INILAH.com | Kamis, 18 Februari 2010 | Seorang staf medis di Republik
Ceko dikenakan tindakan indisipliner setelah satu alat bedah sepanjang
30 cm ditemukan dalam perut seorang perempuan yang dioperasi lima bulan
lalu.

Pasien tersebut, Zdenka Kopeckova (66), berulangkali mengeluhkan sakit
perut parah setelah operasi ginekologi di sebuah rumah sakit sakit di
kota Ivancice, bagian tenggara negeri itu.

"Saya mengatakan tak ada orang yang menolong saya dan saya tak tak
dapat hidup seperi ini sampai akhir hayat saya. Saya akan meminum pil,
menenggak segelas alkohol dan gantung diri," kata perempuan tersebut,
setelah alat mirip kape ditemukan pekan lalu dan berhasil dikeluarkan,
seperti dikutip Reuters, Kamis (18/2).

Kopeckova akan menuntut ganti rugi atas kekhilafan tersebut dan
menyatakan staf rumah sakit mulanya berusaha menutupi kesalahan itu
dengan mengatakan tak ada yang dapat mereka lakukan selain menyarankan
Kopeckova meminum penghilang rasa sakit.

"Saya memberi tahu kepala dokter bedah bahwa seandainya saya tak merasa
sakit, saya takkan mengeluh. Saya bukan seorang hypochondria," katanya.

Ditambahkannya, ia telah meminta pemeriksaan dengan sinar-X tapi diberi
tahu ia tak perlu terpapar radiasi. Ia bahkan dikatakan mengidap
hypochondriasis atau hypochondria, yang seringkali dirujuk sebagai
fobia kesehatan. Yakni merujuk pada perasaan khawatir berlebihan
mengenai sakit serius.

Direktur Rumah Sakit Ivancice, Jaromir Hruber mengatakan prosedur
operasi ketat mestinya telah dilakukan oleh staf medis. Seorang staf
rumah sakit yang tak disebutkan jatidirinya mengatakan kepada Reuters
Television bahwa mereka yang terlibat dikenakan tindakan indisipliner.

"Prosedur medis di Ivancice kelihatannya sempurna jika dilihat
sepintas, ada dokumentasi dan daftar alat yang digunakan. Tapi orang
yang melakukan pemeriksaan, tak melaporkan ada benda yang hilang,"
tandas Hrubes

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 6/10/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke