Berkata Al-Haafidh Al-‘Alaaiy -semoga Alloh merahmatinya-, dalam
Shahih Muslim, dari Ibnu Siiriin, ia berkata :
” Dulu mereka (para ulama) tidak pernah bertanya tentang sanad. Namun
ketika terjadi fitnah, mereka pun berkata : ‘Sebutkan pada kami rijaal
kalian’. Apabila ia melihat rijaal tersebut dari kalangan Ahlus-
Sunnah, maka diterima haditsnya, dan jika dari kalangan ahli-bid’ah,
maka tidak diterima (ditolak)”. -selesai-

On Jul 9, 10:39 am, postmaster <[email protected]> wrote:
> Telah dikabarkan kepada kami  — tentang rekaman dari “Faedah Umroh“
> dari Al-Kadzdzab Dzul Akmal (Riau) yang terekam  dan telah disebarkan
> oleh Abdul Ghofur (Malang) –Laa JazakAllohu Khoyron–, budak dari
> Luqman Ba’abduh (Jember) pemimpin al-Hizbiyyun Indonesia, Mubtadi’ si
> pencela Sunnah, bekas Panglima Lasykar Khawarij wal Jama’ah.
>
> ÈÓã Çááå ÇáÑÍãä ÇáÑÍíã
>
> Berkata al-Muhaddits Abu ‘Abdirrohman Yahya bin Ali al-Hajuri  :
> “ Perkataan yang benar dan menetapinya menambah Iman, begitu pula
> perbuatan yang benar, orang yang mendapatkan Taufiq adalah orang
> teliti dalam mencari Al-Haq baik dalam ucapan ataupun perbuatan.“
>
> Berkata Abu Hazim Muhammad (Magetan) :
> ” Aku mendengar dari Syaikh Yahya -semoga Alloh menjaganya- ketika
> ditanyakan tentang perkara tahdziran Syaikh Rabi’ -semoga Alloh
> menjaganya-  terhadap beliau, dia berkata ” Bahwa itu tidak benar,
> seandainya benar maka al-Haq tetap al-Haq, Dammaj tetap Dammaj “
>
> Berkata Abu Fairuz (Dammaj, Yaman) :
> ” Para usudussunnah dari Dammaj masih tunggu pernyataan resmi dari
> Syaikh Robi’ -semoga Alloh menjaganya- untuk ditindak sencara syar’i.
> Muhammad bin Hadi yang tidak bisa tunjukkan HUJJAH itu telah “dihantam
> balik” oleh Syaikh Yahya”
>
> Berkata al-Akh Irwan (Lamongan) menukil dari perkataan Abu Fairuz
> (Yaman)
> ” Ali Mutsanna -pengelola situs alulumus salafiyah- bilang bahwa
> sampai sekarang tidak ada ucapan syaikh Robi’ -semoga Alloh
> menjaganya- seperti itu. Untuk apa syaikh Robi’ mentahdzir Dammaj
> dengan sembunyi-sembunyi seperti itu ? Takut Apa ?! Jika memang
> tahdzir Dammaj tentu dia akan dituntut HUJJAH dan BAYYINAH. Ini baru
> MANHAJ SALAF. Bukannya goncang karena sekedar kabar burung atau
> beragama dengan Taqdim”
>
> Berkata Abu Turob (Bengkulu) :
> ” Untuk seluruh Ikhwah Salafiyyin dimanapun berada..Dien ini BUKAN
> MILIK FULAN ATAU ‘ALLAN…!! akan tetapi Dien ini milik ALLOH satu-
> satunya, Dia sendiri yang akan menjaganya,  Dia juga yang akan menjaga
> wali-wali Nya yang isitiqomah diatas jalanNya. Jangan ragu dan Goyah,
> jika kita yaqin diatas sunnah, tidak perlu resah dengan tahdziran
> TANPA HUJJAH dan BAYYINAH.. Waffaqollooh al-Jamii’ –ini sekedar
> sedikit tanggapan atas apa yang terlontar oleh Dzul Akmal Marhain dan
> orang yang semisalnya.
