INILAH.COM | Minggu, 7 Maret 2010 | Perusahaan telekomunikasi Ericsson
memprediksi perkembangan penggunaan broadband sangat pesat seiring
pengaplikasiannya pada perangkat rumah tangga.

"Penggunaan broadband akan berkembang pesat, terutama penggunaan mobile
broadband," kata Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Arun Bansai, di
Bandung.

Penggunaan broadband akan berkembang tidak hanya pada personal komputer
dan telepon genggam tetapi juga pada peralatan-peralatan pendukung
kehidupan manusia.

Atas alasan perkembangan tersebut maka Ericsson memiliki prediksi bahwa
50 miliar perangkat terhubung dengan broadband di dunia pada tahun 2020.

Di tahun 2010, Core and IMS Ericsson Indonesia, Sigit Priyanggoro
menyebutkan telah ada empat hingga lima miliar peralatan terkoneksi
dengan broadband. Angka itu akan terus bertambah seiring perubahan
perilaku konsumen yang menginginkan perangkat mereka terkoneksi.

Tiga hal yang menjadi penyebab konsumen broadband meningkat pesat, ujar
dia, manusia membutuhkan kenyamanan untuk menunjang gaya hidupnya,
kebutuhan untuk menjadi lebih efisien dalam usaha, serta kebutuhan
berpendidikan hingga kesehatan.

Karena itu, menurut dia, telekomunikasi akan merubah industri lain
seperti kesehatan, transportasi, media, pemerintah, dan utilitas.

Akibatnya, ada efisiensi dalam pelaksanaan pemerintahan, bisnis baru
akan bermunculan, pertumbuhan pesat industri, kehidupan yang
berkesinambungan.

"Peralatan seperti kulkas, kompor, mobil, nanti akan terkoneksi dengan
telepon pintar kita berkat mobile broadband tadi," katanya.

Semua itu, membutuhkan teknologi komunikasi bergerak yang memungkinkan
transfer data berukuran besar secara cepat dengan cara yang efisien dan
hemat biaya melalui optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi.

Long Term Evolution (LTE), menurut dia, menjadi solusi untuk memenuhi
hal tersebut, sayangnya pemanfaatannya dalam waktu dekat di Indonesia
tidak memungkinkan, mengingat pemerintah belum melakukan pengaturan
frekuensi.

"Saya rasa operator siap mengaplikasikan LTE, permasalahannya hanya
pengaturan frekuensi saja dan itu menjadi kewenangan pemerintah.
Mungkin 2013 itu baru bisa dilakukan," ungkap dia.

Saat ini, ia menambahkan, perusahaan telekomunikasi ini telah
menandatangani kontrak komersial LTE dengan lima operator di dunia,
yakni AT&T dari Amerika Serikat (AS), Verizon di AS, TeliaSonera di
Norwegia dan Swedia, MetroPCS di AS, dan DoCoMo di Jepang.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 5/31/2010 01:00:00 AM

Kirim email ke