----- Original Message ----- 
Sent: Saturday, May 06, 2017 7:21 PM
Subject: [AstroDigi] 7 Alasan Mengapa Menggunakan Mikrokontroler 
(Microcontroller) Dalam Sebuah Rangkaian Digital?


 AstroDigi.com | Sabtu, 6 Mei 2017 | Ada 2 komponen yang masuk dalam kategori 
”high end” dalam teknologi digital adalah  Mikroprosesor (Microprocessor) dan 
Mikrokontroler (Microcontroller). Kedua komponen ini mampu melakukan berbagai 
tugas aritmetika dan logika yang kompleks.

Sebelum adanya mikroprosesor dan mikrokontroler, sebuah pekerjaan logika atau 
sebuah pekerjaan aritmetika harus dikerjakan oleh sebuah komponen yang biasanya 
berupa IC (Integrated Circuit). Misalnya saja untuk mengerjakan logika AND maka 
harus menggunakan IC 7408 yang merupakan IC gerbang AND. Untuk mengubah 
tampilan dari BCD menjadi tampilan untuk 7-segment harus menggunakan sebuah IC 
7447 misalnya.

Sehingga untuk membuat sebuah sistem yang sederhana saja, misalnya sebuah 
sistem digital untuk menghitung jumlah tetesan air dalam sebuah saluran infus 
saja misalnya, diperlukan rangkaian yang menggunakan sampai belasan bahkan 
mencapai puluhan IC. Tentu saja hal ini menjadi sangat tidak praktis dan 
tentunya ukuran fisik dari rangkaian juga boros tempat.

Mikrokontroler dan mikroprosesor dibuat untuk menggantikan fungsi dari banyak 
IC sekaligus, sebuah rangkaian digital yang semula butuh puluhan IC bisa dibuat 
hanya dengan 1 atau 2 IC saja, praktis dalam perancangan, dan hasil 
rangkaiannya juga hemat tempat. Mikroprosesor lebih cocok digunakan untuk 
membuat sebuah sistem komputer atau smartphone, sedangkan mikroprosesor cocok 
digunakan untuk pengganti sistem digital yang tidak butuh kecepatan pengolahan 
yang tinggi.

Untuk dapat bekerja dalam sebuah sistem, mikroprosesor butuh lebih banyak 
komponen pendukung, dan tidak bisa bekerja sendirian. Sedangkan mikrokontroler 
bekerja dengan sedikit komponen pendukung, dan bisa bekerja sendirian saja, 
artinya dimungkinkan untuk membuat sebuah rangkaian digital dengan hanya 
menggunakan sebuah IC saja .. praktis bukan?

Sehingga untuk menggantikan rangkaian digital dalam sebuah sistem logika atau 
aritmetika digital, sebaiknya digunakan mikrokontroler. Mikrokontroler dapat 
dimanfaatkan baik untuk sebuah sistem sederhana untuk aplikasi non-industri, 
dan dapat juga dimanfaatkan untuk sistem canggih, untuk aplikasi industri.

Mikrokontroler dilengkapi dengan port paralel dan port serial untuk menerima 
dan mengirim data antar komponen ataupun berkomunikasi dengan komputer. User 
(pengguna) yang ingin melakukan pengendalian peralatan lewat komputer bisa 
menggunakan mikrokontroler sebagai interface (antar muka perantara dari 2 
peralatan) antara komputer dengan hardware yang dikendalikannya. Pengontrolan 
palang pintu pada aplikasi parkir misalnya, adalah salah satu contoh 
pemanfaatan mikrokontroler.

Untuk dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan user, mikrokontroler harus 
diprogram terlebih dahulu, dengan susunan instruksi program yang memang sesuai 
dengan fungsi yang diinginkan. Bahasa yang digunakan untuk pemrograman 
mikrokontroler adalah bahasa assembler atau ada juga yang menyebutnya dengan 
assembly.

Instruksi dalam assembler lebih rumit dan panjang dibandingkan dengan instruksi 
yang digunakan dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Visual Basic, 
Delphi, Foxpro, C++, Pascal, dan lain sebagainya. Beruntunglah sudah ada vendor 
yang menyediakan bahasa pemrograman yang sudah mirip dengan bahasa pemrograman 
tingkat tinggi untuk memprogram mikrokontroler.

Berikut ini adalah 7 alasan mengapa menggunakan mikrokontroler lebih 
menguntungkan dibandingkan menggunakan kumpulan IC digital sederhana dalam 
sebuah aplikasi hardware digital:


  1.. Lebih mudah dalam membuat desain rangkaian. 
  2.. Lebih mudah untuk direalisasikan. 
  3.. Lebih murah untuk direalisasikan. 
  4.. Lebih ringkas dan hemat tempat. 
  5.. Bila terjadi masalah lebih mudah untuk diperbaiki. 
  6.. Bagi user yang menjual aplikasi hardware, maka desain aplikasi hardware 
yang menggunakan mikrokontroler lebih sulit untuk dijiplak, karena bagian yang 
terprogram didalam IC tidak terlihat. 
  7.. Lebih mudah untuk membuat sebuah aplikasi hardware yang terkoneksi dengan 
aplikasi software pada komputer. Aplikasi pengendalian mesin atau aplikasi 
monitoring kerja mesin lebih mudah dibuat dengan mikrokontroler. 

Jelaslah sudah, setelah hadirnya mikrokontroler, IC digital sederhana yang 
hanya menyediakan satu fungsi logika atau satu fungsi aritmetika dalam sebuah 
IC hanya digunakan sebagai komponen pelengkap didalam sebuah aplikasi hardware 
digital.

Demikian penjelasan mengenai mikrokontroler dan fungsinya secara umum, semoga 
memberikan gambaran mengenai manfaat dan fungsi mikrokontroler bagi para 
pembaca sekalian. Selamat beraktifitas .. have a nice day :-)

 www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano) 

--
Posted By Blogger to AstroDigi at 5/06/2017 02:00:00 AM

Kirim email ke