From: [email protected]
Date: Sun, 28 Jul 2013 06:56:34 +0800

Assalamualaikum.





Tanya, pada jam berapa dimulainya sholat dhuha dan apa maksud setombak dalam 
penentuan waktu.
Terimakasih
muliaman purba.
>>>>>>>>>>>
 
Waktu Dhuha berawal setelah matahari terbit seukuran tombak, yaitu sekitar satu 
meter. Adapun dalam perhitungan jam, yang ma'ruf ialah sekitar 12 menit, atau 
untuk lebih hati-hati sekitar 15 menit. Apabila telah berlalu 15 menit dari 
terbit matahari, maka hilanglah waktu terlarang dan masuklah waktu untuk bisa 
menunaikan shalat Dhuha.
 
 
WAKTU PELAKSANAAN SHALAT DHUHA
Waktu shalat Dhuha dimulai dari terbitnya matahari hingga menjelang matahari 
tergelincir (zawâl). Sedangkan akhir waktu Dhuha, yaitu dengan tergelincirnya 
matahari yang menjadi awal waktu Zhuhur.

Secara rinci Syaikh Ibnu 'Utsaimîn menjelaskan bahwa waktu Dhuha berawal 
setelah matahari terbit seukuran tombak, yaitu sekitar satu meter. Adapun dalam 
perhitungan jam, yang ma'ruf ialah sekitar 12 menit, atau untuk lebih hati-hati 
sekitar 15 menit. Apabila telah berlalu 15 menit dari terbit matahari, maka 
hilanglah waktu terlarang dan masuklah waktu untuk bisa menunaikan shalat 
Dhuha. Sedangkan akhir waktunya, ialah sekitar sepuluh menit sebelum matahari 
tergelincir. [11] 

Dalil yang menjadi penetapan awal waktu Dhuha, yaitu hadits Abu Dzar yang 
berbunyi:

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ 
أَنَّهُ قَالَ ابْنَ آدَمَ ارْكَعْ لِي مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَرْبَعَ 
رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ آخِرَهُ أخرجه الترمذي. 

Dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dari Allah Subhanahu wa Ta’ala 
bahwa Allah berfirman: "Wahai Bani Adam, shalatlah untuk-Ku pada awal siang 
hari empat rakaat, niscaya Aku menjagamu pada sisa hari tersebut".

Adapun jeda sebelumnya, karena ada larangan shalat sebelum matahari 
tergelincir. Oleh karena itu, Syaikh Ibnu 'Utsaimîn rahimahullah menyatakan, 
"Jika demikian, waktu shalat Dhuha dimulai setelah keluar dari waktu larangan 
pada awal siang hari (pagi hari) sampai adanya larangan saat tengah hari".[12] 

WAKTU PALING UTAMA 
Adapun waktu paling utama dalam pelaksanaan shalat Dhuha ialah di akhir 
waktunya. Demikian menurut penjelasan Syaikh Ibnu 'Utsaimîn rahimahullah, dan 
hal ini dijelaskan oleh hadits:

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنْ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا 
لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلَاةَ فِي غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ إِنَّ 
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ 
حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Sesungguhnya Zaid bin Arqam melihat satu kaum melakukan shalat Dhuha, lalu ia 
berkata: "Apakah mereka belum mengetahui bahwa shalat pada selain waktu ini 
lebih utama? Sesungguhnya, dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
bersabda, shalat al-awwabîn (ialah) ketika anak onta kepanasan".[14] 
Selengkapnya baca di 
http://almanhaj.or.id/content/3488/slash/0/shalat-dhuha-pengganti-sedekah-persendian/
 
Wallahu Ta'ala A'lam
 


                                          

Kirim email ke