VIVAnews.com | Sabtu, 29 Mei 2010 | Di usia yang baru 40 tahun, Stephen
Griffiths jelas terlihat masih tampan. Pekerjaannya bergengsi, peneliti
di sebuah universitas. Griffiths kemungkinan memiliki gelar doktor
bidang hukum pidana Universitas Bradford dengan spesialisasi pembunuhan.

Namun Griffiths memiliki kehidupan yang lain. Di flat mungilnya tak
jauh dari kawasan "lampu merah" Bradford, Inggris, Griffiths
mengembangkan "alter ego" (semacam identitas lain). Di sebuah halaman
di MySpace, Griffiths muncul dengan nama samaran Ven Pariah dan
username Ven99.

Ven Pariah digambarkan sebagai "Seorang yang benci orang lain, yang
membawa kebencian ke dalam surga." Dia menggunakan dua gambar utama,
berusia 99 tahun dan berlokasi di Bradford. Tanggal akses terakhir
adalah 23 April 2010.

Griffith mempublikasikan 160 gambar ke halaman itu, mayoritas tak bisa
diakses lagi, termasuk soal pembunuhan teroris dan pembunuh. Ada
puluhan video musik favoritnya, mulai dari Queen sampai Duran Duran.
Dia juga memasang tautan ke sejumlah pertunjukan musik di Bradford. Dia
sendiri juga jadi anggota sejumlah bar punk.

Ven Pariah juga muncul membuat "wishlist" di situs Amazon. Desember
tahun lalu, Ven Pariah meresensi sebuah buku berjudul "Wanita dan
Hidung," sebuah buku mengenai penjahat wanita dan eksekusinya. Ven
Pariah memberi lima bintang untuk buku itu. Penulis buku, Richard
Clark, disebutnya "berkompeten." Daftar harapannya itu memasukkan 25
buku dan DVD yang umumnya soal kejahatan nyata dan pembunuh berantai.

Polisi Curiga

Polisi Yorkshire Barat menilai ada kaitan antara pemilik halaman di
internet itu dengan pembunuhan tiga potongan jasad PSK di Bradford
yakni Suzanne Blamires (36), Susan Rushworth (43) dan Shelley Armitage
(31). Senin 24 Mei, polisi menutup halaman itu dan menangkap Stephen
Griffiths.

Jumat, 28 Mei 2010, Griffiths dibawa ke Pengadilan Bradford, Inggris.
Polisi sendiri masih menyelidiki kaitan Griffiths yang orang tuanya
bercerai saat dia kecil ini dengan tiga pembunuhan PSK lain yang belum
terpecahkan. Bahkan, Griffith mungkin pula terkait dengan kasus
penyerangan PSK di kawasan lampu merah Sheffield, Leeds, dan Manchester.

"Ini mungkin bukan hanya soal Bradford," kata sebuah sumber
www.dailymail.co.uk. Untuk kasus tiga PSK di Bradford ini sendiri,
polisi memiliki bukti kuat, sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan
seorang PSK dibunuh. Rekaman itu memperlihatkan seorang wanita yang
diduga kuat Blamires diserang sampai tak sadar.

Peristiwa itu terjadi pada suatu akhir pekan. Pengelola gedung yang
merekam itu segera menghubungi polisi begitu melihat rekaman itu.

Tubuh Suzanne Blamires ditemukan di sebuah sungai. Sejak Kamis, polisi
menggelar operasi besar-besaran mencari sisa jasad Susan Rushworth dan
Shelley Armitage yang hilang akhir Juni lalu. Sebuah sisa jasad diduga
ditemukan tak jauh dari jasad Blamires.

Bukti Kurang

Sementara itu, sejumlah analis kriminal dan penasihat pencarian orang
telah dikerahkan membantu polisi untuk menyelidiki gaya hidup, gerakan
dan pola hidup Griffiths. Peter Mann, seorang pengacara senior,
menyatakan "kurang bukti" untuk mendakwa Griffiths atas tiga pembunuhan
itu.

Tetangga Griffiths sendiri menilai pria berpendidikan ini penyendiri
dan aneh. Seorang bekas tetangganya saat kecil menyebut Griffiths
kecil "sangat aneh." Dia tinggal bersama dua saudara dan ibunya Moira.
Mereka, menurut para tetangga, tak pernah main di luar dan
dinilai "aneh."

Suatu waktu Griffiths pernah diketahui membunuh seekor burung di taman.
Menginjak dewasa, Griffiths mengambil kuliah psikologi dan terobsesi
dengan pembunuhan berantai. Kemudian enam tahun belakangan, Griffiths
diketahui mengambil S3 bidang hukum pidana di Universitas Bradford
dengan spesialisasi pembunuhan. Namun pihak universitas menolak
menceritakan detail ini.

Sementara ketiga korban adalah PSK yang berjuang keras melawan gaya
hidup mabuk. Mereka dikenal bersahabat dan hidup berdekatan satu sama
lain.


www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 7/07/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke