Kesabaran Pelaku Maksiat…!!! Seorang Syaikh bercerita bahwa ia pernah
berdakwah di hutan belantara di Afrika dengan menempuh perjalanan kaki yang
jauh dan sangat melelahkan. Dalam
hatinya dia menyangka bahwa ia telah sabar dan berkorban dengan
pengorbanan dan kesabaran yang luar biasa dalam berdakwah. Ternyata ia
dikejutkan bahwa dalam hutan belantara tersebut ada seorang wanita bule
yang telah bertahun-tahun berusaha melancarkan program kristenisasi.
Ternyata kesabarannya dan pengorbanannya masih kalah jauh dari kesabaran wanita
bule tersebut !!!
Demikianlah…ternyata pelaku kesyirikan juga bersabar dalam
kesyirikan mereka…bahkan bersabar dalam mendakwahkan kesyirikan mereka.
Allah berfirman tentang kesabaran kaum kafir Quraisy
إِنْ
كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ آلِهَتِنَا لَوْلا أَنْ صَبَرْنَا عَلَيْهَا
وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ الْعَذَابَ مَنْ أَضَلُّ سَبِيلا (٤٢)
Sesungguhnya hampirlah ia (yaitu Nabi Muhammad) menyesatkan kita dari
sembahan- sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya" dan mereka
kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat
jalanNya. (QS Al-Furqoon : 42)
Ibnu Katsiir berkata :
يَعْنُوْنَ:
أَنَّهُ كَادَ يَثْنِيْهِمْ عَنْ عِبَادَةِ أَصْناَمِهِمْ، لَوْلاَ أَنْ
صَبَرُوا وَتَجَلَّدُوا وَاسْتَمَرُّوا عَلَى عِبَادَتِهَا
"Maksud
mereka yaitu hampir-hampir saja Muhammad (shallallahu 'alaihi wa sallam)
memalingkan mereka dari penyembahan berhala-berhala mereka, akan tetapi
kalau bukan karena kesabaran mereka, keteguhan mereka, dan kesinambungan
mereka dalam menyembah berhala-berhala mereka" (Tafsiir Ibnu Katsiir 6/113)
Ayat ini menunjukkan bahwa mereka kaum musyrikin membanggakan kesabaran mereka
dalam kesyirikan, karena kesabaran merekalah yang menyelamatkan
mereka dari dakwah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
Hampir-hampir mereka terpengaruh dengan dakwah Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam, akan tetapi kesabaran merekalah yang telah
menyelamatkan mereka. Merekapun membanggakan kesabaran mereka ini !!
(Lihat At-Tahriir wa At-Tanwiir 19/33)
Bahkan mereka saling menasehati diantara mereka untuk bersabar dalam keysirikan
mereka. Allah juga berfirman tentang mereka :
وَانْطَلَقَ الْمَلأ مِنْهُمْ أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَى آلِهَتِكُمْ إِنَّ
هَذَا لَشَيْءٌ يُرَادُ (٦)
Dan Pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata): "Pergilah kamu dan
bersabarlah untuk tetap (menyembah) tuhan-tuhanmu, Sesungguhnya ini benar-benar
suatu hal yang dikehendaki (QS Shaad : 6)
As-Syaikh As-Sa'di berkata :
فَلِهَذَا
تَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ عَلَيْهِ ... وأما المؤمنون فهم كما قال الله
عنهم: { وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ }
"Karenanya
mereka (kaum musyrikin Arab) saling berwasiat (saling menasehati) untuk
bersabar di atas kesyirikan mereka….adapun kaum mukminin maka mereka
sebagaimana firman Allah ((Dan saling berwasiatlah kalian dengan
kebenaran dan kesabaran))" (Taisiir Al-Kariim Ar-Rohmaan hal 583)
Yang
menyebabkan mereka bisa bersabar adalah bisikan-bisikan syaitan dengan
berbagai macam godaan. Syaitan mengingatkan kepada mereka bahwa agama
kesyirikan adalah agama nenek moyang mereka…, jika mereka meninggalkan
kesyirikan mereka maka mereka akan menjadi bahan cercaan.., dan mereka
akan ditimpa dengan akibat yang buruk…, dan bisikan-bisikan yang
lainnya. (lihat At-Tahriir wa At-Tanwiir 17/300)
Lihatlah putra
Nabi Nuuh 'alaihis salaam yang kafir, dalam kondisi terdesak tatkala ia
telah terbawa oleh banjir, dan Nabi Nuuh telah mengajak putranya yang ia
cintai untuk naik di atas kapal…akan tetapi sang anak tetap tidak mau
dan sabar dalam kondisi tersebut. Bahkan menyatakan dirinya mampu untuk
selamat dengan penuh kesabaran.
