VIVAnews.com | Minggu, 23 Mei 2010 | Baru-baru ini terkuak, Elvis
meninggal bukan karena penyakit jantung, tapi sembelit kronis
Siapa yang tak kenal artis legendaris Elvis Presley. Banyak orang masih
terus mempertanyakan penyebab kematian 'Raja rock & roll' ini. Sebagian
besar penggemarnya mengatakan, kematiannya akibat serangan jantung.
Namun, baru-baru ini diketahui, Elvis menghembuskan napas terakhir
karena menderita sembelit kronis.

Seperti dikutip dari situs dailymail.co.uk, beberapa waktu lalu, dokter
pribadi Elvis Presley Dr. Nick George Nichopoulos, dan juga penulis
buku 'The King and Doctor Nick' ini mengungkapkan penyanyi legendaris
ini tidak meninggal akibat serangan jantung - seperti yang pernah
beredar sebelumnya - tetapi disebabkan sembelit kronis.

Dari kasus Elvis, spesialis penyakit dalam asal Inggris Dr. Ellie
Cannon mencoba mengupas seputar masalah penyakit Elvis. Menurutnya,
Elvis menderita sembelit dengan kondisi yang tidak biasa atau sembelit
kronis. Dengan kondisi megacolon (lumpuh urat saraf di usus), usus
mengembang begitu besar, dan dapat menyebabkan peradangan internal dan
septicaemia (keracunan darah). Mungkin ini yang menyebabkan kondisi
Elvis sukar ditolong dan pada akhirnya meninggal.

Rata-rata orang, menurut Ellie idealnya buang air besar (BAB)
setidaknya sekali sehari. Namun, kebiasaan BAB setiap orang berbeda.
“Pada beberapa kasus, BAB bisa terjadi tiga kali sehari atau justru dua
kali seminggu. Dan, sembelit terjadi saat mengalami kesulitan BAB.
Untuk lebih jelasnya, Ellie juga memaparkan gejala awal penyakit
penyebab kematian Elvis Presley ini lebih jauh.

Apa penyebab konstipasi atau susah BAB?

Pola makan dan faktor diet, seperti tidak makan cukup serat dan minum
air terlalu sedikit bisa menjadi penyebab terjadinya sembelit. Selain
itu, termasuk obat-obatan, seperti antidepresan dan kondisi medis
seperti sindrom iritasi usus (IBS) dan tiroid.

Kapan sembelit mengkhawatirkan?

Setiap perubahan kebiasaan BAB yang berkelanjutan harus dibicarakan
dengan dokter, terutama jika Anda menemukan feses berdarah atau
mengalami nyeri atau sakit. Karena, sembelit yang parah dapat memblokir
usus, yang menyebabkan kanker usus dan juga terkait dengan masalah
saraf tulang belakang.

Apakah perlu minum obat pencahar agar lancar BAB?

Tidak, cobalah metode alami pertama. Meningkatkan asupan cairan, makan
lebih banyak serat dan olahraga. Cobalah mengonsumsi buah plum yang
mengandung sorbitol, gula alami yang bekerja sebagai pencahar yang
memperlancar BAB.

Atau, bisa juga mengonsumsi buah persik, apel dan aprikot. Buah ini
dipercaya efektif mengatasi masalah sembelit. Jika masalah konstipasi
juga tak membaik setelah mengonsumsi buah pencahar, segara
berkonsultasi ke dokter.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 5/24/2010 07:30:00 AM

Kirim email ke