بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله ومن والاه أمابعد
Ditulis oleh: Abu Mundzir Sholih bin Sakiya Al-Bedlani Al-Jawi Abu Turob Saif bin Hadhor Al Jawi Sudah menjadi sunnatulloh atas mahkluqNya, bahwa sesuatu kebatilan yang tersembunyi bagaimanapun rapinya perkara itu di bungkus dan ditutupi akan terkuak dan terbongkar serta tercium bau busuknya dan akan tampak nyata kekotorannya. Karena kejahatan yang terselubung bukanlah hal yang sulit untuk di deteksi dan di cari, lebih-lebih kejahatan itu menyangkut keberadaan agama dan kemurnian jiwa. ” Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.”[QS Al Imron 5] “Dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.[QS Yusuf: 52.] ” Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka[1473]; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”[QS Ash Shof : 5] ” Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan Dusta terhadap Allah sedang Dia diajak kepada Islam? dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.”[QS Ash Shof 7] “Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang- orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”[ At Taubah 19] “Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat Dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan ?” Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”[ Al-An'am 144] “Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar- benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.”[Al Imron 86] ” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan.”[Yunus 81] Kita sudah lama mengetahui bahwa seorang yang berlebel Muhammad Sewed dalam kondisi labil dan tidak terarah dalam berbagai fitnah, hal itu menunjukkan betapa rapuh dan lemahnya koridor manhajiyah dia dalam mengarungi kancah dakwah, mana yang kira-kira kuat dan memiliki otot dan bisa di tunggangi serta di ambil manfaat dia akan mangkal di situ walaupun harus mengalami depresi jiwa dan banting setir kalau krunya kedodoran dan tidak falid, dengan hati iba dan mengelus dada sambil meneteskan air mata dia menyela: Aduh kita tergiring lagi, tak sadar kita terpedaya, sungguh disayangkan kita hampir-hampir terjungkal, untuk kesekian kalinya kita harus mengeyam kegemasan dan kengenesan. Hizbiyah Irsyadiyah diregupnya, Fitnah Ja’fariyah diembatnya, Fiqroh Luqmaniyah Mar’yyah dirangkulnya, Firqoh Jam’iyyah dipandunya, Ngemis Tasawwuliyah didukungnya kami nggak tahu apakah Hizbi At Turotsy sempat dia cicipi atau dibiarkan basi. Karena begitu besar andilnya dia dalam berbagai praktek manipulasi dakwah diatas, dan dia merupakan kandidat kuat nan memikat, maka mereka beri dia julukan acungan jempol dan nama besar ” SESEPUH DA’I SALAFIYAH” ” AYAH PARA DUAT ” “SATU-SATUNYA DAI SENIOR YANG TAK TERGOYAHKAN” “SIMBAH DAKWAH” dan lainnya. Mereka datangkan berbagai bukti: Yusuf Baisa habis binasa, Yazid Jawaz hanyut terhempas, Abdul Hakim Abdat mogok tersendat, Abu Nida tak ada bekasnya tenggelam dengan dunia, Ahmas Faiz terlempar sambil meringis, Muhammad Wujud nggak tahu sudah mati atau masih hidup, Ja’far Umar sudah koyak dan memar-memar, Luqman Ba’abduh sudah terpuruk mengaduh, Dzul Akmal bangkrut kehilangan modal. Lantas siapa lagi yang tersisa??? Tidak lain jawabannya adalah Sesepuh kita satu-satunya ini: Muhammad Sewed yang harus nyiapin handuk dan serbed . Dalam fitnah terakhir yang masih menghangat “Fitnah Mar’iyyah” diapun sebagaimana biasanya dan hobi lamanya, dia berpura-pura menjadi pihak penengah, netral dan non blok, tidak ikut campur dan andil menyuarakan momentumnya, dia melihat, mencerna, mengamati, melobi, mana yang kira- kira bisa di suapi, yang menarik hati, dan yang memiliki tangan besi agar dia bisa mengambil simpati tanpa banyak duri. Sungguh ayat-ayat di bawah ini sangat kami khawatirkan mengenai orang jenis ini: ” Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Alloh akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.