PINTU MEMBELA HIZBIYYAH MUBTADI’AH
MENOLAK TAHDZIR ULAMA SUNNAH

Ditulis oleh: Robi’ bin Hadi Umair Al-Madkholi
-semoga Alloh menjaganya-
29 Robi'ul Akhir 1433 H.
Alih Bahasa: Al-Faqiir ila rohmati robbihi,
Abul Mundzir Mujahid bin Rosyid bin Tiro Al-Bugisi
-semoga Alloh memaafkannya-
24 shafar 1434 H

بسم الله الرحمن الرحيم

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا
شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليما
كثيرا أما بعد:

Kita-sama-sama mengetahui bahwa pembelaan terhadap pelaku kejahatan
bukanlah perkara yang dibenarkan secara agama maupun norma kesusilaan.
Maka bagaimana jika kejahatan tersebut dilakukan pada perkara yang
sangat agung, perkara agama Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang tak lain
kejahatan tersebut berupa kesyirikan, bid’ah dan hizbiyyah.

Meski banyak orang yang lalai dalam masalah ini, namun –
walhamdulillah- seorang salafy –ahlussunnah- tidaklah termasuk ke
dalam barisan orang-orang yang lalai tersebut. Akan tetapi mungkin tak
jarang di antara ahlussunnah yang tidak begitu mencermati modus
pembelaan terhadap pelaku kebatilan. Karena itu –insyalloh- akan
diuraikan modus terbesar yang ditempuh para pembela kriminil tersebut,
yaitu penolakan penjelasan dari seorang alim atas pelaku kebatilan,
dengan alasan bahwa alim itu sendirian atau segelintir saja, sementara
para ulama yang lain tidak “berkomentar” sama, dengan kata lain modus
ini dikenal dengan “penolakan khobar ahad”. Dengan langkah ini mereka
tidak menerima khabar bahwa seseorang telah menjadi seorang mubtadi’
sebelum dia membuktikan dengan mata kepalanya sendiri.

Selengkapnya:
www.ISNAD.net

-- 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Untuk mengirim tulisan baru gunakan: 
[email protected]
Arsip Milis:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Audio/Artikel Belajar Manhaj dan Aqidah Yang Shahih :
www.ISNAD.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kirim email ke