KOMPAS.com | Selasa, 9 Februari 2010 | Bahkan seorang pengajar sekolah
menengah atas (SMA) sejak dini harus pintar mengelola uang. Tak
berhenti sampai di situ, harus cerdik pula menyikapi utang.

Bekal itulah yang dibawa oleh 25 pengajar SMA di Jakarta usai mengikuti
pelatihan perencanaan keuangan yang diselenggarakan INTI Indonesia
bekerja sama dengan Akbar’s Financial Check Up pada Selasa (9/2/2010)
di Jakarta.

“Sekarang, kalau kita tidak pintar mengatur keuangan, hidup kita akan
selalu terasa kurang, tidak jarang malah berakhir dengan banyak utang.
Kalau sudah banyak utang, pada akhirnya taraf perekonomian dan
kesejahteraan kita pun akan terpengaruh,” begitu pesan Managing
Director INTI Indonesia Sudino Lim dalam kesempatan tersebut.

Program perencanaan keuangan tersebut bertajuk “Tips dan Trik
Pengelolaan Keuangan untuk Pengajar”. Di dalamnya, para pengajar
mendapattips dan trik mengelola keuangan dengan cermat, seperti
membiasakan diri untuk mencatat pengeluaran setiap bulannya serta
melakukan penyesuaian terhadap pemasukan dan pengeluaran agar bisa
mendapatkan disposable income (kelebihan dana) untuk kebutuhan menabung
ataupun investasi.

Selanjutnya, para pengajar juga mendapatkan informasi mengenai utang
konsumtif dan utang non-produktif serta cara-cara pembayaran utang yang
ideal jumlahnya tidak lebih dari
30 persen pendapatan per bulan.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 3/05/2010 09:22:00 AM

Kirim email ke