orang tertentu ada yang sensitif 
terhadap MSG sehingga menimbulkan dampak sakit kepala (sindrom masakan Cina), 
hal inipun diakui oleh badan dunia yang disebutkan diatas, jelas orang yang 
sensitif tersebut tidak dibolehkan mengkonsumsi MSG. Masalah lainnya, konsumsi 
MSG di kita bisa jadi memang melebihi batas maksimum yang dianjurkan karena 
banyak masakan dan produk pangan yang menggunakan MSG disamping penggunaan MSG 
oleh konsumen juga seringkali
 berlebihan (perhatikan penggunaan MSG pada jajanan bakso, konsumen kadang 
menambah MSG yang sebelumnya sudah ditambahkan oleh si penjual). Tentu saja, 
jika penggunaannya berlebihan akan menimbulkan dampak kesehatan yang tidak 
baik. Disamping itu, sebetulnya MSG tidak diperlukan bagi sebagian besar jenis 
masakan Indonesia. Fungsi MSG adalah menambah rasa lezat makanan-makanan 
tertentu, khususnya yang berdaging. Akan tetapi kebanyakan masakan Indonesia 
sudah lezat tanpa penambahan MSG, jadi penambahan MSG bisa jadi tidak perlu. 
Oleh karena itu sebaiknya tidak lagi menggunakan MSG dalam membuat masakan 
karena khawatir penggunaannya berlebihan, akibatnya konsumsi MSG juga berlebih 
sehingga bisa menimbulkan dampak kesehatan yang tidak diinginkan. Banyak cara 
untuk membuat masakan lezat, penggunaan jamur misalnya dapat menambah lezatnya 
masakan. Keseimbangan rasa asin dan manis (penggunaan garam dan gula yang pas) 
juga dapat meningkatkan rasa lezat.



------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke