From: [email protected]
Date: Wed, 22 May 2013 06:41:36 +0000




Assalammualaikum
Apakah ada sunnahnya membaca doa setelah sholat...?? klaupun ada doannya mohon 
dijelaskan.
Syukran Jazakalaahu Khair.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

Ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam berdoa setelah shalat 
adalah dengan sendiri-sendiri, sebagaimana di dalam hadits berikut ini:

عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى 
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْبَبْنَا أَنْ نَكُوْنَ عَنْ يَمِيْنِهِ يُقْبِلُ 
عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ قَالَ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ رَبِّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ 
تَبْعَثُ أَوْ تَجْمَعُ عِبَادَكَ 

Dari al-Bara', dia berkata: "Kami (para Sahabat) dahulu, jika melakukan shalat 
di belakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , kami suka berada 
disebelah kanan beliau, karena beliau akan menghadapkan wajahnya kepada kami". 
Al-Bara' juga berkata: "Aku pernah mendengar beliau berdoa: "Wahai Rabb-ku, 
jagalah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau akan membangkitkan atau mengumpulkan 
hamba-hamba-Mu". [HR.Muslim, no. 709]

 

Selengkapnya baca di 
http://almanhaj.or.id/content/2600/slash/0/doa-berjamaah-dan-jabat-tangan-setelah-shalat-adakah-shalat-taubat/

 

ADAKAH DOA SETELAH SELESAI SHALAT?

http://almanhaj.or.id/content/2526/slash/0/adakah-doa-setelah-shalat/

Memang sebagian orang beranggapan bahwa setelah shalat wajib tidak ada do'a, 
yang ada adalah dzikir. Sedangkan do'a, posisinya di dalam shalat, seperti 
dalam tasyahhud sebelum salam dan lainnya. Anggapan seperti ini tidak benar, 
karena sesungguhnya ada hadits-hadits shahih yang menunjukkan bahwa Nabi n 
berdo'a setelah salam. Diantara hadits-hadits tersebut adalah :

عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى 
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْبَبْنَا أَنْ نَكُونَ عَنْ يَمِينِهِ يُقْبِلُ 
عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ قَالَ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ رَبِّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ 
تَبْعَثُ أَوْ تَجْمَعُ عِبَادَكَ 

Dari al-Bara’ Radhiyallahu anhu, dia berkata, "Jika kami shalat di belakang 
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , kami senang berada di sebelah kanan 
beliau. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menghadapkan wajahnya kepada 
kami. Aku pernah mendengar beliau berdo'a, “Wahai Rabbku, jagalah aku dari 
siksa-Mu pada hari (kiamat) yang Engkau akan membangkitkan atau mengumpulkan 
hamba-hambaMu”. [HR.Muslim, no. 709]

Di dalam hadits lain disebutkan :

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ 
وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ مِنَ الصَّلَاةِ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا 
قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ 
وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا 
إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ 

Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, dia berkata, "Kebiasaan Nabi 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika telah mengucapkan salam (selesai) shalat, 
beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo'a, “Wahai Allâh Azza wa Jalla 
ampunilah dosaku yang telah aku lakukan dan (dosa akibat dari kewajiban) yang 
telah aku tinggalkan, (dosa) yang aku rahasiakan dan yang aku lakukan dengan 
terang-terangan, yang aku telah melakukan dengan berlebihan dan segala dosa 
yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Engkau adalah Muqaddim (Dzat Yang 
memajukan orang yang Engkau kehendaki dengan sebab mentaatiMu atau sebab 
lainnya) dan Muakh-khir (Yang memundurkan orang yang Engkau kehendaki). Tidak 
ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau”. [HR. Abu Dâwud, no. 1509; 
dishahihkan syaikh Al-Albâni rahimahullah]

Hadits ini dimuat oleh imam Abu Dâwud rahimahullah dalam kitab Sunannya dalam 
bab: Mâ yaqûlur rajulu idza sallama (Apa yang diucapkan oleh seseorang jika 
telah selasai salam)

Doa-doa ini diucapkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendirian, tidak 
berjamâ’ah. Oleh karena itu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggunakan 
kata ganti tunggal, bukan jama’. 

Dalam hadits yang pertama, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, 
“Wahai Rabbku, jagalah aku dari siksaMu…”, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
tidak mengatakan “Wahai Rabb kami, jagalah kami dari siksaMu…”.

Dalam hadits yang kedua beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan “Wahai 
Allâh ampunilah aku, (dosa) yang telah aku lakukan dan (kewajiban) yang telah 
aku tinggalkan…”.
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengatakan, “Wahai Allâh ampunilah 
kami, (dosa) yang telah kami lakukan dan (kewajiban) yang telah kami 
tinggalkan…”.

Ini menunjukkan bahwa do'a ini diucapkan seorang diri. Adapun kebiasaan yang 
dilakukan di berbagai masjid yaitu imam dan makmum selalu melakukan do'a dengan 
berjamâ’ah setelah selesai shalat wajib, maka itu tidak pernah dilakukan oleh 
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, wallahu a’lam.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Hadits-hadits yang 
dikenal dalam (kitab-kitab) Shahih, Sunan, dan Musnad, menunjukkan bahwa Nabi 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo'a di akhir shalat sebelum keluar dari 
shalat. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan dan mengajarkan 
hal itu kepada para sahabatnya. Dan tidak ada seorangpun yang meriwayatkan, 
bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo'a setelah selesai (mengimami) 
shalat dengan banyak orang, begitu juga dengan para ma'mum, tidak (setelah) 
shalat Shubuh, Ashar atau shalat lainnya”. [Majmû’ Fatâwâ 22/492]

Adapun kalimat “fî duburi kulli shala” yang terdapat dalam banyak hadits, yang 
maknanya di akhir sholat, mencakup dua pengertian yaitu bagian akhir dalam 
shalat dan setelah shalat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, 
“Lafazh “dubur shalat”, terkadang maksudnya adalah bagian akhir dari shalat 
(ini berarti masih dalam sholat; sebelum salam-red), terkadang maksudnya adalah 
yang ada setelah bagian terakhir itu (sehingga ini setelah salam dari 
shalat-red)”. [Majmû’ Fatâwâ, 22/499]

Walaupun do'a-do'a shalat banyak dianjurkan dibaca dalam shalat atau dengan 
kata lain ketika shalat, dan itu lebih utama, sebagaimana dikatakan oleh 
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, “Inilah sunnah Rasûlullâh 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sudah berjalan (berdoa dalam shalat dan 
berdzikir setelah shalat-red), dan ini sesuai (dengan keadaan-red), karena 
orang yang sedang shalat itu berbisik kepada Rabbnya, maka do'anya dan 
permintaannya kepada Rabb ketika dia sedang berbisik kepada-Nya lebih utama 
daripada permintaannya dan doanya setelah berpaling dariNya”. [Majmû’ Fatâwâ, 
22/499]

Namun demikian tidak berarti tidak ada do'a setelah salam, berdasarkan 
hadits-hadits yang telah kami sampaikan. 

 

Wallahu Ta'ala A’lam




                                          

Kirim email ke