KESUNGGUHAN DALAM MEMAHAMI MAKNA AYAT-AYAT AL-QUR’AN ditulis oleh: Abu Ja’far Al-Harits Al-Andalasy Waffaqohulloh
بسم الله الرحمن الرحيم إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليما كثيرا أما بعد Kita mulai pembahasan ini dengan nukilan perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullohu Ta’ala: “Wajib diketahui bahwasanya Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan makna-makna Al-Qur’an kepada para shohabatnya sebagaimana beliau menjelaskan lafazh (bacaan)nya. Maka Firman Alloh Ta’ala: لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ “Agar engkau menjelaskan kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka” (QS An-Nahl 44) Mencakup ini dan itu. Abu ‘Abdirrohman As-Sulamy Rahimahulloh berkata: Orang-orang yang membacakan Al-Qur’an kepada kami seperti ‘Utsman bin ‘Affan, ‘Abdulloh bin Mas’ud dan selain keduanya, mereka mengatakan: “Dahulu jika mereka mempelajari sepuluh ayat dari Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa sallam, mereka tidak melewatinya sampai mereka mempelajari apa-apa yang ada pada ayat-ayat tersebut berupa ilmu dan amal”. Mereka berkata: “Kami mempelajari Al-Qur’an, ilmu dan amal secara keseluruhan”. Karena itulah mereka menghabiskan beberapa masa dalam menghapal surat Al- Qur’an”.[1] Anas berkata: “Dahulu seorang lelaki jika membaca Al-Baqoroh dan Ali ‘Imron menjadi mulia di mata kami”[2]. Ibnu ‘Umar menghapal Al-Baqoroh bertahun-tahun, ada yang mengatakan delapan tahun, sebagaimana disebutkan Malik. Selengkapnya: http://ahlussunnah.web.id -- ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Untuk mengirim tulisan baru gunakan: [email protected] Arsip Milis: http://www.mail-archive.com/[email protected]/ Audio/Artikel Belajar Manhaj dan Aqidah Yang Shahih : www.ISNAD.net ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
