From: [email protected]
Date: Tue, 11 Jun 2013 07:34:43 +0800 






Bismillaah.

Assalaamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Baru2 ini, ana menerima pesan di BBM mengenai bolehnya mengulang shalat apabila 
belum khusyu'.
Dalil yang digunakan adalah hadits berikut:

Dari Abu Hurairah radhiallahu‘anhu beliau mengatakan, ”Sesungguhnya Nabi 
shalallahu ‘alaihi wa sallam masuk masjid kemudian masuklah seorang laki-laki� 
kemudian shalat. Kemudian dia datang dan mengucapkan salam pada Nabi shallalahu 
‘alaihi wa sallam. Maka Nabi menjawab salamnya dan bersabda: “Kembalilah, dan 
sholatlah, karena sesungguhnya engkau belum sholat.” Kejadian ini berlangsung 
tiga kali. Maka laki-laki tersebut mengatakan: ”Demi Dzat yang mengutusmu 
dengan kebenaran, aku tidak bisa shalat lebih baik dari shalatku ini. Maka 
ajarilah aku.” Nabi bersabda: “Jika engkau hendak shalat, sempurnakanlah wudhu, 
kemudian menghadaplah ke arah kiblat, kemudian bertakbirlah. Lalu bacalah ayat 
Al Qur’an yang mudah bagimu. Kemudian ruku’lah sampai engkau tuma’ninah dalam 
ruku’mu. Kemudian bangkitlah sampai engkau i’tidal dalam keadaan berdiri. 
Kemudian sujudlah sampai engkau tuma’ninah dalam sujudmu, kemudian bangkitlah 
sampai engkau tuma’ninah dalam dudukmu. Kemudian sujudlah sampai engkau 
tuma’ninah dalam sujudmu. Kemudian lakukanlah hal tadi dalam seluruh shalatmu.” 
(HR. Bukhari)
Benarkah pendapat demikian?
Jazaakumullaahu khayran atas jawabannya.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
 
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh mengulangi shalat dikarenaka tidak 
sempurna shalatnya dan tidak thuma'ninah dalam melaksanakannya.
 
Adapun, jika dalam shalat anda terasa banyak godaan (tidak khusyu), meniuplah 
tiga kali ke samping kiri dan memohonlah perlindungan Allah tiga kali dari 
godaan syetan yang terkutuk, insya Allah hal ini akan membebaskan anda.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyuruh salah seorang sahabatnya 
melakukan itu, ketika orang tersebut berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya 
syetan telah menyelinap diantara diriku dan shalatku serta bacaanku, ia 
mengacaukan shalatku"
 
Inilah, penjelasan lengkapnya :
Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Ketika saya hendak shalat, 
saya sedang kacau pikiran dan banyak yang dipikirkan, dan rasanya saya tidak 
begitu sadar terhadap diri saya sendiri kecuali setelah salam, lalu saya 
mengulangi lagi, namun saya rasakan seperti semula, sampai-sampai saya lupa 
tasyahud awal dan tidak tahu lagi berapa rakaat yang telah saya kerjakan. Hal 
ini semakin menambah kekhawatiran dan rasa takut saya kepada murka Allah, 
kemudian saya sujud sahwi. Saya mohon bimbingannya, dan saya haturkan terima 
kasih.

Jawaban.
Bisikan itu berasal dari syetan, yang wajib bagi anda adalah memelihara shalat, 
konsentrasi dan thuma'ninah dalam melaksanakannya sehingga anda dapat 
melaksanakannya dengan penuh kesadaran. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah 
berfirman.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ﴿١﴾ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

"Artinya : Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) 
orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya". [Al-Mukminun/23 : 1-2]

Ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melihat orang yang tidak sempurna 
shalatnya dan tidak thuma'ninah dalam melaksanakannya, beliau menyuruhnya untuk 
mengulangi shalatnya, beliaupun bersabda.

إِذَ قُمْتَ إِلَى الَّصَّلاَةِ فَأَسْبِغِ الْوُضُوْءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلِ 
الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَاْ مَاتَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ ثُمَّ 
ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَع حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا 
ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ 
جَالِسًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلاَتِكَ كُلِّهَا

"Artinya : Jika engkau hendak mendirikan shalat, sempurnakanlah wudhu, lalu 
berdirilah menghadap kiblat kemudian bertakbirlah (takbiratul ihram), lalu 
bacalah ayat-ayat Al-Qur'an yang mudah bagimu, kemudian ruku'lah sampai engkau 
tenang dalam posisi ruku, lalu bangkitlah (berdiri dari ruku') sampai engkau 
berdiri tegak, kemudian sujudlah sampai engkau tenang dalam posisi sujud, lalu 
bangkitlah (dari sujud) sampai engkau tenang dalam posisi duduk. Kemudian, 
lakukan itu semua dalam semua shalatmu". [1]

Jika anda sadar bahwa anda sedang shalat di hadapan Allah dan bemunajat 
kepadaNya, maka hal itu akan mendorong anda untuk khusyu' dan konsentrasi 
ketika shalat, syetan pun akan menjauh dari anda sehingga selamatlah anda dari 
bisikkannya. Jika dalam shalat anda terasa banyak godaan, meniuplah tiga kali 
ke samping kiri dan memohonlah perlindungan Allah tiga kali dari godaan syetan 
yang terkutuk, insya Allah hal ini akan membebaskan anda.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyuruh salah seorang sahabatnya 
melakukan itu, ketika orang tersebut berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya 
syetan telah menyelinap diantara diriku dan shalatku serta bacaanku, ia 
mengacaukan shalatku". [2]

Jadi, anda tidak perlu mengulangi shalat karena godaan, akan tetapi hendaknya 
anda sujud sahwi jika anda telah melakukan apa yang diwajibkan itu. Misalnya, 
anda tidak melakukan tasyahud awal karena lupa, atau tidak membaca tasbih 
ketika ruku' atau sujud karena lupa, atau anda ragu apakah tiga raka'at atau 
empat raka'at ketika shalat Zhuhur umpamanya, maka anggaplah itu tiga raka'at, 
lalu sempurnakanlah shalat, kemudian sujud sahwi dua kali sebelum salam. Jika 
dalam shalat Maghrib anda ragu apakah baru dua raka'at atau sudah tiga raka'at, 
maka anggaplah itu baru dua raka'at lalu sempurnakan, kemudian sujud sahwi dua 
kali sebelum salam, karena demikianlah yang diperintahkan Nabi Shallallahu 
'alaihi wa sallam.

Semoga Allah melindungi anda dari godaan setan dan menunjuki anda kepada yang 
diridahiNya.
[Kitab Ad-Da'wah, hal 76, Syaikh Ibnu Baz]
http://almanhaj.or.id/content/538/slash/0/kacaunya-pikiran-ketika-shalat/
 
Wallahu Ta'ala A'lam







                                          

Kirim email ke