VIVAnews.com | Kamis, 20 Mei 2010 | Sebuah studi terbaru menunjukkan,
orang-orang dengan perut besar alias buncit sebelum berusia 50 tahun
secara signifikan lebih cenderung memiliki otak lebih kecil. Sehingga
meningkatkan risiko menderita alzheimer serta menderita bentuk lain
dari penyakit demensia di kemudian hari.

Dikutip dari laman dailymail.co.uk, ilmuwan AS mengukur perut para
penderita obesitas. Penelitian terhadap 733 orang berusia rata-rata 60
tahun ini melakukan perbandingan volume otak pada CT scan.

Mereka yang memiliki jumlah tertinggi lemak pinggang memiliki otak
lebih kecil dibandingkan dengan lemak pinggang dengan jumlah terendah.

"Data kami menunjukkan hubungan kuat antara obesitas sentral dan risiko
demensia dan penyakit Alzheimer," kata Sudha Seshadri, dari Boston
University School of Medicine, dan pemimpin penelitian yang diterbitkan
dalam jurnal Annals of Neurology.

Dr. Susanne Sorensen, dari Alzheimer's Society juga mengatakan, "Salah
satu penyebab perut buncit adalah akibat konsumsi minuman beralkohol.
Tapi kini, perut buncit tak hanya bisa menyebabkan penyakit jantung,
tapi juga dapat meningkatkan risiko terkena demensia."

Lemak perut diakui sebagai jenis lemak paling berbahaya dan sebagai
lemak tersembunyi, yang lebih berbahaya daripada lemak di pinggul.

Lemak tambahan ini dikemas di sekitar organ dalam perut yang melepaskan
lebih banyak asam yang meningkatkan risiko penyakit jantung, bersama
dengan faktor-faktor yang meningkatkan tekanan darah dan gula darah.

Penelitian lain sudah menghubungkan antara obesitas untuk penyakit
pembuluh darah yang berperan dalam demensia, sebagian melalui
pengerasan arteri.

Penelitian ini diakui para ilmuwan, meskipun belum bisa secara detail
membeberkan kriteria tingkat lingkar pinggang yang sehat. Namun,
sebagai panduan kasar, para dokter menyarankan pria sebaiknya memiliki
ketebalan perut tidak lebih besar dari 40 inci atau 100 cm dan wanita
harus tetap berada pada lingkar sekitar 35 inci atau 88 cm.

Penelitian sebelumnya yang melibatkan autopsi menunjukkan bahwa
perubahan dalam otak yang berhubungan dengan penyakit alzheimer dapat
dimulai pada usia muda, dan studi lain menunjukkan bahwa lemak perut
tinggi pada dewasa tua diikat atrofi otak yang lebih besar.

Para ahli percaya, efek berbahaya dari obesitas abdominal pada otak
dapat mulai jauh sebelum muncul tanda-tanda demensia. Sementara, perut
besar yang diderita orang usia setengah baya telah terbukti
meningkatkan risiko diabetes, stroke dan penyakit jantung koroner.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 5/24/2010 07:34:00 AM

Kirim email ke