[Al – Maidah 52] “Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Alloh, tentulah Dia mengatakan seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia: “Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)”[An Nisa 73]. “Yaitu orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Alloh mereka berkata: “Bukankah Kami (turut berperang) beserta kamu?” dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: “Bukankah Kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Maka Alloh akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Alloh sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang- orang yang beriman” [ An Nisa 141]. ” Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu Lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik- balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. mereka itu tidak beriman, Maka Alloh menghapuskan (pahala) amalnya. dan yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh. Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi; dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badwi, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu. dan Sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.”[ Al Ahzab 19-20] Kita sudah mencium baunya sejak lama, sejak awal munculnya fitnah keji ini, dan sudah kita prediksi kemana arah pilihan dan loyalnya, dengan berbagai qorinah dan bukti: ” Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim“. [ Al maidah 51] Dari ‘Abdulloh bin Mas’uud rodhiallohu’anhu dari Nabi shollallohu’laihi wasallam bersabda :” Seseorang itu bersama yang dicintai ” [Muttafaq 'alaih] Dan kita tahu siapa yang di cintai oleh M. Sewed. Dari Abi Huroiroh rodhiallohu’anhu bahwasanya nabi shollallohu’laihi wasallam bersabda :” Seseorang itu berada diatas agama temannya, maka lihatlah salah seorang dari kalian kepada siapa dia berteman” [ HSR Abu Daud] Teman akrabnya M .Sewed adalah Siluman, Askar, Sarbin, Af-if, Abu Abaya, dan seluruh setaf dan krunya. Namun kita sudah sangat paham dengan tabiatnya, bahwa dia tidak akan berani menampakkan batang hidungnya, dalam kondisi seperti ini (yakni di awal-awal fitnah), karena khawatir kalau pilihannya meleset, dan hasratnya tak terpenuhi, dan makarnya tumpul, maka diapun melakukan berbagai terapi hati-hati agar aman dari tunjuk jari, dengan seloroh bisu: tunggu para tetua, jangan tergesa-gesa, awas bahaya, biarkan mereka yang berbicara, kita jangan mendahului kereta. Padahal sejak dini dia sudah mengisyaratkan – dan mana mungkin dia berani terang-terangan, karena memang dia itu cepat pingsan – bahwa dia bersama mereka, dengan bukti dia enjoi dengan mereka walaupun tanpa kata, kemudian agak mendesah sedikit dengan ikut rame-rame menandatangani Risalah Mafdhuhah (kalau model seperti ini dia berani dan berada di barisan terdepan, maklum banyak siutan), dan setelah melihat bahwa lengan mereka semakin kuat dan hisapannya semakin mantap dengan munculnya risalah para majahil dan para abdi fitan dan yang terakhir adalah kitab Ibanah, maka dengan serta-merta dia mendeklarasikan diri bak kepala Negara : “Sebarkan tanpa tendensi bahwa aku bersama mereka” Sungguh akhlaq da’i seperti ini sangatlah menyayat hati, bagaimana tidak?? ilmu dikebiri, amalan sholih dipendam dalam bui, ummat dikibuli, dan da’wah disetir dengan naluri basi. Namun tidaklah ahlul haq dalam menghadapi gaya semacam ini terlena dan terpedaya -dengan izin Alloh-, bahkan mereka semakin meyakini akan kebenaran yang mereka perjuangkan, dan semakin bersyukur kepada Alloh akan terhindarnya mereka dari sifat hina ini, tidaklah banyaknya orang yang bergaya bunglon dan memiliki beraneka wajah membuat mereka surut dalam menampakkan