>
> Berkata Abu Saif Mufti (Jombang) :
> ” Dzul Akmal Kadzdzab, kalau memang itu benar maka kita diatas al-Haq -
> insya Alloh-  Alloh yang akan tampakkan al-Haq bersama dengan
> berjalannya waktu”
>
> Berkata Abu Arqom (Magetan) :
> ” Sebagaimana perkataan Syaikh Yahya -semoga Alloh menjaganya- ke
> kita, bahwa beliau belum mendengar adanya tahdzir dari Syaikh Robi’ -
> semoga Alloh menjaganya-. Sesuatu yang belum jelas, jangan terburu-
> buru disikapi, dibantah. Dan menjadi kebiasaan Syaikh Robi jika ada
> pembicaraan yang sifatnya khusus, beliau tidak suka disebar luaskan,
> dan bukan termasuk adab menyebarkan pembicaraan yang sifatnya khusus,
> karena bisa memecah belah persaudaraan, Nammam (Tukang Pengadu Domba)
> tidak akan masuk syurga. Kalau beliau ingin menyebarkan pembicaraannya
> maka akan disebarkan sendiri di majelisnya, sebagaimana beliau
> mentahdzir Abul Hasan (Yaman) dan Abdurrohman Abdul Kholiq terang-
> terangan dimajelis juga dengan tulisan”
>
> Berkata Abu Khoir (Aceh) :
> ” Kalau betul seperti itu, maka perlu kita ketahui pedoman kita dalam
> masalah (fitnah) Hizbiyyah Jadidah ini adalah al-Kitab (al-Qur’an) dan
> as-Sunnah . Perbanyaklah do’a untuk tetap istiqomah diatas al-Haq dan
> terus tholabul ‘ilm”
>
> Berkata Ibnu Umar (Cianjur):
> ” Berita tersebut perlu dicek kembali, diantar metode hizbi adalah ADU
> DOMBA ANTARA ULAMA, tanyakan langsung ke Dammaj, Nyata bagi kita bahwa
> Dzul Akmal salah satu dari corong-corong Hizbi Jadid. Dia tidak jauh
> beda dengan L.J -Luqmaniyyun Jahat- Allohul Musta’aan wa ‘alayhi
> tuklan”
>
> Berkata Abu Muqbil Ali Abbas (Palapo):
> ” Karena Syaikh Yahya telah tetap adalah adilnya oleh ulama sejaman
> dengan Syaikh Robi’ -semoga Alloh menjaganya- bahkan diatas seperti
> Syaikh Ahmad Yahya an-Najmi, maka tidak begitu saja dapat dijatuhkan
> ta’dil-ta’dil mereka terhadap Syaikh Yahya dan Ma’hadnya..Saat ini
> pecinta Yayasan terus terdesak oleh hantaman-hantaman an-Nasihul Amin
> beserta murid-muridnya, maka jurus terakhir mereka berdusta atas nama
> ulama yang mereka bersembunyi dibalik nama mereka. Andai benar berita
> itu, tentulah akan keluar tulisan-tulisan Syaikh Robi’ . Kemudian
> dilihat apa jarahnya mufassar atau tidak ? “
>
> Berkata Abu Zaky Abdul A’la (Lamongan):
> ” Sebenarnya dari awal jawabannya sangat mudah, kita -Alhamdulilah-
> Ahlussunnah yang mempelajari ilmu Hadits. Jika kita kembali kepada
> kaidah ilmu hadits maka Dzul Akmal adalah orang yang MAJRUH tidak
> diterima beritanya “
>
> Berkata Abu Mas’ud (Lamongan):
> ” DZUL AKal MALing tidak usah digubris, dia Dajjal. Sama tidak bedanya
> dengan dengan Si Luman dan Si Akal Maling..Jangan digubris. Kebeneran
> bukan ukurannya Syaikh Robi’ -semoga Alloh menjaganya- atau Muhammad
> Madkholi atau yang lainnya “
>
> Berkata Abu Ubayd Fadly (Sorowako):
> ” ….Kalau benar beliau (syaih Robi’) berucap, maka kita lihat kembali
> ucapannya yang sebenarnya, apa diatas HUJJAH (Kitabulloh wa as-Sunnah)
> atau tidak. Ataukah hanya sekedar kabar burung…”
>
> Berkata Abu Nafi’ (Malang):
> ” Kita selalu bersifat sakinah, tenang dan jauhkan dari sifat tergesa-
> gesa, dan kembalikanlah kepada ahlul ilmi”
>
> Berkata al-Akh Ahmad (Buton) :
> ” Ana nasehatkan ikhwah untuk tetap tenang dan diatas ilmu, karena
> sekarang kita jaman fitnah maka perlu untuk berhati-hati menerima
> khobar. Kita tidak meragukan kejujuran masyaikh tersebut.”
>
> Sumber:http://isnad.net/sikap-ahlussunnah-dalam-menerima-kabar-para-pendusta...

-- 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Untuk mengirim tulisan baru gunakan: 
[email protected]
Arsiip Milis:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Audio/Artikel Belajar Manhaj dan Aqidah Yang Shahih :
www.ISNAD.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kirim email ke