Bagaimana cara mengisi shaff terutama shaff kedua dan seterusnya. Jika pada shaff pertama biasanya dari belakang imam dan diutamakan ke sebelah kanan terlebih terlebih dahulu kemudian ke sebelah kiri. Pada shaff kedua apakah seperti ini juga, karena di masjid dekat saya tinggal kebiasaan untuk shaff kedua langsung mengisi ke ujung paling kanan terlebih dahulu selanjutnya diisi sampai ke ujung kiri. Sehingga apabila shaff kedua ini hanya beberapa orang terlihat jauh di sebelah kanan. Apakah seperti ini ada dalilnya?
Pada tanggal 04/07/12, Andy Prihatmoko <[email protected]> menulis: > بسم الله > > Jika dalam satu shaff tidak penuh makmumnya, tidak mengapa sebelah kanan > lebih banyak, tidak harus dibuat seimbang. Artinya, mereka yg lebih memilih > shaff sebelah kanan, sudah memahami keutamaan posisi tsb. sesuai subject > email ini dan inilah Sunnah yg biasa dilakukan para shahabat Nabi صلى الله > عليه وسلم. > > والله تعالى أعلم > > > Sent from my BlackBerry® via Smart 1x / EVDO Network. Smart.Hebat.Hemat. > > -----Original Message----- > From: [email protected] > Date: Wed, 4 Jul 2012 08:22:50 > Mohon pencerahan, lalu bgmn makmum yg diselah kiri? Di mesjid yg kebetulan > memanjang (ke samping), kemungkinan bisa terjadi makmum “berat/lbh banyak” > sebelah kanan. Sementara sy lihat beberapa gambar sholat berjamaah makmum > selalu seimbang antar kiri dan kanan. Syukron atas pencerahannya. > > Hardjanto > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Prada Aisyah <[email protected]> > Date: Wed, 4 Jul 2012 00:46:12 > > SHALAWAT PARA MALAIKAT BAGI ORANG-ORANG YANG BERADA DI SHAFF SEBELAH > KANAN KETIKA SHALAT > > Oleh > Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi > http://almanhaj.or.id/content/3291/slash/0 > > > Di antara orang-orang yang berbahagia dengan shalawat para Malaikat > kepada mereka adalah orang-orang yang berada di sebelah kanan imam > ketika shalat. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah sebuah > hadits yang diriwayatkan oleh para Imam (yaitu Abu Dawud, Ibnu Majah > dan Ibnu Hibban) dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, ia berkata, > “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: > > إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى مَيَامِنِ الصُّفُوْفِ. > > ‘Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada > (orang-orang) yang berada di shaff-shaff sebelah kanan.’” [1] > > Al-Imam Ibnu Majah memberikan bab pada hadits ini dengan judul: “Bab > Keutamaan Sebelah Kanan Shaff.” [2] > > Al-Imam Ibnu Hibban pun memberikan bab pada hadits ini dengan judul: > “Ampunan Allah dan Permohonan Ampun Para Malaikat Bagi Seseorang yang > Melaksanakan Shalat di Sebelah Kanan Shaff.” [3] > > Para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu > bersemangat untuk berada di (shaff) sebelah kanan Rasulullah > Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat. > > Imam Muslim meriwayatkan dari al-Barra’ bin ‘Azib Radhiyallahu anhu, ia > berkata: > > كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ > وَسَلَّمَ أَحْبَبْنَا أَنْ نَكُوْنَ عَنْ يَمِيْنِهِ يُقْبِلُ > بِوَجْهِهِ. > > “Jika kami melaksanakan shalat di belakang Rasulullah Shallallahu > ‘alaihi wa sallam, kami sangat menginginkan agar berada di sebelah > kanan beliau, dimana beliau akan menghadap pada kami dengan wajahnya.” > [4] > > Al-Imam an-Nawawi memberikan bab pada hadits ini dengan judul: “Bab > Dianjurkannya Shalat di Sebelah Kanan Imam.” [5] > > Al-Mulla ‘Ali al-Qari menukil dari Syaikh Ibnul Malik, bahwasanya > beliau memberikan ta’liq (komentar) pada hadits tersebut dengan > ungkapan: “Hadits tersebut menunjukkan kemuliaan shaff sebelah kanan.” > [6] > > Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pertolongan-Nya kepada > kita semua agar selalu shalat di sebelah kanan imam. Sesungguhnya > Allah Mahamendengar dan Mahamengabulkan permohonan. > > [Disalin dari buku Man Tushallii ‘alaihimul Malaa-ikatu wa Man > Tal‘anuhum, Penulis Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi, Penerbit > Idarah Turjuman al-Islami-Pakistan, Cetakan Pertama, 1420 H - 2000 M, > Judul dalam Bahasa Indonesia: Orang-Orang Yang Di Do'aka Malaikat, > Penerjemah Beni Sarbeni] > _______ > Footnote > [1]. Sunan Abi Dawud, pada cabang-cabang bab ash-Shufuuf, bab Man > Yustahabbu anyaliyal Imaam fish Shaffi wa Karaa-hiyatut Ta-akhkhur > (II/263 no. 676), Sunan Ibni Majah bab Iqaamatush Shalaah was Sunnah > fiihaa (I/180-181 no. 991), al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibban > kitab ash-Shalaah bab Fardhu Mutaaba’atil Imaam (V/533-534 no. 2160). > [2]. Al-Hafizh al-Mundziri berkomentar: “Diriwayatkan oleh Abu Dawud > dan Ibnu Majah dengan sanad yang hasan.” (At-Tarqiib wat Tarhiib > (I/320)). Sanad hadits ini dihasankan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar. > (Lihat Fat-hul Baari II/213). > [3]. Sunan Ibni Majah bab Iqaamatush Shalaah was Sunnah fiihaa (I/180). > [4]. Al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibban, kitab ash-Shalaah bab > Fardhu Mutaaba’atil Imaam (V/533). > [5]. Shahiih Muslim, kitab Shalaatul Musaafiriin wa Qashruhaa (I/492 > no. 709 (62)). > [6]. Ibid. > Mirqaatul Mafaatiih (III/176), lihat pula kitab ‘Aunul Ma’buud (II/623). ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Berhenti berlangganan: [email protected] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
