From: [email protected]
Date: Sun, 23 Sep 2012 08:31:17 +0700
Bismillaahirrohmaanirrohiim,





Ikhwah fillah, 
jazaakallahu khair kepada admin yang telah memfasilitasi millis ini sebagai 
sarana untuk mengenal syariat Islam.



I. Bagi seorang suami, ketika baru memiliki satu orang istri dan termasuk ISTI 
(Ikatan Suami Takut Istri) = maaf, Apakah kita nanti diakherat kelak ikut 
bertanggung jawab dengan fitnah banyaknya para gadis, perawan tua, para janda 
(karena meninggal / cerai) yang tidak memiliki suami, sehingga sebagian mereka 
ada yang terlantar, pergi tanpa mahram bahkan ada yang terjebak dalam pacaran 
dan perzinahan? Padahal secara fitrah kita diberi kemampuan untuk menikah 
sampai dengan 4 wanita. 


II. Apakah masih ada SOLUSI REAL selain poligami (ta'addud) yang telah Allah 
subhana wa ta'ala telah syariatkan (QS. An-Nisa : 3) dan dicontohkan oleh 
Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam, para Nabi serta para sahabat 
radhiallahu 'anhum bagi seorang laki2 dalam menghadapi fitnah wanita akhir 
zaman yang jumlah mereka melebihi 1 : 4 dari laki-laki?


Berhubung kita sangat ingin selamat dari siksaan API NERAKA YANG AMAT DAHSYAT 
DAN SANGAT INGIN MASUK SYURGA YANG TAK TERHINGGA KENIKMATANNYA, maka ana minta 
jawaban dari para ustaz dan ikhwah. Mohon maaf jika pernyataan dan pertanyaan 
ini menyinggung.

Wassalam, 
Abu Dihya
>>>>>>>>
 
Banyaknya kaum wanita dan sedikitnya kaum pria, merupakan salah satu dari 
sekian banyak tanda-tanda Kecil Kiamat.
Dengan telah banyaknya tanda-tanda Kiamat yang terjadi, dan terbuktilah apa-apa 
yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, sehingga 
keimanan dan pembenaran orang-orang yang beriman terhadap hari kiamat kian hari 
terus bertambah karenanya, di mana munculnya bukti-bukti kenabian dan 
tanda-tanda kebenarannya mewajibkan kaum muslimin untuk berpegang teguh kepada 
agama yang lurus ini.
 
43. BANYAKNYA KAUM WANITA DAN SEDIKITNYA KAUM PRIA
Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Sungguh aku akan 
memberitakan kepada kalian sebuah hadits yang tidak akan diriwayatkan oleh 
seorang pun sesudahku, aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
bersabda:

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَقِلَّ الْعِلْمُ، وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ، 
وَيَظْهَرَ الزِّنَا، وَتَكْثُرَ النِّسَاءُ، وَيَقِلَّ الرِّجَالُ، حَتَّى 
يَكُونَ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ.

‘Di antara tanda-tanda Kiamat adalah sedikitnya ilmu, merajalelanya kebodohan, 
merajalelanya zina, banyaknya kaum wanita, dan sedikitnya kaum pria, hingga 
untuk lima puluh orang wanita hanya ada satu orang laki-laki yang 
mengurusnya.’”[1]

Ada yang berpendapat bahwa hal itu disebabkan banyaknya fitnah (peperangan), 
sehingga banyak kaum pria yang terbunuh, karena mereka adalah orang-orang yang 
selalu melakukan peperangan dan bukan kaum wanita.[2]

Ada juga yang berpendapat bahwa hal itu disebabkan banyaknya penaklukan, yang 
berakibat banyak pula tawanan wanita, sehingga seorang laki-laki banyak 
mendapatkan para wanita tawanan yang bisa disetubuhi olehnya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Pendapat tersebut perlu 
dipertimbangkan, karena beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam jelas-jelas 
menyatakan jumlah (laki-laki) yang sedikit dalam hadits Abu Musa... beliau 
bersabda:

مِنْ قِلَّةِ الرِّجَالِ وَكَثْرَةِ النِّسَاءِ.

