Yang saya dapatkan penjelasan tentang masalah "Shaff Sebelah Kanan" adalah 
keutamaan (kemuliaan) shalat berjamaa'ah berdiri di shaff sebelah kanan, 
sebagaimana dulu para sahabat sangat menginginkan atau bersemangat untuk shalat 
berada di shaff sebelah kanan  :
 
 “Jika kami melaksanakan shalat di belakang Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa 
sallam, kami sangat menginginkan agar berada di sebelah kanan beliau, dimana 
beliau akan menghadap pada kami dengan wajahnya.”

Dalam hal ini, bukan berarti jama'ah shalat menumpuk sebelah kanan semua, 
setiap shaff tetap harus dipenuhi kiri dan kanannya sampai tidak ada celah yang 
kosong. 
 
Penjelasan tentang "Shalawat Para Malaikat Bagi Orang-Orang Yang Berada Di 
Shaff Sebelah Kanan Ketika Shalat" supaya tidak salah dalam memahaminya harus 
dipadukan juga dengan membaca penjelasan "Do’a Para Malaikat Bagi Orang-Orang 
Yang Berada Pada Shaff Bagian Depan Dalam Shalat", 
http://almanhaj.or.id/content/3290/slash/0
 
Demikian, mohon koreksi apabila ada kekeliruan.
Wallahu a'lam bishshawab.
 
Abinya Suhail
 



To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Wed, 4 Jul 2012 08:22:50 +0000
Subject: Re: [assunnah] >>Shalawat Para Malaikat Bagi Orang-Orang Yang Berada 
Di Shaff Sebelah Kanan Ketika Shalat<<

  



Mohon pencerahan, lalu bgmn makmum yg diselah kiri? Di mesjid yg kebetulan 
memanjang (ke samping), kemungkinan bisa terjadi makmum “berat/lbh banyak” 
sebelah kanan. Sementara sy lihat beberapa gambar sholat berjamaah makmum 
selalu seimbang antar kiri dan kanan. Syukron atas pencerahannya.

Hardjanto 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Prada Aisyah <[email protected]>
Date: Wed, 4 Jul 2012 00:46:12 

SHALAWAT PARA MALAIKAT BAGI ORANG-ORANG YANG BERADA DI SHAFF SEBELAH
KANAN KETIKA SHALAT

Oleh
Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi
http://almanhaj.or.id/content/3291/slash/0

Di antara orang-orang yang berbahagia dengan shalawat para Malaikat
kepada mereka adalah orang-orang yang berada di sebelah kanan imam
ketika shalat. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah sebuah
hadits yang diriwayatkan oleh para Imam (yaitu Abu Dawud, Ibnu Majah
dan Ibnu Hibban) dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, ia berkata,
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى مَيَامِنِ الصُّفُوْفِ.

‘Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada
(orang-orang) yang berada di shaff-shaff sebelah kanan.’” [1]

Al-Imam Ibnu Majah memberikan bab pada hadits ini dengan judul: “Bab
Keutamaan Sebelah Kanan Shaff.” [2]

Al-Imam Ibnu Hibban pun memberikan bab pada hadits ini dengan judul:
“Ampunan Allah dan Permohonan Ampun Para Malaikat Bagi Seseorang yang
Melaksanakan Shalat di Sebelah Kanan Shaff.” [3]

Para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu
bersemangat untuk berada di (shaff) sebelah kanan Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat.

Imam Muslim meriwayatkan dari al-Barra’ bin ‘Azib Radhiyallahu anhu, ia berkata:

كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ أَحْبَبْنَا أَنْ نَكُوْنَ عَنْ يَمِيْنِهِ يُقْبِلُ
بِوَجْهِهِ.

“Jika kami melaksanakan shalat di belakang Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam, kami sangat menginginkan agar berada di sebelah
kanan beliau, dimana beliau akan menghadap pada kami dengan wajahnya.”
[4]

Al-Imam an-Nawawi memberikan bab pada hadits ini dengan judul: “Bab
Dianjurkannya Shalat di Sebelah Kanan Imam.” [5]

Al-Mulla ‘Ali al-Qari menukil dari Syaikh Ibnul Malik, bahwasanya
beliau memberikan ta’liq (komentar) pada hadits tersebut dengan
ungkapan: “Hadits tersebut menunjukkan kemuliaan shaff sebelah kanan.”
[6]

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pertolongan-Nya kepada
kita semua agar selalu shalat di sebelah kanan imam. Sesungguhnya
Allah Mahamendengar dan Mahamengabulkan permohonan.

[Disalin dari buku Man Tushallii ‘alaihimul Malaa-ikatu wa Man
Tal‘anuhum, Penulis Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi, Penerbit
Idarah Turjuman al-Islami-Pakistan, Cetakan Pertama, 1420 H - 2000 M,
Judul dalam Bahasa Indonesia: Orang-Orang Yang Di Do'aka Malaikat,
Penerjemah Beni Sarbeni]
_______
Footnote
[1]. Sunan Abi Dawud, pada cabang-cabang bab ash-Shufuuf, bab Man
Yustahabbu anyaliyal Imaam fish Shaffi wa Karaa-hiyatut Ta-akhkhur
(II/263 no. 676), Sunan Ibni Majah bab Iqaamatush Shalaah was Sunnah
fiihaa (I/180-181 no. 991), al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibban
kitab ash-Shalaah bab Fardhu Mutaaba’atil Imaam (V/533-534 no. 2160).
[2]. Al-Hafizh al-Mundziri berkomentar: “Diriwayatkan oleh Abu Dawud
dan Ibnu Majah dengan sanad yang hasan.” (At-Tarqiib wat Tarhiib
(I/320)). Sanad hadits ini dihasankan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar.
(Lihat Fat-hul Baari II/213).
[3]. Sunan Ibni Majah bab Iqaamatush Shalaah was Sunnah fiihaa (I/180).
[4]. Al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibban, kitab ash-Shalaah bab
Fardhu Mutaaba’atil Imaam (V/533).
[5]. Shahiih Muslim, kitab Shalaatul Musaafiriin wa Qashruhaa (I/492
no. 709 (62)).
[6]. Ibid.
Mirqaatul Mafaatiih (III/176), lihat pula kitab ‘Aunul Ma’buud (II/623).

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links




                                          

Kirim email ke