INILAH.COM | Senin, 8 Maret 2010 | Seorang pekerja pabrik Korea Utara
dieksekusi mati dengan ditembak karena berbicara pada seorang temannya
di Korea Selatan melalui ponsel ilegal.

Pekerja pabrik persenjataan tersebut dituntut karena membocorkan harga
beras yang rahasia dan informasi lainnya tentang kondisi hidup mereka
kepada teman yang membelot ke Korea Selatan beberapa tahun lalu.

Pria yang teridentifikasi hanya dari nama keluarganya yakni Chong,
menelpon pembelot dengan menggunakan ponsel China, menurut media milik
negara Korea Utara.

Eksekusi itu dilakukan akhir Januari di timur kota pantai Hamhung.

Penggunaan ponsel di Korea Utara sangatlah dijaga ketat, meskipun
negara tersebut memperkenalkan jaringan yang semakin canggih pada tahun
2008.

Warga Korea Utara yang melakukan panggilan telepon ilegal ke luar
negeri kebanyakan menggunakan jaringan di China.

Lebih dari 10 ribu warga Korea Utara tinggal di perbatasan dekat dengan
China dan diperkirakan memiliki ponsel yang diproduksi oleh China.

Pembelot Korea Utara mengatakan telah menerima panggilan telepon itu.
Dia yang teridentifikasi hanya menggunakan nama keluarga Kim itu,
disinyalir bekerja di Korea Selatan sebagai pegawai pemerintahan.

Korea Utara dikenal telah lama memiliki catatan buruk dalam hak asasi
manusia, termasuk eksekusi hak publik, penampungan penjara politik dan
penyiksaan.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 6/01/2010 01:00:00 AM

Kirim email ke