Allah mengisahkan hal ini dalam firmanNya :
وَهِيَ
تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَى نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ
فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ
(٤٢)قَالَ سَآوِي إِلَى جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ قَالَ لا عَاصِمَ
الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلا مَنْ رَحِمَ وَحَالَ بَيْنَهُمَا
الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ (٤٣)
Dan bahtera itu
berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. dan Nuh
memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai
anakku, naiklah (ke kapal) bersama Kami dan janganlah kamu berada
bersama orang-orang yang kafir."
Anaknya menjawab: "Aku
akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air
bah!" Nuh berkata: "tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah
selain Allah (saja) yang Maha Penyayang". dan gelombang menjadi
penghalang antara keduanya; Maka jadilah anak itu Termasuk orang-orang
yang ditenggelamkan. (QS Huud : 42-43)
Dalam siroh Nabi
Muhammad shallalahu 'alaihi wa sallam nampak bagaimana kesabaran kaum
musyrikin dalam perang demi membela kesyirikan. Lihatlah kaum musyirikin
arab dalam perang Badr yang dipimpin oleh Abu Jahal, mereka nekat untuk
berjalan menempuh jarak sejauh kurang lebih 350 km dari Mekah menuju
Badar. Mereka bersabar menempuh jarak yang jauh…, bahkan orang yang
pertama kali tewas dari mereka adalah seorang yang bernama Al-Aswad bin
Abdil Asad Al-Makhzuumiy yang telah bersumpah dan berjanji untuk meminum
dari kolam air yang dibangun oleh kaum muslimin di lokasi perang di
Badar, atau menghancurkan kolam tersebut. Akhirnya tatkala Al-Aswad ini
maju hendak minum dari kolam tersebut maka iapun dihadang oleh Hamzah
bin Abdil Muttholib radhiallahu 'anhu, dan Hamzahpun berduel dengannnya
dan berhasil memenggal kaki si Al-Aswad hingga setengah betisnya. Akan
tetapi meskipun kondisi Al-Aswad demikian…ia tetap bersabar dan berjalan
merangkak menuju kolam air kaum muslimin dalam rangka untuk meminum
atau menghancurkan kolam tersebut. Sungguh kesabaran yang luar biasa…,
akan tetapi Hamzah tidak membiarkannya, lalu Hamzahpun membunuhnya.
(Lihat Tahdziib Shirroh Ibni Katsiir hal 271).
Sungguh pernah
ada suatu masa di tanah air kita jika ada seorang wanita di kampung
yang memakai pakaian yang tidak senonoh yang mengumbar aurat maka ia
akan menjadi bahan cercaan warga sekampung…, akan tetapi wanita tersebut
bersabar tetap memakai pakaian mini tersebut…dan ia terus bersabar
serta tidak memperdulikan cercaan dan makian warga kampung. Ternyata
sang wanita telah berhasil dalam kesabarannya…bahkan mulai banyak wanita
yang mengikuti jejaknya…, bahkan jadilah pengumbaran aurat adalah hal
yang biasa dan merupakan mode dan trend…, bahkan kondisi menjadi
berbalik, justru wanita yang menutup aurotnya, apalagi bercadar…justru
menjadi bahan cercaan dan celaan, bahkan dituduh dengan tuduhan yang
tidak-tidak.
Demikianlah…para pelaku maksiat dan kesyirikan sabar
dalam memperjuangkan kemaksiatan dan keysirikan mereka…lantas apakah
para pejuang tauhid…pejuang sunnah…penyeru kepada kebajikan tidak
bersabar???
Bukankah kesabaran para pelaku kemaksiatan dan
kesyirikan mengantarkan mereka kepada neraka jahannam…kepada adzab yang
pedih…?? Dan bukankah kesabaran para pejuang tauhid dan sunnah
mengantarkan mereka kepada surga Allah??, kepada kenikmatan abadi??.
Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 25-01-1433 H / 20 Desember 2011 M
Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
www.firanda.com