Hebat Bung Jim ! Saya sangat setuju... Ehm. omong omong mengenai mobil, benar sekali itu! Ada 2 spesies oarng mau beli mobil " - yang mau menikmati mobilnya regardless resale value (saya spesies ini) - yang memikirkan harga jual lagi, regardless itu mobil dinaikinya kurang enak, minum bensin dan gagal teknologi (ekivalen juga di dunia audio ini, terutama audio mobil)
Beli mobil itu ya untuk dinikmati....kita menikah itu ya untuk seumur hidup, teman hidup (yang nikmat juga ..-:) Lha mosok mau nikah kok sudah mikir : cerainya kapan ya? (spesies ke-2) Hua..ha..ha...ha.... Dulu beli Peugeot 206 th 2004, 178jt, sekarang hanya berharga 40jt....ya biarin, memangnya mau saya jual? Kalaupun dijual, itupun mungkin kepingin ganti dan tempatnya tidak ada ....... salam spesies aneh, dwa (bawahnya sengaja tidak saya delete, biar nyambung) ----- Original Message ----- From: Paul Yahya To: [email protected] Sent: Wednesday, December 17, 2008 4:13 PM Subject: Re: Bls: [avifans] Hasil Lengkap Blind Test 6 Des 2008 BRAVO pak JA..... saya setuju....banyak yg anda kemukanan benar.. susah nebak keinginan org Indo... mungkin fenomena bukan di Indo saja kali ??!!... tdk banyak yg ngerti keinginan nya sendiri, serta mampu menjabarkannya macam apa yg ingin didengar kuping. anyway...pak JA melangkah ke kapling yg cukup sensitip....dimana mudah singgung menyinggung, srempet menyerempet pak.. Salam DIY pak... PJ Apa enaknya : Gusti diAtas untuk kita bersama, dan kita sendiri2 saja......???! http://www.freewebs.com/komkris2000 ----- Original Message ----- From: Jimmy Auw To: [email protected] Sent: Tuesday, December 16, 2008 9:43 PM Subject: RE: Bls: [avifans] Hasil Lengkap Blind Test 6 Des 2008 Halo Pak, Ingin sharing juga. Market entry level ini memang besar sekali. Karena cukup banyak orang (entry level) yang ingin main audio. Awalnya saya percaya karena pengen tau. Biasanya orang macam ini sangat mudah terbawa (terpancing) dan punya duit "extra". Dibilang ini barang bagus, langsung beli. Padahal music yang bagus dan benar seperti apa aja belum ngerti. Saya paling sering liat di audio mobil... orang pake HU yang ada tube... amplifier merek terkenal yang harganya belasan juta... tweeter pake titanium, midbass kevlar... total ga kurang dari 50jt... lah mainin piano aja sember... karena yang tuning motong tweeter kerendahan (biar vokalnya berat katanya)... padahal katanya yang tuning uda yang terbaik di kotanya... Puyeng dah... Sekarang kita liat ampli2 macam darkvoice dan teman2nya yang dari china. Apa idealisme pembuat barang2 tersebut: 1. production cost yang rendah 2. negara yang memproduksi tabung sendiri sehingga murah/mudah didapat 3. menarik minat para newbie di dunia audio (dengan penampilan ciamik) Sekarang kita liat background pembuat ampli tabung dari negara2 lain (sebagai contoh Indonesia): 1. diy-er sejati, membuat produk bersuara bagus, belum jadi mata pencaharian 2. masih mengandalkan tabung dari negara lain (entah nos atau tidak) 3. kualitas benar-benar jadi prioritas, fisik nomor dua Kita lihat sekali ada perbedaan antara dua background ini. Jikalau orang macam Pak Arif TL, Pak Alex LJ, Pak Arif Suara, rela pake tabung 6N1 dan varian China lainnya, caps Surong/Audiophiler, resistor metal film Taiwan yang seribu rupiah sebijinya, diode standar, saya yakin membuat produk "high-end tabung" berharga 1-2 jutaan bukanlah mimpi (apalagi jika didukung oleh pabrikan chassis)... Tapi apa iya kupingnya bisa nerima dengerin hasilnya? Kembali lagi ke idealism awalnya... Orang Indo (maaf) cenderung gengsi... Coba jejerin Gainclone dan power NAD. Harga dibuka Gainclone dengan pots TKD dan caps auricap dijual 1,5 jt (kaya kang Yus punya)... NAD dijual 2,5jt... saya yakin orang pilih NAD... kenapa? Orang indo akan mikir 2 hal: 1. Kalo rusak gimana? 2. Harga jual kembali gimana? Nah dua factor inilah yang kadang jadi pertimbangan... soal suara... paling mereka jawab, ah itu kan relative... buat kuping2 orang kebanyakan, saya yakin NAD gak jelek2 amat koq (dan ga mungkin juga Gainclone dengan Auricap dan pots TKD itu diproduksi massal dengan harga 1,5 jt kan?). Contoh lain: Mobil yang paling banyak bersliweran di jalan itu adalah Toyota Kijang dan sekarang Avanza. Padahal tau sendiri, Kijang itu paling jago "minum" bensin. Namun orang (konsumen Indo kebanyakan), ga mikirin itu. Mereka mikirnya seperti 2 di atas tadi... - kalo rusak gimana (spare parts Kijang paling pasaran dan murah)... - harga jual kembali gimana (Kijang sih paling jago urusan harga jual yang bersaing)... Saya juga sempat liat Pak Arif TL turun kelas jualan power2 murah... dan Pak Alex LJ sepertinya sudah lebih dulu main di pasar entry level ini... hasilnya? Dari yang saya liat sih tidak keliatan permintaan yang signifikan dari pasar tuh... Sekedar urun rembuk.. maap kalo ada salah2 kata... Thanks. -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of yogi_rizkian96 Sent: Monday, December 15, 2008 11:17 AM To: [email protected] Subject: Re: Bls: [avifans] Hasil Lengkap Blind Test 6 Des 2008 Ga papa ya diskusi disini.. saya sebenarnya ingin tau costumer DIY itu apakah memang rata2 ceruk yang kecil (premium grade) atau seperti apa? mungkin p. arif bisa cerita :) saya soalnya membandingkannya dgn china pak lewat ebay. Kasus kecil sebenarnya seperti integrated amp SE untuk headphone. Kebetulan saya mau buat system yg kecil dulu. Itu untuk ukuran DIY, merek seperti LittleDot, darkvoice brand china, marketnya besar sekali, jualannya sampe ke Amerika/EU. Pembelinya banyak, bahkan di beberapa forum sampai direview. Makanya, melihat produknya DIY kita, saya yakin kita bisa compete. cost yg dijual di ebay sekitar 1-4jt (itungan dollar Rp. 10.000). Jadi harapannya juga liat product tubelover atau sejenisnya di ebay.. hehe. Dan juga market di indonesia gemuk di entry level pak. Pengertiannya, budget mulai start di level 10-25jt end-to-end (cd-pre-amp-speaker berikut kabel2). Makanya harapan saya sih, ada paket pre-amp dan amp yang untuk entry level. Berkisar antara 5-10jt, sehingga masy luas bisa mengetahui. Dan tanding2 blindtestnya kayak gini.. hehehehe.. tentu ini kacamata end user kayak saya pak, bila kacamatanya penikmat diyers sendiri untuk pakai sendiri dan duit sendiri ya beda cerita.. just another my 2 cent. .
