UCAPAN SELAMAT PADA HARI IED
Oleh
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al Halabi Al Atsari
http://almanhaj.or.id/content/1177/slash/0/ucapan-selamat-pada-hari-ied/


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang ucapan selamat pada hari raya maka 
beliau menjawab [1] :

"Ucapan pada hari raya, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika 
bertemu setelah shalat Ied :

Taqabbalallahu minnaa wa minkum

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُم

"Artinya : Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian"

Dan (أَحَالَ اللّهُ عَلَيْكَ), dan sejenisnya, ini telah diriwayatkan dari 
sekelompok sahabat bahwa mereka mengerjakannya. Dan para imam memberi rukhshah 
untuk melakukannya seperti Imam Ahmad dan selainnya, akan tetapi Imam Ahmad 
berkata : Aku tidak pernah memulai mengucapkan selamat kepada seorangpun, namun 
bila ada orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka aku menjawabnya. Yang 
demikian itu karena menjawab ucapan selamat bukanlah sunnah yang diperintahkan 
dan tidak pula dilarang. Barangsiapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan 
siapa yang meninggalkannya baginya juga ada contoh, wallahu a'lam.[2]

Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar[3] :

"Dalam "Al Mahamiliyat" dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia 
berkata :

كَانَ أَصحَابُ رَسٌوْلُ اللّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا الْتَقَوْا 
يَوْمَ الْعِيْدِ يَقُوْلُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضِ تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمِنْكَ

"Artinya : Para sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bila bertemu pada 
hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu 
minnaa wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)".

Ibnu Qudamah dalam "Al-Mughni" (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad 
berkata : "Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan 
sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id 
berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمِنْكَ

Imam Ahmad menyatakan : "Isnad hadits Abu Umamah jayyid (bagus)" [4]

Adapun ucapan selamat : (كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُم بِحَيْرٍ) atau yang semisalnya 
seperti yang banyak dilakukan manusia, maka ini tertolak tidak diterima, bahkan 
termasuk perkara yang disinggung dalam firman Allah.

أَتَسْتَبْدِلُوْنَ الَّذِيْ هُوَ أَدْنَى بِالَّذِيْ هُوَ خَيْرً

"Artinya : Apakah kalian ingin mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti 
yang lebih baik.?"


[Disalin dari buku Ahkaamu Al Iidaini Fii Al Sunnah Al Muthahharah, edisi 
Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah, oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul 
Hamid Al-Halabi Al-Atsari, terbitan Pustaka Al-Haura', penerjemah Ummu Ishaq 
Zulfa Husein]
_______
Footnote
[1]. Majmu Al-Fatawa 24/253
[2]. Al Jalal As Suyuthi menyebutkan dalam risalahnya " Wushul Al Amani bi 
Ushul At Tahani" beberapa atsar yang berasal lebih darisatu ulama Salaf, di 
dalamnya ada penyebutan ucapan selamat
[3]. Fathul Bari 2/446
[4]. Lihat Al Jauharun Naqi 3/320. Berkata Suyuthi dalam 'Al-Hawi: (1/81) : 
Isnadnya hasan                                        

Kirim email ke