“Karena sedikitnya kaum pria dan banyaknya kaum wanita.” [3]

Yang jelas hal itu benar-benar sebagai tanda bukan karena sebab lainnya. Bahkan 
Allah mentakdirkan pada akhir zaman sedikitnya anak laki-laki yang dilahirkan, 
dan banyaknya anak wanita yang dilahirkan. Keadaan banyaknya wanita sebagai 
tanda Kiamat sesuai dengan menyebarnya kebodohan dan diangkatnya ilmu.[4]

Kami katakan: Tidak ada alasan yang menghalangi bahwa hal itu sesuai dengan apa 
yang diungkapkan oleh Ibnu Hajar, juga sebab-sebab lain yang menyebabkan 
sedikitnya kaum pria dan banyaknya kaum wanita, seperti terjadinya berbagai 
fitnah yang menimbulkan peperangan. Dijelaskan dalam riwayat Imam Muslim hadits 
yang menunjukkan bahwa banyaknya kaum wanita dan sedikitnya kaum pria 
disebabkan perginya kaum pria berperang dan kaum wanita yang tinggal (di 
rumah), dan biasanya yang banyak membinasakan kaum pria adalah banyaknya 
peperangan. Lafazh Muslim adalah sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam:

...وَيَذْهَبُ الرِّجَالُ وَتَبْقَى النِّسَاءُ حَتَّـى يَكُونَ لِخَمْسِينَ 
امْرَأَةً قَيِّمٌ وَاحِدٌ.

“… dan pergilah kaum pria dan tetap tinggallah kaum wanita, sehingga lima puluh 
orang wanita berada di bawah (tanggung jawab) satu orang pria.” [5]

Yang dimaksud lima puluh di sini bukanlah jumlah secara hakiki, sebab 
dijelaskan di dalam hadits Abu Musa Radhiyallahu anhu :

وَيُرَى الرَّجُلُ يَتْبَعُهُ أَرْبَعُونَ امْرَأَةً يَلُذْنَ بِهِ.

“Dan akan disaksikan satu orang laki-laki diikuti oleh 40 wanita, mereka 
bersenang-senang dengannya.” [6]

Bilangan tersebut sebagai majaz yang berarti banyak, walallaahu a’lam.

[Disalin dari kitab Asyraathus Saa'ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf 
al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari 
Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
_______
Footnote
[1]. Shahiih al-Bukhari, kitab al-‘Ilmu bab Raf’ul ‘Ilmi wa Zhuhuurul Jahli 
(I/178, dalam al-Fat-hul), Shahiih Muslim kitab al-Ilmi bab Raf’ul ‘Ilmi wa 
Qabdhahu wa Zhuhuurul Jahli wal Fitan fi Aakhiriz Zamaan (XVI/221, dalam Syarah 
an-Nawawi), dan Jaami’ at-Tirmidzi, bab Maa Jaa-a fii Asyraatis Saa’ah (VI/448) 
(no. 2301).
[2]. Lihat at-Tadzkirah (hal. 639), Syarh an-Nawawi Shahiih Muslim (VII/96-97), 
dan Fat-hul Baari (I/ 179).
[3]. Shahiih Muslim, kitab az-Zakaah, bab Kullu Nau-in minal Ma’ruuf Shadaqah 
(VII/96, Syarh an-Nawawi).
[4]. Fat-hul Baari (I/179).
[5]. Shahiih Muslim, kitab al-‘Ilmi, bab Raf’ul ‘Ilmi wa Qabdhahu wa Zhuhuurul 
Jahli wal Fitan (XVI/ 221, Syarh an-Nawawi).
[6]. Shahiih Muslim, (VII/96, Syarh an-Nawawi).
Selengkapnya baca di 
http://almanhaj.or.id/content/833/slash/0/42-45-banyaknya-persaksian-palsu-banyaknya-kaum-wanita-banyaknya-kematian-mendadak/
 
Wallahu Ta'ala A'lam


                                          

Kirim email ke