VIVAnews.com | Rabu, 7 Juli 2010 | Markas Departemen Pertahanan Amerika
Serikat akan memproduksi kendaraan jenis 'nano aerial vehicles (NAV),
berukuran mini yang bisa terbang. Tugasnya, memata-matai musuh di area
perkotaan.

Seperti dimuat laman Christian Science Monitor, alat tersebut akan
menyerupai burung Hummingbird atau Kolibri --jenis burung terkecil di
dunia yang beratnya bisa hanya 1,8 gram.

Meski kecil, alat ini dilengkapi sensor canggih dan bisa terbang
melalui jendela gedung yang terbuka untuk melaporkan balik posisi musuh.

Proyek yang diberi nama Nano Aerial Vehicle (NAV) ini dibiayai oleh
Lembaga Riset Pertahanan AS atau Defense Advanced Research Projects
Agency (DARPA).

Tujuannya, mengembangkan suatu kendaraan kecil, ultra-ringan untuk
kepentingan misi militer di perkotaan. Alat ini tak hanya harus bisa
terbang di luar maupun dalam ruangan, tapi harus selincah burung --
mampu naik turun secara vertikal serta terbang ke samping kiri dan
kanan.


Alat mata-mata ini didesain dengan warna hijau, dan akan berwujud
seperti burung dengan dilengkapi teknologi Nano Scout (Nano Sensor
Covert Observer in Urban Terrain) -- yang memungkinkan alat ini
dikontrol dari jauh.

NAB akan digerakkan dengan energi baterai, seperti halnya burung, alat
ini juga bisa mengepakkan sayap seberat dua gram dan panjang 3 inchi.

Menurut manajer program DARPA, Todd Hylton 'burung' seberat 10 gram ini
bisa terbang 10 meter per detik, dan bisa menahan hembusan angin hingga
kecepatan 2,5 meter per detik.

"Saat ini, robot mungil ini baru bisa terbang selama 20 detik. Suatu
saat nanti, dengan sedikit kerja keras, kami akan membuat robot burung
yang andal, yang bisa membuat hati musuh ketar-ketir," kata Hylton,
seperti dimuat Gizmodo.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 7/24/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke