BANTAHAN ASY-SYAIKH AHMAD AN-NAJMIY -rahimahulloh- UNTUK ALI HASAN AL-HALABIY -hadaahulloh
Penerjemah: Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy -semoga Alloh memaafkannya- بسم الله الرحمن الرحيم Pengantar Penerjemah الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، أما بعد Setelah selesai menerjemahkan bab satu dan bab dua tentang tahdzir Lajnah Daimah terhadap kitab-kitab yang terkait dengan Ali Hasan Abdil Hamid Al Halabiy, berikut ini adalah jawaban dan bantahan Fadhilatusy Syaikh Muftil Mamlakah Su’udiyyah bagian selatan: Ahmad bin Yahya An Najmiy رحمه الله terhadap surat Ali Hasan Abdil Hamid Al Halabiy هداه الله. Semoga Alloh memberikan taufiq-Nya. Bab Tiga: Jawaban Fadhilatusy Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmiy رحمه الله Ali Hasan Abdil Hamid Al Halabiy هداه الله Berikut ini adalah jawaban dan bantahan Fadhilatusy Syaikh Muftil Mamlakah Su’udiyyah bagian selatan: Ahmad bin Yahya An Najmiy رحمه الله terhadap surat Ali Hasan Abdil Hamid Al Halabiy هداه الله. Judulnya adalah: Perdebatan Bersama Fadhilatusy Syaikh Ali Al Halabiy الحمد لله ، والصلاة والسلام على رسول الله ، وعلى آله وصحبه ، وبعد : Telah sampai kepadaku lembaran-lembaran dari Fadhilatusy Syaikh Ali Hasan Abdul hamid Al Halabiy, nampak bahwasanya lembaran-lembaran tadi diambil dari internet. Di dalamnya dia berkata: “Sebelum sholat maghrib, dalam keadaan aku mengarah ke sini untuk menyelenggarakan pertemuan yang diberkahi ini, sebagian ikhwah menelponku dan membacakan kepadaku fatwa yang dinukil di sebagian internet dari Fadhilatusy Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmiy –semoga Alloh تبارك وتعالى menjaganya-. Dan yang nampak adalah bahwasanya fatwa itu berlangsung baru sekitar tiga hari yang lalu –hari Senin-. Sang penanya berkata: “Apakah Anda menasihati kami untuk mengambil ilmu dari para masyayikh Yordan dalam bidang aqidah, mereka adalah para syaikh Markiz Al Albaniy رحمه الله?” Maka Fadhilatusy Syaikh menjawab: “Mereka itu teranggap dari kalangan Salafiyyin, akan tetapi engkau –yaitu si penanya- menukilkan dari mereka bahwasanya mereka itu mendukung Abil Hasan (أبي الحسن) – demikianlah di dalam naskah yang ada di hadapanku. Yang benar adalah Abal Hasan (أبا الحسن). Alloh yang lebih tahu-. Akan tetapi dinukilkan kepadaku bahwasanya mereka mendukung Abal Hasan, mendukung Al Maghrowiy, dan memberi tazkiyyah (rekomendasi) untuk mereka, dan barangsiapa memberi tazkiyyah (rekomendasi) untuk Al Maghrowiy si takfiriy itu, maka sungguh dia itu terkena kritikan-kritikan. Dan kita tak bisa mengatakan bolehnya diambil ilmu dari mereka.” Selesai ucapan beliau –semoga Alloh menjaganya-. Kemudian dia (Ali Hasan) berkata: “Pada hakikatnya aku merenung, dan aku ragu untuk memberikan komentar terhadap fatwa ini, sementara Asy Syaikh adalah termasuk ulama yang mulia, dan aku tidak memberikan tazkiyyah untuk mereka atas nama Alloh. “ Kemudian dia (Ali Hasan) memuji dengan baik. Semoga Alloh membalasnya dengan kebaikan. Sampai pada ucapannya: “Dan aku meyakini bahwasanya fatwa ini di dalamnya ada yang perlu diperbaiki. Adapun bahwasanya kami itu terhitung dari kalangan Salafiyyin, maka segala pujian bagi Alloh, yang demikian itu adalah dari karunia Alloh, dan kami mengajak kepada dakwah salafiyyah dan aqidah salafiyyah, dan kami menolong para masyayikh kami di setiap tempat. Tidaklah faktor geografis dari mereka menghalangi kami, begitu pula batas-batas negri, warna ataupun nama. Dan kami berkeyakinan bahwasanya wala wal baro itu adalah berdasarkan manhaj dan aqidah.” Aku (Asy Syaikh Ahmad An Najmiy) menjawab: Inilah yang kami yakini, dengannya kami beragama untuk Alloh, dan kami mengharuskan diri kami untuk beramal di atasnya dengan mengambil pengarahan-pengarahan dari Robb kami, yang mana Dia berfirman: ﴿إنَّما المؤمنون إخوة فأصلحوا بين أخويكم واتقوا الله﴾ [ الحجرات : 10 ] “Hanyalah mukminun itu saudara, maka damaikanlah di antara kedua saudara kalian, dan bertaqwalah kalian kepada Alloh.” Dan Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: «المؤمن للمؤمن كالبنيان يشدُّ بعضه بعضا» “Orang mukmin yang satu terhadap mukmin yang lain adalah bagaikan bangunan, sebagiannya memperkuat yang lain.” Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Musa رضي الله عنه. Beliau juga bersabda: «مثل المؤمنين في توادهم ، وتراحمهم ، وتعاطفهم مثل الجسد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمَّى» “Permisalan kaum Mukminin dalam sikap saling cinta, saling mengasihi dan saling menolong di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota badan mengeluh sakit, seluruh jasadpun akan ikut tidak bisa tidur dan menjadi demam.” Diriwayatkan oleh Muslim dari An Nu’man bin Basyir([1]). selengkapnya: http://isnad.net/tahdzir-ulama-terhadap-ali-hasan-al-halabiy-bag-3 -- ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Untuk mengirim tulisan baru gunakan: [email protected] Arsip Milis: http://www.mail-archive.com/[email protected]/ Audio/Artikel Belajar Manhaj dan Aqidah Yang Shahih : www.ISNAD.net ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
