Astaga.com | 9 July, 2010 | Orang patah hati tiba-tiba saja mencari
pelarian dalam bentuk makan. Kenapa? Menurut penelitian karena cinta
membuat ketergantungan dan otak merespon dengan mencari candu baru.

Penelitian Yeshiva University, New York, Amerika Serikat, menemukan
bahwa cinta ibarat zat narkotika yang membuat efek ketergantungan.

Saat seseorang kehilangan cinta, akhirnya tubuh merespon dengan rasa
ingin mengonsumsi sesuatu sebagai kompensasi dari kehilangan
“narkotika” yang biasa mengisi keseharian.

Ini adalah naluri purba untuk bertahan. Ia aktif saat seseorang
teringat telah kehilangan cintanya.

Riset ini menggunakan pemindai otak untuk merekam aktivitas 15
mahasiswa yang baru saja diputuskan oleh kekasihnya dan mengaku masih
mencintai mantan kekasih tersebut.

Masing-masing ditunjukkan foto mantan kekasih terekam beberapa area
otak aktif. Diantaranya adalah bagian yang mengendalikan emosi cinta
romantik, rasa lapar dan ketergantungan- terutama tergantung kokain-
juga bagian yang terlibat dalam rasa sakit dan marabahaya.

Hasil penelitian ini berguna untuk menjelaskan penolakan cinta romantik
dapat mendorong perilaku ekstrem, seperti membunuh, bunuh diri, atau
obsesi.

Rasa sakit akibat cinta merupakan bagian penting dalam hidup yang
secara alami terbangun dalam anatomi dan psikologi manusia. Tapi
penyembuhan diri, dan keinginan untuk berpasangan lagi juga terbangun
secara alami dalam psikologi.

Makanan yang dikonsumsi tidak jauh dari cokelat dan anggur (wine) yang
memilki dosis adiksi mirip dengan cinta.

Karena itu jika Anda bertemu dengan orang yang patah hati, berikan saja
ia cokelat atau ajak ke restoran.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 7/23/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke