Mediaindonesia.com | Senin, 10 Mei 2010 | DOKTER gigi menganjurkan Anda
mengangkat plak yang mengandung bakteri dari gigi setiap tiga hingga
enam bulan sekali. Bakteri yang hidup dalam plak, menurut dokter,
melepaskan asam yang memperlemah email gigi dan meningkatkan risiko
kerusakan gigi. Selain itu, bakteri dam asam yang dilepaskan juga
meningkatkan risiko peradangan gusi.

Bagaimana cara efektif mengangkat plak? Berikut cara membuang plak
berdasarkan studi terbaru yang bisa membantu Anda menjaga mulut bebas
dari plak dan gigi berlubang.

Pasta gigi
Pilihlah pasta gigi mengandung komponen pencegah plak. Colgate Total
misalnya, mengandung substansi antibakteri bernama triclosan yang
diklaim bisa mengurangi plak dan tetap aktif dalam mulut selama 12 jam
setelah penggunaan.

Sementara itu, pasta gigi Arm & Hammer's Brilliant Sparkle Gel
mengandung formula pemecah plak yang berfungsi mencegah lapisan plak
menempel di permukaan gigi. Dalam percobaan yang dilakukan di
University Park Research Centre, Indiana, pasta gigi ini mengangkat
plak 88 persen lebih banyak dibandingkan produk kompetitor lainnya.

Polifenol
Teh hijau, anggur merah dan jus cranberry mengandung substansi yang
dikenal dengan polifenol. Komponen ini mengurangi pembentukan plak dan
mencegah bakteri penyebab gigi berlubang menempel di gigi.

Percobaan yang dilakukan di University of Rochester Medical Centre,
Amerika serikat, menemukan bahwa minuman seperti jus cranberry bisa
membantu mengangkat bakteri penyebab gigi berlubang 50 persen lebih
banyak. Selain itu, polifenol juga membantu mencegah bakteri
memproduksi asam yang memecah lapisan email gigi.

Dalam studi lain, peneliti dari University of Tohoku, Jepang,
menganalisis kesehatan gigi dan diet dari 250.000 partisipan. Peneliti
menemukan, satu cangkir teh hijau saja sehari bisa meningkatkan
kesehatan gigi dan menurunkan risiko gigi tanggal sebanyak 20 persen.

Minyak zaitun
Cobalah membatasi pembentukan plak dan menguatkan gigi dengan
menambahkan minyak zaitun ke dalam salad atau masakan Anda.

Peneliti dari University of Madrid mempelajari kandungan antirongga
dari minyak zaitun setelah menemukan bahwa penduduk kota penghasil
minyak zaitun mempunyai angka kerusakan gigi dan penyakit gusi yang
jauh lebih rendah.

Peneliti menemukan, minyak zaitun mengandung oleuropein, komponen
antibakteri yang mencegah bakteri 'gram negative' menempel di gigi.
Bakteri 'gram negative' merupakan pemicu penyakit gusi dan penurunan
kepadatan tulang.

Selain itu, minyak zaitun melapisi gigi dengan molekul-molekul lemak
sehingga mencegah pembentukan plak. Diet sumber lemak dan minyak
lainnya juga membantu menetralkan asam yang diproduksi bakteri dalam
plak.

Permen karet
Mengunyah permen karet yang mengandung Xylitol atau sorbitol (pengganti
gula), mempunyai efek pengurang plak. Xylitol tidak bisa digunakan oleh
bakteri, sehingga membuat bakteri tersebut kelaparan. Begitu bakteri
mati, kerusakan gigi juga akan berkurang.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal Of Dental Education,
seperti dikutip situs dailymail.co.uk, menemukan, mengunyah permen
karet Xylitol sekali sehari selama empat minggu menyebabkan pengurangan
plak dalam jumlah besar.

Studi dari Harvard School of Dental Medicine juga menemukan, mengunyah
permen karet ini secara teratur mengurangi kerusakan gigi sebanyak 30
hingga 60 persen.









www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 5/16/2010 12:21:00 PM

Kirim email ke