> From: [email protected]
> Date: Mon, 29 Apr 2013 15:21:50 +0700
> Assalamu alaikum warahmatullahhi wabarakatuh...
> Para ikhwan sekalian, saya ingin bertanya tentang masalah majlis zikir ini.
> Satu pertanyaan yang mengganjal saya adalah bentuk zikir sendiri2 atau
> bersama2 itu di tunjukkan oleh dalil yang shohih...??
> kalau merujuk beberapa dalil hadist diatas (BENTUK-BENTUK MAJLIS DZIKIR
> http://almanhaj.or.id/content/3001/slash/0/keutamaan-dan-bentuk-majlis-dzikir/
>  
> tidak ada yang menunjukkan zikir itu dilakukan sendiri2 (masing2) atau 
> berjamaah atau satu suara....
> sekarang darimanakah asal dalil sendiri2 atau bersama2..???
> syukron katsiron....
> best regards
> RIDHO
>>>>>>>>>>>>>>
 
> sekarang darimanakah asal dalil sendiri2 ?

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِفْيَةً وَدُونَ الْجَهْرِمِنَ 
الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَاْلأَصَالِ وَلاَتَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

Dan sebutlah (nama) Rabb-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa 
takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan 
janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. [Al A’raf/7 :205].

Ayat yang mulia ini menunjukkan tujuh adab penting dalam berdzikir, yaitu:
• Dzikir dilakukan dalam hati, karena hal itu lebih dekat kepada ikhlas.
• Dilakukan dengan merendahkan diri, agar terwujud sikap penyembahan yang 
sempurna kepada Allah.
• Dilakukan dengan rasa takut dari siksaan Allah akibat lalai dalam beramal dan 
tidak diterimanya dzikir tersebut. Oleh karena itu, Allah mensifati kaum 
mukminin dengan firmanNya:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآءَاتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى 
رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang 
takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb 
mereka. [Al Mu’minun/23 :60].

• Dilakukan tanpa mengeraskan suara, karena hal itu lebih dekat kepada tafakkur 
yang baik.
• Dilakukan dengan lisan dan hati. 
• Dilakukan pada waktu pagi dan petang. Memang dua waktu ini memiliki 
keistimewaan, sehingga Allah menyebutnya dalam ayat ini. Ditambah lagi dengan 
keistimewaan lainnya, yaitu sebagaimana disampaikan Rasulullah dalam sabdanya:

يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلَائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَارِ 
وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ 
الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ 
كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ 
وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ 

Bergantian pada kalian malaikat pada waktu malam dan malaikat pada waktu siang. 
Mereka berjumpa di waktu shalat Fajr dan Ashr, kemudian naiklah malaikat yang 
mendatangi kalian, dan Rabb mereka menanyakan mereka, dan Allah lebih tahu 
dengan mereka: “Bagaimana keadaan hambaKu ketika kamu tinggalkan?” Mereka 
menjawab,”Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan kami datangi mereka 
dalam keadaan shalat.” [18].
 
Selengkapnya baca 
http://almanhaj.or.id/content/3030/slash/0/dzikir-kunci-kebaikan/
Silakan baca juga :
http://almanhaj.or.id/content/3408/slash/0/anjuran-bersuci-berdzikir-sedekah-dan-sabar/
 
http://almanhaj.or.id/content/3320/slash/0/keberkahan-dzikir-dan-keutamaan-keutamaannya/
http://almanhaj.or.id/content/3321/slash/0/hubungan-antara-doa-dan-dzikir/
http://almanhaj.or.id/content/3322/slash/0/mengharap-berkah-melalui-dzikir-kepada-allah-subhanahu-wa-taala/
 
Wallahu Ta'ala A'lam
 
 
                                          

Kirim email ke