suatu kejernihan walaupun harus menyelam di air keruh. Di hadapan kita ada dua risalah ringkas dari dua Akh yang berasal dari Cirebon yang pertama dengan judul :” MENGUNGKAP SIAPA SEBENARNYA MUHAMMAD UMAR AS-SEWED?” ditulis oleh: Abu Mundzir Sholih bin Sakiya Al-Bedlani Al-Jawi, yang kedua dengan judul” Muhammad As Sewed Yang Aku Ketahui” di tulis oleh Akh Taufiq Hidayat. Keduanya bercerita tentang apa yang mereka ketahui tentang M. Sewed dan sepak terjangnya dalam kancah dakwah ini, dan apa sebenarnya dibalik itu semua, dan kemana arah ummat akan di bawa. Tulisan keduanya bukanlah untuk menguliti semua yang ada padanya, akan tetapi hanya sebagai contoh soal belaka, dengan tujuan nasehat terhadap ummat agar tidak terjatuh untuk kesekian kali ke dalam lembah kegetiran dan penyesalan. Dan keduanya meminta ana untuk ikut andil walau hanya sebatas catatan kaki. Kami sadari sepenuhnya, bahwa kami bukanlah orang yang ahli dalam medan ini, dan bukan pula jatah kami untuk mengarungi lautan dahsyat ini, akan tetapi karena ghiroh dan kecemburuan kami atas agama dan manhaj salaf yang murni ini, dan ketidak relaan kami kalau manhaj mereka diinjak-injak oleh mereka yang tak berhati-hati, maka kami memberanikan diri berjalan diatas aral yang penuh duri ini, dengan harapan Alloh mengampuni kekurangan kami dan ketergelinciran kaki ini dari segala mara bahaya yang tak terperi. Kalau ada yang berceloteh: kalau semua da’i kalian habisi, lantas siapa lagi yang akan mengemban da’wah ini, bukankah mereka yang telah berjuang dan mengorbankan hidup mereka demi tersebarnya da’wah salafiyah di negri ini?? Mana balas jasa kalian!! Mana wujud bakti kalian terhadap guru-guru kalian!! Mana adab dan sopan santun kalian terhadap mereka!! Mana pembelaan kalian terhadap mereka!! Seakan-akan tidak ada yang lebih biadab menurut kalian dari mereka! Kami katakan: masalahnya bukanlah jasa, dan balas jasa, atau beradab, dan tidak beradab dst, akan tetapi perkaranya adalah mencari alhaq dan berjalan diatasnya serta istiqomah diatasnya sampai di penghujung nanti, siapapun adanya baik kami ataupun kalian yang tergeser dari jalur lurus, maka tak seorangpun dari kita boleh untuk membela dan menggandengnya, dan tak layak bagi kita untuk ikut serta terpuruk kedalam bencana, dan bukanlah perkara bijak, apabila kita membiarkan orang tergelincir kemara bahaya, dan bukan bernilai iba, bila kita biarkan manusia terjatuh ke lembah nista. Maka inilah bentuk kasih sayang kami kepada mereka, dan inilah rasa ta’dhim kita terhadap apa yang mereka bawa, dan terhadap apa yang pernah mereka ajak kami untuk menelusuri jalannya, dengan harap sangat agar kita bisa berjalan bersama diatas tuntunan yang sama-sama kita di suruh untuk menapakinya. Kalau ajakan demikian kalian tampik, dan tidak kalian anggap, karena kami bekas anak didik kalian, dan kalian merasa tidak bisa menerima dari orang semacam kami, bahkan ajakan kembali kepada alhaqq dianggap sebagai kedurhakaan, maka jangan salahkan kami jika kami mengambil jalur selamat dan jalan alternative, yang kami harap bisa mengantar kami ke tujuan tanpa banyak aral dosa dan maksiat. Demikian apa yang bisa kami sajikan, mudah-mudah Alloh menerima apa kami usahakan, walaupun kami tahu persis, bahwa di sana banyak kepala yang tidak searah dengan apa yang tertulis di lembaran-lembaran ini, akan tetapi fadhilah Alloh diatas semuanya, dan itulah kami harapkan. FileHashes Muhammad_Sewed_di_Gugat.pdf MD5sum: 6dcc1e2614f16655f9b46027eff048ae www.ISNAD.net -- ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Untuk mengirim tulisan baru gunakan: [email protected] Arsiip Milis: http://www.mail-archive.com/[email protected]/ Audio/Artikel Belajar Manhaj dan Aqidah Yang Shahih : www.ISNAD.net ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
