VIVAnews.com | Senin, 8 Maret 2010 | BusinessInsider mengklaim memiliki
bukti peretasan oleh pendiri Facebook pada 2004.
Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg dituduh telah meretas (hacking) akun
email pesaing dan wartawan. CEO situs jejaring sosial populer yang
memiliki 400 juta pengguna itu dianggap sedikitnya melakukan dua
pelanggaran.

Itu terungkap dalam laporan investigasi yang ditulis oleh
BusinessInsider.com pada 5 Maret 2010. Setelah melakukan dua tahun
investigasi, majalah itu mengklaim memiliki bukti peretasan oleh
pendiri Facebook itu pada 2004.

Pertama adalah ketika Zuckerberg menemukan bahwa reporter dari koran
Harvard "The Crimson" yang berniat menulis berita buruk tentang dirinya
pada 2004. Dia menggunakan data login Facebook reporter untuk meretas
akun mereka.

Kedua, BusinessInsider menuding Zuckerberg telah meretas akun
pesaingnya di Harvard yang menuduhnya telah mencuri ide mereka untuk
media jejaring sosial. Dia kemudian melakukan sabotase atas media
jejaring sosial saingan yang tengah dibangun.

Sengketa itu bermula dari tuduhan tiga seniornya di Harvard, yakni
Cameron Winklevoss, Tyler Winklevoss, dan Divya Narendra. Mereka
menuding Zuckerberg bertujuan menyesatkan mereka bahwa dia akan
membantu membangun jejaring sosial, HarvardConnection.com yang sudah
dirintis sejak 2003. Yang terjadi sebaliknya, Zuckerberg mencuri ide
mereka untuk membuat produk saingan hingga berlanjut di pengadilan.

Setelah Zuckerberg meluncurkan TheFacebook.com pada Februari 2004,
Cameron, Tyler dan Divya merekrut sejumlah developer untuk membuat
HarvardConnection. Pada pertengahan Mei 2004, ketiganya siap
meluncurkan HarvardConnection yang kemudian berubah menjadi ConnectU.

Kemudian, editor "The Crimson" menerima email di inbox mereka dari
Cameron Winklevoss, salah satu pendiri ConnectU. Email itu menyatakan
bahwa TheFacebook.com yang dibuat oleh Zuckerberg telah menipu tim
ConnectU.

Atas klaim mereka, reporter Crimson kemudian mengkonfirmasikan kepada
Zuckerberg tentang tuduhan tersebut. Dia rupanya dapat meyakinkan
kepada media tersebut bahwa jejaring sosial itu berbeda dengan
rencananya membangun HarvardConnetion.com yang lebih fokus pada website
untuk kencan.

Setelah berita itu muncul, tampak cemas bahwa "The Crimson" akan
meneruskan kisah itu. Zuckerberg kemudian berhasil meyakinkan media
kampus tersebut soal tuduhan negatif itu, sehingga "The Crimson" tak
meneruskan berita tentang ini.

Namun, Winklevoss bersaudara kemudian mengirimkan pesan lagi
kepada "The Crimson" bahwa di Harvard ada korban lain. Namanya, John
Thomson yang juga mengaku bahwa Zuckerberg telah mencuri ide tampilan
miliknya untuk TheFacebook yang disebutnya sebagai "Visualize Your
Buddy."

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 3/09/2010 07:02:00 PM

Kirim email ke