VIVAnews.com | Selasa, 23 Februari 2010 | Inilah alternatif pengobatan
untuk menghindari efek depresi tanpa penggunaan obat-obatan.
Kehamilan bagi sebagian wanita selain membawa kebahagiaan juga memberi
beban tersendiri. Perubahan hormon dan bentuk tubuh bisa menimbulkan
ketegangan bahkan depresi selama kehamilan. Menurut penelitian terbaru,
wanita hamil memiliki alternatif pengobatan untuk menghindari efek
depresi tanpa penggunaan obat-obatan kimia.

Studi Universitas Stanford School of Medicine Sleep Medicine Center di
Redwood City menemukan bahwa wanita hamil yang mengalami ketegangan
hingga depresi dapat diobati dengan akupunktur khusus. Tingkat respons
dengan akupunktur mencapai 63 persen dibandingkan respons akupunktur
kontrol dan pijat sebesar 44 persen.

Menurut jurnal March of Dimes, 20 persen wanita kemungkinan mengalami
depresi selama kehamilan. Gejala-gejalanya termasuk sedih, putus asa
terus menerus, umumnya terjadi lebih dari dua minggu. Wanita juga dapat
mengalami kecemasan berat atau merasa terputus dari bayi. Manber
memperingatkan, jika wanita hamil berpikiran untuk bunuh diri, hal
tersebut merupakan tanda untuk segera mencari bantuan.

Selama masa kehamilan, banyak wanita yang berhati-hati menggunakan
obat-obatan. Studi menemukan interpersonal psikoterapi adalah pilihan
bagi wanita yang mengalami depresi selama kehamilan, tetapi jenis
terapi ini tidak selalu tersedia.

Untuk penelitian ini, Manber dan rekan-rekannya merekrut 150 ibu hamil
dengan usia kehamilan 12 dan 30 minggu yang didiagnosis dengan depresi
besar.

Para wanita dibagi secara acak menjadi tiga kelompok dengan pengobatan
spesifik. Pertama pengobatan depresi dengan akupunktur spesifik (52
wanita), akupunktur kontrol (49 wanita) dan pijat (49 wanita). Depresi
protokol khusus dirancang hanya untuk studi ini, dan akupunktur kontrol
secara khusus dirancang untuk menghindari penggunaan jarum akupunktur
di bagian tubuh yang mempengaruhi depresi.

Para peneliti menemukan tanggapan atas depresi mencapai 63 persen pada
wanita yang menerima akupunktur spesifik depresi, sementara tingkat
tanggapan dalam kelompok kontrol akupunktur dan pijat 44,3 persen.
Sebuah pengobatan didefinisikan mengurangi tingkat depresi bila
mencapai 50 persen atau lebih.

Dr. Shari Lusskin, Direktur reproduksi psikiatri di New York University
Medical Center Langone mengatakan akupunktur merupakan pengobatan
alternatif dan mendorong agar dilakukan penelitian ilmiah lebih
lanjut. "Penelitian ini perlu direplikasi pada skala yang lebih besar,"
ujar Lusskin.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 3/09/2010 10:20:00 PM

Kirim email ke