VIVAnews.com | Kamis, 25 Februari 2010 | Proses kehamilan atau
menurunkan berat badan merupakan pengalaman yang dialami banyak wanita.
Sayangnya, dua pengalaman ini disertai sesuatu yang lebih mendebarkan,
yaitu munculnya stretch mark. Tetapi, Anda tidak harus terjebak dengan
garis-garis tak sedap dipandang pada kulit. Ada beberapa cara mencegah
dan mengurangi strecth mark.

Pada dasarnya bentuk stretch mark terjadi karena kulit meregang
melampaui elastisitas normal. Ketika ini terjadi, lapisan kulit tengah
mempertahankan garis-garis tersebut sehingga timbul warna ungu merah di
sekitar perut, payudara atau paha. Seiring waktu, garis-garis ini
sering pudar menjadi warna putih atau keperakan dan menetap pada kulit.

Kehamilan, penurunan berat setelah kelebihan berat badan, menyebabkan
90 persen wanita akan mengalami hal tersebut.

Leslie Baumann, MD, direktur University of Miami Cosmetic Group dan
penulis 'The Skin Type Solution' memberikan beberapa tips mencegah
stretch mark.

Salah satu tindakan pencegahan paling cerdas adalah memastikan Anda
cukup hidrasi. Para ahli mengatakan, dengan asupan air yang cukup,
resiko stretch mark lebih sedikit. Jika mengasup kafein, perbanyak
minum air putih, kerena kafein membuat Anda dehidrasi.

Memberi pelembab pada kulit merupakan faktor kunci menjaga ketahanan
kulit. Baumann mengatakan, pelembab membuat kulit menjadi lebih liat
dan lebih elastis sehingga mampu meregang jika terhidrasi dengan baik.

Gunakan pelembab tubuh yang mengandung shea butter atau mentega kakao
dan usapkan tiga sampai empat kali sehari ke daerah-daerah rawan
strecth mark.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 3/09/2010 10:15:00 PM

Kirim email ke