From: [email protected]
Date: Wed, 24 Jul 2013 13:42:18 +0800 




Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Apakah shalat tarawih pada pertengahan bulan Ramadhan surat yang dibaca pada 
rakaat pertama Al- Qadr dan shalat witir memakai qunut, mohon penjelasan dengan 
dalil yang sahih.
Jazakumullaah khoiron

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

QUNUT PADA PERTENGAHAN RAMADHAN SAMPAI AKHIR RAMADHAN
Disyari’atkan juga qunut pada pertengahan Ramadhan sampai akhir Ramadhan, 
berdasarkan riwayat Sahabat dan Tabi’in.

Dari ‘Amr bin Hasan, bahwasanya ‘Umar radhiyallahu anhu menyuruh Ubay 
radiyallahu ‘anhu mengimami shalat (Tarawih) pada bulan Ramadhan, dan beliau 
menyuruh Ubay radhiyallahu ‘anhu untuk melakukan qunut pada pertengahan 
Ramadhan yang dimulai pada malam 16 Ramadhan.[8]

Ma’mar berkata: “Sesungguhnya aku melaksanakan qunut Witir sepanjang tahun, 
kecuali pada awal Ramadhan sampai dengan pertengahan (aku tidak qunut), 
demikian juga dilakukan oleh al-Hasan al-Bashri, ia menyebutkan dari Qatadah 
dan lain-lain.[9]

Demikian juga dari Ibnu Sirin.[10]

Syaikh al-Albani berkata: “Boleh juga do’a qunut sesudah ruku’ dan ditambah 
dengan (do’a) melaknat orang-orang kafir, lalu shalawat kepada Nabi Shallallahu 
‘alaihi wa sallam dan mendo’akan kebaikan untuk kaum Musli-min pada pertengahan 
bulan Ramadhan, karena terdapat dalil dari para Shahabat radhiyallahu ‘anhum di 
zaman ‘Umar radhiyallahu ‘anhu. Terdapat keterangan di akhir hadits tentang 
Tarawihnya para Shahabat radhiyallahu ‘anhum, Abdurrahman bin ‘Abdul Qari 
berkata: ‘Mereka (para Shahabat) melaknat orang-orang kafir pada (shalat Witir) 
mulai pertengahan Ramadhan

اللَّهُمَّ قَاتِلِ الْكَفَرَةَ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ 
وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ وَلاَ يُؤْمِنُوْنَ بِوَعْدِكَ، وَخَالِفْ بَيْنَ 
كَلِمَتِهِمْ وَأَلْقِ فِيْ قُلُوْبِهِمْ الرُّعْبَ، وَأَلْقِ عَلَيْهِمْ رِجْزَكَ 
وَعَذَابَكَ إِلَهَ الْحَقِّ.

“Artinya : Ya Allah, perangilah orang-orang kafir yang mencegah manusia dari 
jalan-Mu, yang mendustakan Rasul-Rasul-Mu dan tidak beriman kepada janji-Mu. 
(Ya Allah) perselisihkanlah, hancurkanlah persatuan mereka, timpakanlah rasa 
takut dalam hati mereka, timpakanlah kehinaan dan siksa-Mu atas mereka. (Ya 
Allah) Ilah Yang Haq.”

Kemudian membaca shalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mendo’akan 
kebaikan bagi kaum Musli-min, kemudian memohon ampun bagi kaum Mukminin.

Setelah itu membaca: 

اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى 
وَنَحْفِدُ وَنَرْجُوْ رَحْمَتَكَ رَبَّنَا وَنَخَافُ عَذَابَكَ الْجِدَّ إِنَّ 
عَذَابَكَ لِمَنْ عَادَيْتَ مُلْحِقٌ.

"Artinya : Ya Allah, hanya kepada-Mu kami beribadah, untuk-Mu kami melakukan 
shalat dan sujud, kepadamu kami berusaha dan bersegera, kami mengharapkan 
rahmat-Mu, kami takut siksaan-Mu. Sesungguhnya siksaan-Mu akan menimpa 
orang-orang yang memusuhi-Mu.”

Kemudian takbir, lalu melakukan sujud.[11]


Atau setelah membaca:

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ...

Kemudian membaca:

اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى 
وَنَحْفِدُ نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ 
بِالْكَافِرِيْنَ مُلْحِقٌ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ، وَنَسْتَغْفِرُكَ، 
وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ، وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ، وَنَخْضَعُ 
لَكَ، وَنَخْلَعُ مَنْ يَكْفُرُكَ.

"Artinya : “Ya Allah, kepada-Mu kami beribadah, untuk-Mu kami melakukan shalat 
dan sujud, kepada-Mu kami berusaha dan bersegera (melakukan ibadah). Kami 
mengharapkan rahmat-Mu, kami takut kepada siksaan-Mu. Sesungguh-nya siksaan-Mu 
akan menimpa pada orang-orang kafir. Ya Allah, kami minta pertolongan dan 
memohon ampun kepada-Mu, kami memuji kebaikan-Mu, kami tidak ingkar kepada-Mu, 
kami beriman kepada–Mu, kami tunduk kepada-Mu dan meninggalkan orang-orang yang 
kufur kepada-Mu.” [12]

Do’a di akhir shalat witir [13]

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَأَعُوذُ بِمُعَافَاتِكَ 
مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ 
كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ.

"Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari 
kemarahan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari ancaman-Mu. Aku tidak mampu 
menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagai-mana yang 
Engkau sanjungkan pada Diri-Mu sendiri [14]

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ، سُبْحَانَ 
الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ.

"Artinya : Mahasuci Allah Raja Yang Mahasuci, Mahasuci Allah Raja Yang 
Mahasuci, Mahasuci Allah Raja Yang Mahasuci. (Nabi Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam mengangkat suara dan memanjangkannya pada ucapan yang ketiga.)" [15]

Selengkapnya baca di 
http://almanhaj.or.id/content/1499/slash/0/makna-qunut-makna-nazilah-qunut-pada-pertengahan-ramadhan-dan-akhir-ramadhan/

 

Wallahu Ta'ala A'lam,

 



                                          

Kirim email ke