Telah dikabarkan kepada kami — tentang rekaman dari “Faedah Umroh“ dari Al-Kadzdzab Dzul Akmal (Riau) yang terekam dan telah disebarkan oleh Abdul Ghofur (Malang) –Laa JazakAllohu Khoyron–, budak dari Luqman Ba’abduh (Jember) pemimpin al-Hizbiyyun Indonesia, Mubtadi’ si pencela Sunnah, bekas Panglima Lasykar Khawarij wal Jama’ah.
بسم الله الرحمن الرحيم Berkata al-Muhaddits Abu ‘Abdirrohman Yahya bin Ali al-Hajuri : “ Perkataan yang benar dan menetapinya menambah Iman, begitu pula perbuatan yang benar, orang yang mendapatkan Taufiq adalah orang teliti dalam mencari Al-Haq baik dalam ucapan ataupun perbuatan.“ Berkata Abu Hazim Muhammad (Magetan) : ” Aku mendengar dari Syaikh Yahya -semoga Alloh menjaganya- ketika ditanyakan tentang perkara tahdziran Syaikh Rabi’ -semoga Alloh menjaganya- terhadap beliau, dia berkata ” Bahwa itu tidak benar, seandainya benar maka al-Haq tetap al-Haq, Dammaj tetap Dammaj “ Berkata Abu Fairuz (Dammaj, Yaman) : ” Para usudussunnah dari Dammaj masih tunggu pernyataan resmi dari Syaikh Robi’ -semoga Alloh menjaganya- untuk ditindak sencara syar’i. Muhammad bin Hadi yang tidak bisa tunjukkan HUJJAH itu telah “dihantam balik” oleh Syaikh Yahya” Berkata al-Akh Irwan (Lamongan) menukil dari perkataan Abu Fairuz (Yaman) ” Ali Mutsanna -pengelola situs alulumus salafiyah- bilang bahwa sampai sekarang tidak ada ucapan syaikh Robi’ -semoga Alloh menjaganya- seperti itu. Untuk apa syaikh Robi’ mentahdzir Dammaj dengan sembunyi-sembunyi seperti itu ? Takut Apa ?! Jika memang tahdzir Dammaj tentu dia akan dituntut HUJJAH dan BAYYINAH. Ini baru MANHAJ SALAF. Bukannya goncang karena sekedar kabar burung atau beragama dengan Taqdim” Berkata Abu Turob (Bengkulu) : ” Untuk seluruh Ikhwah Salafiyyin dimanapun berada..Dien ini BUKAN MILIK FULAN ATAU ‘ALLAN…!! akan tetapi Dien ini milik ALLOH satu- satunya, Dia sendiri yang akan menjaganya, Dia juga yang akan menjaga wali-wali Nya yang isitiqomah diatas jalanNya. Jangan ragu dan Goyah, jika kita yaqin diatas sunnah, tidak perlu resah dengan tahdziran TANPA HUJJAH dan BAYYINAH.. Waffaqollooh al-Jamii’ –ini sekedar sedikit tanggapan atas apa yang terlontar oleh Dzul Akmal Marhain dan orang yang semisalnya. Berkata Abu Saif Mufti (Jombang) : ” Dzul Akmal Kadzdzab, kalau memang itu benar maka kita diatas al-Haq - insya Alloh- Alloh yang akan tampakkan al-Haq bersama dengan berjalannya waktu” Berkata Abu Arqom (Magetan) : ” Sebagaimana perkataan Syaikh Yahya -semoga Alloh menjaganya- ke kita, bahwa beliau belum mendengar adanya tahdzir dari Syaikh Robi’ - semoga Alloh menjaganya-. Sesuatu yang belum jelas, jangan terburu- buru disikapi, dibantah. Dan menjadi kebiasaan Syaikh Robi jika ada pembicaraan yang sifatnya khusus, beliau tidak suka disebar luaskan, dan bukan termasuk adab menyebarkan pembicaraan yang sifatnya khusus, karena bisa memecah belah persaudaraan, Nammam (Tukang Pengadu Domba) tidak akan masuk syurga. Kalau