KOMPAS.com | Selasa, 11 Mei 2010 | Puluhan warga Desa Sanggrahan,
Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, hingga Senin (10/5/2010) masih
mendatangi makam Mbah Rosiah. Pasalnya, makam perempuan tua yang
dikenal sebagai dukun kondang itu meledak, pada Rabu (5/5/2010).

Belum diketahui pasti penyebab meledaknya makam yang terletak di tanah
pribadi seluas sekitar 50 x 10 meter tersebut. Adapun Mbah Rosiah
dimakamkan di sana setelah meninggal akibat kolesterol tinggi, 1 Juni
2009, dalam usia 67 tahun.

Seorang saksi mata ledakan, Ngadiron (42), menceritakan, sebelum makam
Mbah Rosiah meledak, Selasa dini hari, tampak kepulan asap putih di
tengah makam. Ngadori mengaku mencium bau harum semerbak seperti kayu
cendana.

Melihat fenomena tersebut, Ngadiron dan istri, Siti Mudrikah (38),
tidak menghiraukan karena menganggap asap yang keluar dari makam adalah
embun biasa. “Hanya saya lihat saja, lalu saya melanjutkan menengok
ternak ikan saya yang berada di samping makam,” ungkapnya, Senin
kemarin.Ngadiron melanjutkan, keesokan paginya, Rabu sekitar pukul
07.30, dia kembali menengok kolam ikan miliknya dan melintas lagi di
lokasi makam. Kala itu dia masih melihat kepulan asap, tetapi tetap
tidak menghiraukan.

Sekitar satu jam kemudian, Ngadiron mendengar ledakan yang menggelegar
seperti suara bom. Setelah dicari, ternyata sumber ledakan berasal dari
makam Mbah Rosiah.

Akibat ledakan, katanya, makam berantakan. Bangunan bagian atas
berserakan, dan pasir yang berada dalam makam juga ikut berhamburan
keluar. Hanya dalam waktu beberapa menit kemudian beberapa warga yang
tinggal tak jauh dari makam mulai berdatangan. Mereka merasa terkejut
dan menduga ada keanehan dalam ledakan itu.

Bukan hanya para warga yang heboh atas meledaknya makam Mbah Rosiah,
tetapi juga sang suami, Panudi (58). “Mulai Jumat (7/5/2010), banyak
warga datang untuk menyaksikan kondisi makam,” kata Panudi, yang
ditemui Surya di makam istrinya, Senin kemarin.

PANUDI mengatakan, kedatangan warga untuk menyaksikan langsung kondisi
makam Mbah Rosiah karena rasa penasaran yang sangat besar. Pasalnya,
semasa hidup, Mbah Rosiah memang terkenal sebagai sosok yang dituakan
dan sering mengobati orang sakit karena hal-hal yang aneh.

“Pasien almarhumah banyak, bahkan dari luar kota juga ada. Makanya,
kejadian ini membuat mereka kaget dan penasaran,” ungkapnya.Hal serupa
dikatakan Ngadori. Sebagai penduduk asli Desa Sanggrahan, Ngadori
mengenal baik sosok Mbah Rosiah. Bahkan dia juga belajar ilmu kejawen
dari Mbah Rosiah semasa masih hidup.

“Kalau ada apa-apa di desa ini, warga selalu meminta petunjuk kepada
Mbah Rosiah,” katanya.

Menurut Ngadori, selain warga setempat, banyak warga daerah lain sering
mendatangi rumah Mbah Rosiah untuk sekadar minta restu atau berobat.
Bahkan, setelah Mbah Rosiah meninggal, kadang-kadang ada orang luar
kota datang berziarah ke makamnya.

Ditemui terpisah, Kapolsek Boyolangu AKP Suryadi mengaku belum bisa
memastikan penyebab ledakan. Namun, dia menduga ledakan tersebut
disebabkan uap panas yang berada dalam tanah. Karena tidak mampu
menahan uap tersebut, makam pun akhirnya meledak.

“Makamnya kan dikijing (dibangun dengan batu bata) dan pinggirnya
dikeramik. Uapnya tidak bisa keluar, akhirnya meledak. Apalagi saat ini
cuaca lagi tidak menentu, kadang panas sekali, dan tiba-tiba hujan,”
katanya.

Polisi sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian
perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, pihaknya tidak menemukan
kejanggalan, seperti ada bahan peledak yang sengaja dipasang di lokasi.

“Dugaan sementara ya itu (karena uap panas dalam tanah),” papar Suryadi.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 5/22/2010 01:00:00 AM

Kirim email ke