> From: [email protected] > Date: Wed, 17 Jul 2013 10:18:48 +0700 > Terimakasih atas pencerahannya. > Jadi apakah berapapun nilai kontrakan rumahnya selama setahun, maka > kena zakat 2.5 %? > Ataukah berlaku HANYA apabila nilai kontrakannya telah memenuhi nishab? > Misal rumah dengan nilai sewa sebesar 10 juta/tahun , maka setiap kali > menerima uang kontraakn, pemilik wajib membayar zakat 250 ribu ? > Terimakasih mohon pencerahan... >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Zakat uang sewa rumah/gedung wajib dikeluarkan apabila telah mencapai nishab atau lebih. NISHAB. Makna nishab disini, ialah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh syar’i (agama) untuk menjadi pedoman menentukan batas kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memilikinya, jika telah sampai pada ukuran tersebut [7]. Orang yang memiliki harta dan telah mencapai nishab atau lebih, diwajibkan mengeluarkan zakat dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : وَيَسْئَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمُ اْلأَيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ "Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu supaya kamu berfikir". [Al Baqarah:219]. Makna al afwu adalah harta yang telah melebihi kebutuhan. Oleh karena itu, Islam menetapkan nishab sebagai ukuran kekayaan seseorang. [8] SYARAT-SYARAT NISHAB Adapun syarat-syarat nishab ialah sebagai berikut: 1. Harta tersebut diluar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seseorang, seperti: makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan alat yang dipergunakan untuk mata pencaharian. 2. Harta yang akan dizakati telah berjalan selama satu tahun (haul) terhitung dari hari kepemilikan nishab [9] dengan dalil hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : لاَ زَكَاةَ فِيْ مَالٍ حَتَّى يَحُوْلَ عَلَيْهِ الْحَوْلُ "Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun)" [10]. Dikecualikan dari hal ini, yaitu zakat pertanian dan buah-buahan. Karena zakat pertanian dan buah-buahan diambil ketika panen. Demikian juga zakat harta karun, yang diambil ketika menemukannya. Misalnya, jika seorang muslim memiliki 35 ekor kambing, maka ia tidak diwajibkan berzakat karena nishab bagi kambing itu 40 ekor. Kemudian jika kambing-kambing tersebut berkembang biak sehingga mencapai 40 ekor, maka kita mulai menghitung satu tahun setelah sempurna nishab tersebut [11]. Selengkapnya baca di http://almanhaj.or.id/content/2805/slash/0/syarat-wajib-dan-cara-mengeluarkan-zakat/ Wallahu Ta'ala A'lam > On 7/17/13, Abu Harits <[email protected]> wrote: > > From: [email protected] > > Date: Tue, 16 Jul 2013 07:59:00 +0700 > > Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh > > Jika seseorang memiliki lebih dari satu rumah, dan rumah-rumah itu di > > kontraakan/sewa ke orang lain dibayarkan per tahun > > Apakah setiap kali menerima uang kontrakan, ada kewajiban membayar zakat ? > > Terimakasih, > > Wassalamu'alaikum Warahmatullahi wa barakaatuh > > > >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> > > > Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Saya mempunyai gedung > > yang disewakan. Apakah saya menzakati harga pokoknya atau cukup menzakati > > hasil penyewaannya ? Tolong beritahu saya, semoga anda mendapat pahala. > > > > Jawaban > > Zakatnya hanya pada hasil penyewaan saja jika telah dimiliki selama satu > > tahun. Jika menggunakannya sebelum genap setahun, maka gugurlah kewajiban > > zakat itu. Adapun untuk harga bangunan tersebut, tidak ada zakatnya, karena > > bangunan itu tidak diproyeksikan untuk dijual. > > > > Demikian juga setiap barang yang diproyeksikan untuk digunakan atau > > disewakan, tidak ada zakat pada harganya, adapun zakatnya adalah pada hasil > > penyewaannya. > > > > [Fatawa Al-Lu’lu Al-Makin min Fatawa Syaikh Ibnu Jibrin, hal 140-141] > > > > Selengkapnya baca di > > http://almanhaj.or.id/content/745/slash/0/zakat-rumah-dan-kendaraan-zakat-barang-yang-disewakan/ > > > > Wallahu Ta'ala A'lam
