Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh Afwan akh linknya tidak bisa dibuka (not acceptable). Syukraan Moehamad Kapa
________________________________ Dari: Abu Harits <[email protected]> Kepada: assunnah assunnah <[email protected]> Dikirim: Senin, 8 Oktober 2012 15:45 Judul: RE: [assunnah]>>Bagaimana menghadapi santet/teluh<< From: [email protected] Date: Fri, 28 Sep 2012 16:21:57 +0700 Assalamu'alaikum Bagaimana seharusnya yang dilakukan oleh pasien dan keluarganya menghadapi santet/teluh sesuai dengan sunnah? >>>>>>>>>>>>> TERAPI PENGOBATAN SETELAH TERKENA SIHIR [18] 1. Metode pertama : Mengeluarkan dan menggagalkan sihir tersebut jika diketahui tempatnya dengan cara yang dibolehkan syariat. Ini merupakan metode paling ampuh untuk mengobati orang yang terkena sihir.[19] 2. Metode kedua : Dengan membaca ruqyah-ruqyah yang disyariatkan. Para ulama telah bersepakat bolehnya menggunakan ruqyah sebagai pengobatan apabila memenuhi tiga syarat [20]. Pertama : Hendaknya ruqyah tersebut dengan menggunakan Kalamullah (ayat-ayat Al Qur`an), atau dengan Asmaul Husna atau dengan sifat-sifat Allah Azza wa Jalla, atau dengan doa-doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kedua : Ruqyah tersebut dengan menggunakan bahasa Arab, atau dengan bahasa selain Arab yang difahami maknanya. Ketiga : Hendaknya orang yang meruqyah dan yang diruqyah meyakini, bahwa ruqyah tersebut tidak mampu menyembuhkan dengan sendirinya, tetapi dengan kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Karena ruqyah hanyalah salah satu sebab di antara sebab-sebab diperolehnya kesembuhan. Dan Allah-lah yang menyembuhkan. Selain itu, ada hal sangat penting yang juga harus diperhatikan, bahwa ruqyah akan bekerja secara efektif bila orang yang sakit (terkena sihir) dan orang yang mengobati sama-sama memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah Azza wa Jalla, bertawakkal kepadaNya semata, bertakwa dan mentauhidkanNya, serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa Al Qur`an adalah penyembuh bagi penyakit dan rahmat bagi orang-orang beriman. Jika hal ini tidak terpenuhi, maka ruqyah tersebut tidak akan berefek kepada penyakitnya, karena ruqyah itu sendiri merupakan obat mujarab yang diajarkan oleh syari’at. Namun ibarat senjata, setajam apapun ia, jika berada di tangan orang yang tidak lihai menggunakannya, maka senjata itu tidak banyak manfaatnya.[21] Dikatakan oleh Ibnu At Tiin: “Ruqyah dengan membaca mu’awwidzat atau dengan nama-nama Allah Subhanahu wa Ta'ala merupakan pengobatan rohani, (akan bekerja efektif) bila di baca oleh hambaNya yang shalih; kesembuhan pun akan diperoleh dengan izin Allah Azza wa Jalla “. Selengkapnya baca di http://almanhaj.or.id/content/2695/slash/0/kiat-membentengi-keluarga-dari-sihir/ Kemudian baca juga http://almanhaj.or.id/content/2547/slash/0/pengaruh-sihir-nyata-atau-tidak/ Akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media massa yaitu seorang ibu, perutnya banyak ditumbuhi atau keluar kawat. Publik beranggapan orang tersebut terkena santet. Penjelasannya silakan baca di http://almanhaj.or.id/content/2055/slash/0/santet-itu-sihir/ Wallahu Ta'ala A'lam
