From: [email protected]
Date: Wed, 17 Jul 2013 13:08:36 +0000 




Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakatuh
Afwan, mau menanyakan bisakah imam berganti saat tarawih lantaran hafalan surat 
yang dimiliki terbatas?
Jazakumullaahu khayran katsira
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

Biasanya di beberapa masjid imam shalat tarawih bergantian sesuai penunjukan 
oleh pengurus masjid.

 

 SIAPA YANG LEBIH BERHAK MENJADI IMAM?
Jika di suatu masjid terdapat imam rawatibnya, maka yang lebih berhak menjadi 
imam adalah imam rawatib yang ditunjuk oleh penguasa atau pengurus masjid. 
Kalau tidak ada, maka yang didahulukan ialah orang yang lebih banyak memiliki 
hafalan al Qur’an dan lebih memahami hukum Islam. Apabila di kalangan para 
jamaah setara, maka didahulukan yang lebih pandai dan lebih mengetahui tentang 
sunnah-sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Apabila juga setara, maka 
didahulukan orang yang lebih dahulu berhijrah. Apabila sama juga, maka 
didahulukan yang lebih tua usianya.[1]

Ini semua berdasarkan pada beberapa hadits di bawah ini:

1). Hadits Abu Sa’id al Khudri :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانُوا ثَلَاثَةً 
فَلْيَؤُمَّهُمْ أَحَدُهُمْ وَأَحَقُّهُمْ بِالْإِمَامَةِ أَقْرَؤُهُمْ 

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Apabila mereka tiga 
orang, maka hendaklah seorang dari mereka menjadi imam shalat mereka, dan yang 
paling berhak menjadi imam adalah yang paling baik bacaan al Qur`annya" [HR 
Muslim 672]

2). Hadits Abu Mas’ud al Anshari, ia menyatakan :

قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَؤُمُّ الْقَوْمَ 
أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ وَأَقْدَمُهُمْ قِرَاءَةً فَإِنْ كَانَتْ 
قِرَاءَتُهُمْ سَوَاءً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِي 
الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَلْيَؤُمَّهُمْ أَكْبَرُهُمْ سِنًّا وَلَا تَؤُمَّنَّ 
الرَّجُلَ فِي أَهْلِهِ وَلَا فِي سُلْطَانِهِ وَلَا تَجْلِسْ عَلَى تَكْرِمَتِهِ 
فِي بَيْتِهِ إِلَّا أَنْ يَأْذَنَ لَكَ أَوْ بِإِذْنِهِ

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada kami: "Hendaknya yang 
menjadi imam shalat suatu kaum adalah yang paling hafal al Qur`an dan paling 
baik bacaannya. Apabila dalam bacaan mereka sama, maka yang berhak menjadi imam 
adalah yang paling dahulu hijrahnya. Apabila mereka sama dalam hijrah, maka 
yang berhak menjadi imam adalah yang paling tua. Janganlah kalian menjadi imam 
atas seseorang pada keluarga dan kekuasaannya, dan jangan juga menduduki 
permadani di rumahnya, kecuali ia mengizinkanmu atau dengan izinnya" [HR Muslim 
dalam Shahih-nya, kitab al Masaajid wa Mawadhi’ Shalat, Bab Man Ahaqqu bil 
Imamah, no. 1709]

Selengkapnya baca di 
http://almanhaj.or.id/content/2612/slash/0/memahami-posisi-imam-dan-mamum-dalam-shalat-berjamaah/

 

Wallahu Ta'ala A'lam 




                                          

Kirim email ke