Tribun-timur.com | Minggu, 14 Februari 2010 | MAU meningkatkan IQ dan
kreativitas anak? Ajarlah dia bermain musik, khususnya bagi anak usia
dua hingga enam tahun.

Tips tersebut diungkapkan salah satu musisi Indonesia, drummer Gilang
Ramadhan. Latihan atau pendidikan musik, khususnya bermain drum pada
usia dua sampai lima tahun akan sangat membantu kreativitas dan
perkembangan anak pada bagian otak tertentu yang digunakan untuk
mempelajari bahasa dan daya nalar.
"Nilai IQ anak berusia dua sampai lima tahun yang belajar musik bisa
meningkat tujuh poin dibandingkan dengan anak-anak yang tidak belajar
musik atau berlatih drum," kata Gilang mengutip suatu hasil penelitian.
Gilang menyampaikan itu ketika bersilaturahmi ke kantor Tribun, Sabtu
(13/2) petang. Dia ditemani Branch Manager Gilang Ramadhan Studio
Drummer, Muh Rahmat Rahman, dan Iskandar.
Mereka diterima Redaktur Pelaksana Tribun, Syarief Amir, Redaktur
Hiburan Tasman Banto, dan Sekretaris Redaksi Rusdy Embas.

Asah Otak
Studi yang dilakukan belakangan ini telah menunjukkan bahwa latihan
musik dapat mengembangkan kreativitas dan kemampuan otak kiri yang
dalam tugas sehari-harinya memproses informasi atau bahasa yang masuk
ke otak.
Hal tersebut membantu otak tersebut mengalirkan sirkuit tertentu pada
otak dengan cara tertentu.
Juga, dengan memperdengarkan lagu-lagu yang familiar pada saat
menangkap informasi baru cenderung meningkatkan daya tangkap pada
anak-anak yang masih muda.

Lebih Kreatif
Itulah sebabnya, Gilang Ramadhan Studio Drummer tidak sekadar mengajari
anak-anak dan remaja untuk bisa bermain musik saja.
Namun yang lebih diutamakan adalah bagaimana ia bisa menghasilkan anak
yang memiliki kreativitas. "Kalau ikut kursus paling 20 persen yang
bisa menjadi pemain musik, selebihnya tidak menjadi pemain musik,
tetapi dia akan bisa lebih kreatif dan membantu perkembangannya," kata
Gilang.
Selain itu, terdapat pula hubungan yang sangat erat antara musik dan
daya nalar spasial (spatial intelligence) yaitu kemampuan untuk
menangkap informasi tertentu dengan cepat dan dapat membuat gambaran
secara mental atas hal-hal yang dilihat.
Intelegensia seperti ini, seseorang dapat memvisualisasikan berbagai
elemen pada saat bersamaan sangat penting fungsinya untuk banyak hal
dari menyelesaikan tugas matematika yang kompleks sampai pada kemampuan
untuk mengingat apa saja yang akan diperlukan untuk dimasukkan dalam
tas sekolah pada hari itu.
Anak-anak yang belajar musik baik secara langsung atau dari forum musik
dan tari cenderung belajar berpikir secara kreatif dan memecahkan
masalah dengan cara membayangkan berbagai alternatif solusi yang ada,
sehingga menolak ketentuan dan asumsi yang berlaku.
Sebelum ke Makassar, Gilang memberi workshop soal musik kepada
guru-guru SMP dan SMA di Cirebon, Jawa Barat. Dalam kegiatan tersebut,
Gilang memberikan sejumlah tips dasar dan mengajak untuk mengubah
paradigma.
"Kita jangan menjadi tukang karena sudah bukan saatnya. Sekarang ini
harus mengasah diri menjadi konseptor atau pemikir dengan melahiran
ide-ide positif," tambahnya.
Gilang pun bersedia mengajar musim sejak usia 1,8 tahun hingga mereka
yang berusia 60-an tahun. "Ada banyak yang bisa dilakukan,"katanya.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 3/06/2010 11:38:00 PM

Kirim email ke