beliau ingin menyebarkan pembicaraannya maka akan disebarkan sendiri di majelisnya, sebagaimana beliau mentahdzir Abul Hasan (Yaman) dan Abdurrohman Abdul Kholiq terang- terangan dimajelis juga dengan tulisan” Berkata Abu Khoir (Aceh) : ” Kalau betul seperti itu, maka perlu kita ketahui pedoman kita dalam masalah (fitnah) Hizbiyyah Jadidah ini adalah al-Kitab (al-Qur’an) dan as-Sunnah . Perbanyaklah do’a untuk tetap istiqomah diatas al-Haq dan terus tholabul ‘ilm” Berkata Ibnu Umar (Cianjur): ” Berita tersebut perlu dicek kembali, diantar metode hizbi adalah ADU DOMBA ANTARA ULAMA, tanyakan langsung ke Dammaj, Nyata bagi kita bahwa Dzul Akmal salah satu dari corong-corong Hizbi Jadid. Dia tidak jauh beda dengan L.J -Luqmaniyyun Jahat- Allohul Musta’aan wa ‘alayhi tuklan” Berkata Abu Muqbil Ali Abbas (Palapo): ” Karena Syaikh Yahya telah tetap adalah adilnya oleh ulama sejaman dengan Syaikh Robi’ -semoga Alloh menjaganya- bahkan diatas seperti Syaikh Ahmad Yahya an-Najmi, maka tidak begitu saja dapat dijatuhkan ta’dil-ta’dil mereka terhadap Syaikh Yahya dan Ma’hadnya..Saat ini pecinta Yayasan terus terdesak oleh hantaman-hantaman an-Nasihul Amin beserta murid-muridnya, maka jurus terakhir mereka berdusta atas nama ulama yang mereka bersembunyi dibalik nama mereka. Andai benar berita itu, tentulah akan keluar tulisan-tulisan Syaikh Robi’ . Kemudian dilihat apa jarahnya mufassar atau tidak ? “ Berkata Abu Zaky Abdul A’la (Lamongan): ” Sebenarnya dari awal jawabannya sangat mudah, kita -Alhamdulilah- Ahlussunnah yang mempelajari ilmu Hadits. Jika kita kembali kepada kaidah ilmu hadits maka Dzul Akmal adalah orang yang MAJRUH tidak diterima beritanya “ Berkata Abu Mas’ud (Lamongan): ” DZUL AKal MALing tidak usah digubris, dia Dajjal. Sama tidak bedanya dengan dengan Si Luman dan Si Akal Maling..Jangan digubris. Kebeneran bukan ukurannya Syaikh Robi’ -semoga Alloh menjaganya- atau Muhammad Madkholi atau yang lainnya “ Berkata Abu Ubayd Fadly (Sorowako): ” ….Kalau benar beliau (syaih Robi’) berucap, maka kita lihat kembali ucapannya yang sebenarnya, apa diatas HUJJAH (Kitabulloh wa as-Sunnah) atau tidak. Ataukah hanya sekedar kabar burung…” Berkata Abu Nafi’ (Malang): ” Kita selalu bersifat sakinah, tenang dan jauhkan dari sifat tergesa- gesa, dan kembalikanlah kepada ahlul ilmi” Berkata al-Akh Ahmad (Buton) : ” Ana nasehatkan ikhwah untuk tetap tenang dan diatas ilmu, karena sekarang kita jaman fitnah maka perlu untuk berhati-hati menerima khobar. Kita tidak meragukan kejujuran masyaikh tersebut.” Sumber: http://isnad.net/sikap-ahlussunnah-dalam-menerima-kabar-para-pendusta-dan-hizbiyyun -- ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Untuk mengirim tulisan baru gunakan: [email protected] Arsiip Milis: http://www.mail-archive.com/[email protected]/ Audio/Artikel Belajar Manhaj dan Aqidah Yang Shahih : www.ISNAD.net ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
