AYAT-AYAT AL-QUR'AN YANG ZHAHIRNYA TERKESAN BERTENTANGAN, WAJIB DIBAWA
PENGERTIAN MASING-MASING KEPADA KONDISI DAN KEADAAN YANG SESUAI.

http://almanhaj.or.id/content/3644/slash/0/ayat-ayat-al-quran-yang-zhahirnya-terkesan-bertentangan/

Ayat-ayat al-Qur’ân tidak mungkin ada yang bertentangan antara yang satu
dengan yang lainnya. Karena al-Qur’ân itu kalamullâh. Allah Azza wa Jalla
berfirman :

وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا
كَثِيرًا

“Kalau sekiranya al-Qur`ân itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka
mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. [an-Nisâ’/4:82].

Namun tidak dipungkiri, ada beberapa ayat yang zhahirnya terkesan
bertentangan. Supaya bisa memahami ayat-ayat yang zhahirnya terkesan
bertentangan itu, maka di antara caranya yaitu mengembalikan masing-masing
makna kepada kondisi atau keadaan yang sesuai.

Berikut ini beberapa contoh tentang masalah ini dan cara memahaminya :

1. Disebutkan dalam beberapa ayat bahwa Allah Azza wa Jalla tidak akan
berbicara dengan orang-orang kafir dan juga tidak melihat mereka pada hari
kiamat. Sementara di sebagian yang lain disebutkan Allah Azza wa Jalla
berbicara kepada mereka. Untuk bisa memahami dua kondisi yang berbeda ini,
maka pengertian berbicara juga memandang yang dinafikan, dibawa kepada
pengertian memandang dan pembicaraan yang menyenangkan. Sedangkan
pembicaraan yang ditetapkan dibawa pengertiannya kepada pembicaraan yang
mengarah kepada penghinaan dan celaan.

2. Dalam sebagian ayat disebutkan bahwa Allah Azza wa Jalla tidak akan
menanyai manusia tentang dosa yang mereka perbuat. Allah Azza wa Jalla
berfirman:

يَوْمَئِذٍ لَا يُسْأَلُ عَنْ ذَنْبِهِ إِنْسٌ وَلَا جَانٌّ

“Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
[ar-Rahmân/55:39]

Sementara dalam ayat lain disebutkan bahwa Allah Azza wa Jalla menanyai
mereka. Seperti disebutkan, dalam firman-Nya:

وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ مَاذَا أَجَبْتُمُ الْمُرْسَلِينَ

Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata:"Apakah
jawabanmu kepada para rasul?" [al-Qashâsh/28:65]

Allah Azza wa Jalla menanyakan tentang semua perbuatan manusia.

Untuk memahami hal ini, maka pengertian pertanyaan yang dinafikan di atas
dibawa kepada pertanyaan yang dikemukakan untuk mencari informasi tentang
sesuatu yang tidak diketahui. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla sama sekali
tidak perlu menanyai mereka, karena ilmu Allah Azza wa Jalla sangat
sempurna, Allah Azza wa Jalla mengetahui segala sesuatu, yang nampak
ataupun yang tidak nampak, yang besar ataupun yang kecil.

Sedangkan pertanyaan yang ditetapkan keberadaannya, dibawa pengertiannya
kepada pertanyaan yang menggiring orang yang ditanya agar mengakui
perbuatan-perbuatannya dan pertanyaan yang mengarah kepada penghinaan
kepada yang ditanya. Ini juga untuk menunjukkan bahwa Allah Azza wa Jalla
menetapkan hukuman bagi mereka sesuai dengan keadilan dan hikmah Allah Azza
wa Jalla.

3. disebutkan dalam beberapa ayat bahwa tidak ada hubungan nasab antara
manusia pada hari kiamat, sementara di ayat yang lain disebutkan ada
hubungan nasab. Hubungan nasab yang diakui ada yaitu hubungan nasab yang
terjalin sejak hidup di dunia. Seperti dalam firman Allah Azza wa Jalla :

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ﴿٣٤﴾وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ

“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya
[Abasa/80:34-35]

Sedangkan yang dinafikan yaitu manfaat dari hubungan nasab itu. Karena
banyak orang kafir menyangka bahwa hubungan nasab mereka bisa mendatangkan
manfaat bagi mereka. Allah Azza wa Jalla berfirman:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ﴿٨٨﴾إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ
بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali
orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.
[asy-Syu’arâ`/26:88-89]

Semisal dengan ini, disebutkan bahwa ada juga nasab yang bermanfaat di hari
kiamat, yaitu bahwa anak-anak kaum Mukminin akan diangkat dan disamakan
derajatnya dengan orang tua mereka, meskipun si anak belum mencapai derajat
orang tua. Allah Azza wa Jalla mengumpulkan bagi penduduk surga,
orang-orang yang baik dari keluarganya seperti orang tua, pasangan dan
anak-anak mereka. Hal ini terjadi karena mereka semua beriman dan memiliki
watak dasar yang baik.

4. Dalam sebagian ayat, kaum Muslimin dilarang berwalâ’ (loyal) kepada
orang-orang kafir. Juga dilarang mencintai atau menjalin hubungan dengan
mereka. Sementara di tempat lain, kaum Muslimin diperintahkan berbuat baik
kepada yang memiliki hak dan mempergauli mereka dengan baik seperti orang
tua yang kafir atau yang semisalnya.

Berikut ini adalah ayat Allah Azza wa Jalla yang menjelaskan dengan
gamblang kedua hal di atas. Allah Azza wa Jalla berfirman:

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ
وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا
إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ﴿٨﴾لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ
عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ
دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap
orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir
kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku
adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu
orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari
negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. [al-Mumtahanah/60:8-9]

Jadi yang dilarang adalah berwalâ’ atau mencintai orang kafir karena agama,
sementara perbuatan baik yang diperintahkan yaitu perbuatan baik karena ada
hubungan kerabat atau untuk tujuan sosial, dengan catatan tidak menodai
agama si pelaku.

Demikianlah beberapa contoh ayat-ayat al-Qur’ân yang zhahirnya terkesan
bertentangan dan bagaimana cara memahaminya dengan benar.

(Di kutip dari kitab Al-Qawâidul Hisân hal 37-41, Syaikh Abdurrahmân bin
Nâshir as-Sa`di, Hal 37-41)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun XIII/1430H/2009. Diterbitkan
Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton
Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]

Kirim email ke