> From: [email protected]
> Date: Tue, 13 Aug 2013 00:26:17 +0000 
> Assalamu'alaikum warahmatullohi wabarakatuh..
> Izinkan saya bertanya kepada anggota disini yg lebih memahami perihal di 
> atas. Adapun pertanyaannya sbg berikut:
> 3. Apakah diperkenankan seorang suami menggampar, mendorong hingga terjatuh 
> lalu mendudukinya dan menggamparnya kembali berulang2, memukul hingga lebam 
> dengan alasan agar si istri menurut terhadap suaminya?
> Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih. 
>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

Tindakan menggampar, mendorong hingga terjatuh lalu mendudukinya dan 
menggamparnya kembali berulang-ulang dan memukul hingga lebam, merupakan salah 
satu bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

 

Hendaklah kita mencontoh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang oleh 
isteri beliau, 'Aisyah Radhiyallahu 'anha disifati sebagai berikut: 

مَا ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ شَيْئًا قَطُّ بِيَدِهِ وَلَا امْرَأَةً وَلَا 
خَادِمًا إِلَّا أَنْ يُجَاهِدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا نِيلَ مِنْهُ شَيْءٌ 
قَطُّ فَيَنْتَقِمَ مِنْ صَاحِبِهِ إِلَّا أَنْ يُنْتَهَكَ شَيْءٌ مِنْ مَحَارِمِ 
اللَّهِ فَيَنْتَقِمَ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ 

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam , sama sekali tidak pernah memukul 
sesuatu dengan tangan beliau, tidak juga pernah memukul wanita atau pembantu, 
kecuali dalam jihad fi sabilillah. Dan tidaklah beliau pernah disakiti kemudian 
membalas dendam; tetapi jika salah satu larangan Allah dilanggar, beliau 
membalas karena Allah" [HR Muslim, 2328]

 

Beberapa contoh yang bisa dikategorikan sebagai KDRT, antara lain: 
1. Menjadikan pukulan atau hajr sebagai jalan pertama dalam menyelesaikan 
masalah rumah tangga. 
2. Mengeluarkan kata-kata yang tidak baik, seperti qabbahakillah (semoga Allah 
menjadikanmu jelek). 
3. Mendiamkan isteri di luar rumah tanpa keperluan. 
4. Memukul wajah. 
5. Memukul di luar batas kewajaran.

Ingatlah syari'at islam tidak membolehkan dan tidak mensyariatkan kecuali untuk 
kebaikan manusia seluruhnya, dan tidak melarang kecuali perkara yang merusak 
dan mengganggu manusia. Karena itu, marilah kembali merujuk kepada Islam dalam 
melihat dan mengamalkan semua amalan keseharian kita. Sebagai penutup kita 
perlu memperhatikan dua hal dibawah ini.

Pertama, Sabar Menghadapi Isteri.
Bahtera rumah tangga tidak dapat berjalan dengan baik jika pasangan suami 
isteri tidak memiliki kesabaran di antara mereka. Hal ini juga diperintahkan 
Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam firmanNya:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ 
تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا 

"Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai 
mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal 
Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak" [an-Nisâ`/4:19]. 

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِىَ مِنْهَا 
آخَرَ

"Janganlah seorang mukmin membenci mukminah. Jika ia tidak suka dengan salah 
satu perangainya, tentu ia suka perangai yang lainnya" [Muslim, 2672]

Tidak semestinya suami menjadikan setiap kesalahan istri sebagai sebab untuk 
melampiaskan amarah. Hendaklah kita mencontoh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam yang oleh isteri beliau, 'Aisyah Radhiyallahu 'anha disifati sebagai 
berikut: 

مَا ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ شَيْئًا قَطُّ بِيَدِهِ وَلَا امْرَأَةً وَلَا 
خَادِمًا إِلَّا أَنْ يُجَاهِدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا نِيلَ مِنْهُ شَيْءٌ 
قَطُّ فَيَنْتَقِمَ مِنْ صَاحِبِهِ إِلَّا أَنْ يُنْتَهَكَ شَيْءٌ مِنْ مَحَارِمِ 
اللَّهِ فَيَنْتَقِمَ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ 

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam , sama sekali tidak pernah memukul 
sesuatu dengan tangan beliau, tidak juga pernah memukul wanita atau pembantu, 
kecuali dalam jihad fi sabilillah. Dan tidaklah beliau pernah disakiti kemudian 
membalas dendam; tetapi jika salah satu larangan Allah dilanggar, beliau 
membalas karena Allah" [HR Muslim, 2328]

Al-Alusi rahimahullah berkata: "Dan jelas, bahwasanya menahan diri dan sabar 
terhadap isteri lebih baik daripada memukul mereka, kecuali jika ada alasan 
yang kuat".[9]

Kedua, Islam Menghormati dan Memuliakan Wanita.
Keterangan di atas menunjukkan bahwa Islam melarang KDRT, kecuali jika 
diperlukan untuk mewujudkan maslahat yang lebih besar, dan dengan 
batasan-batasan yang ketat. Hal seperti ini, kita istilahkan dengan ketegasan. 
Islam memberikan kedudukan sangat mulia kepada wanita. Banyak hal yang 
menunjukkan penghormatan tersebut. 

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikan orang yang paling baik dalam umat 
ini ialah yang paling baik memperlakukan isterinya. Beliau Shallallahu 'alaihi 
wa sallam bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ 
خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

"Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya; dan 
orang-orang terbaik di antara kalian ialah yang paling baik akhlaknya terhadap 
isteri mereka" [HR at-Tirmidzi, 1195. Dishahihkan Syaikh al-Albâni dalam 
Silsilah al-Ahadits ash-Shahîhah, 284]

Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

وَلَنْ يَضْرِبَ خِيَارُكُمْ

"Dan orang-orang terbaik di antara kalian tidak akan memukul" [HR al-Baihaqi, 
7/304] 

Salah seorang rawi hadits ini mengatakan: 

وَكَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم خَيْرَهُمْ كَانَ لاَ يَضْرِبُ

"Dan Rasulullah adalah yang terbaik di antara mereka, beliau tidak memukul". 
[Riwayat Ibnu Abi Syaibah, 5/223]

Hadits-hadits ini hendaklah menjadi pendorong munculnya rasa takut pada diri 
seorang muslim. Komitmen sebagian muslimin terhadap pokok-pokok ajaran 
Ahlus-Sunnah terkadang tidak diiringi dengan akhlak yang baik, termasuk kepada 
keluarga, khususnya isteri. KDRT masih sering terdengar dari rumah kita. 
Padahal Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikan hal ini sebagai parameter 
kedudukan kita di sisi Allah. Yang tidak berakhlak baik kepada isteri bukanlah 
golongan terbaik dalam umat ini.

Selengkapnya baca di 
http://almanhaj.or.id/content/2605/slash/0/membedakan-antara-ketegasan-dan-kekerasan-dalam-rumah-tangga-kdrt/

 

Wallahu Ta'ala A'lam


 
                                          

Kirim email ke