From: [email protected]
Date: Sat, 20 Jul 2013 15:33:25 +0000
Assalamu'alaikum.
Ana mau tanya, kapan dan bagaimana cara mengamalkan zikir lailatul qodar. Sebab 
d tempat ana solat tarawih setiap 4 salam 4 rokaat secara berjamaah berzikir 
dengan zikir tersebut. Mohon penjelasannya sesuai sunnah. Jazakallohu khoer...

>>>>>>>>>>>>>

 

Sayyidah Aisyah Radhiyallahu 'anha, (dia) berkata : "Aku bertanya, "Ya 
Rasulullah ! Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), 
apa yang harus aku ucapkan ?" Beliau menjawab, "Ucapkanlah :

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka 
ampunilah aku" [8]

Saudaraku -semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu untuk 
mentaati-Nya- engkau telah mengetahui bagaimana keadaan malam Lailatul Qadar 
(dan keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan shalat) pada sepuluh malam 
terakhir, menghidupkannya dengan ibadah dan menjauhi wanita, perintahkan kepada 
isterimu dan keluargamu untuk itu, perbanyaklah perbuatan ketaatan.

Dari Aisyah Radhiyallahu 'anhuma.

كَانَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ 
مِئْزَرَهُ وَ أَحْيَ لَيْلَهُ، وَ اَيْقَظَ أَهْلَهُ

"Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila masuk pada sepuluh 
hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencanngkan kainnya [9] menghidupkan 
malamnya dan membangunkan keluarganya" [10] 

Juga dari Aisyah, (dia berkata) :

كَانَ رَسُوْلُ اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ 
مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِيغَيْرِهَا

"Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (beribadah 
apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir) yang tidak pernah beliau 
lakukan pada malam-malam lainnya" [11]

Selengkapnya baca di 
http://almanhaj.or.id/content/1142/slash/0/malam-lailatul-qadar/

 

Ibnu Katsir berkata: "Dan sangat dianjurkan (disunnahkan) memperbanyak doa pada 
setiap waktu, terlebih lagi di bulan Ramadhan, dan terutama pada sepuluh malam 
terakhir, di malam-malam ganjilnya" [10].

Doa yang dianjurkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ialah:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ
ٍ
Sesuai dengan hadits Aisyah berikut ini:

قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ, مَا 
أَدْعُوْ؟ قَالَ: تَقُوْلِيْنَ: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ, تُحِبُّ الْعَفْوَ 
فَاعْفُ عَنِّيْ.

"Aku (Aisyah) bertanya: “Wahai, Rasulullah. Seandainya aku bertepatan dengan 
malam Lailatul Qadr, doa apa yang aku katakan?” Beliau menjawab: “Katakan: Ya, 
Allah. Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai maaf. Maka, maafkan 
aku" [11].

3. Menghidupkan Malam Lailatul Qadr Dengan Melakukan Shalat Atau Ibadah Lainnya.
Sebagaimana hadits Abu Hurairah, beliau berkata:

عَنِ النَّبِيِّ قَالَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ 
لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ, وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَاناً 
وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

"Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam , beliau bersabda: “Barangsiapa 
yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan (dari Allah), 
niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang 
menghidupkan malam Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan pengharapan (dari 
Allah), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" [12].

Selengkapnya baca di 
http://almanhaj.or.id/content/3154/slash/0/tafsir-surat-al-qadr-tanda-tanda-lailatul-qadr/

 

Wallahu Ta'ala A'lam 

 






                                          

Kirim email ke