Ibarat buah simalakama. 

 

mau promosi besar2an, maka butuh marketing fund yang besar. 

 

untuk bisa dapat marketing fund besar, butuh markup gila2an (atau produksi
sangat masal).

 

buat markup gila2an, mesti "nipu" gila2an juga. yah macamnya speaker kelas
30-an jt yang paling baru pake capacitor sekelas Solen dan driver sekelas
Vifa. kalo DIY speaker dengan budget 30jt, saya berani pake Duelund atau
Mundorf Silver/Oil/Gold dan driver sekelas ScanSpeak qeqeqe.

 

Sekali lagi maaf ya kalo saya bicara ceplas-ceplos. moga2 gak ada yang
tersungging.

 

Thanks.

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
Muliadi Antaredja
Sent: Wednesday, December 17, 2008 8:47 PM
To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [avifans] Hasil Lengkap Blind Test 6 Des 2008

 

Ikutan nimbrung juga ah...

kalau menurut saya sih permintaan tidak meningkat signifikan walaupun sudah
membuat entry level yah karena kurang promosinya... coba saja dibandingkan
dengan produk2 jadi, iklannya di TV, radio, poster, dll..

yang tahu LJ atau Tubelover yah cuma segelintir orang...

kalau masyarakat tahu misalnya dengan harga sama kualitasnya jauh lebih
baik, saya yakin produknya bakalan laku tuh...

selama ini kan angapan masyarakat kalau maen audio bagus itu harus berpuluh2
juta... makanya lebih dipilih produk2 yang sudah jadi dan terjangkau,
seperti hifi sistem yang relatif gampang ditemukan di setiap mall bahkan
supermarket, walaupun kalau dibandingkan harga dan kualitasnya mungkin tidak
seimbang... 

Dan karena asumsi harga barang2 audio yang bagus itu selalu mahal maka
banyak orang yang takut duluan mau masuk ke butik audio...

kalau mereka tahu dengan harga relatif sama mereka bisa dapet barang yang
lebih bagus, mungkin mereka bisa beralih...

Untuk yang gengsi sih saya juga akui pak, di Indo itu banyak orang yang
lebih mentingin gengsi dan penampilan daripada fungsinya... contoh di Audio
Mobil itu saya liat sendiri pak, dari speaker, ampli n headunit udah yang
top punya... tapi suaranya gak karu2an...

Terus untuk orang2 seperti saya ini juga sebenarnya masih sangat butuh ampli
yang cukup berkualitas di entry level loh. soalnya yang puluhan juta belum
sanggup beli, dan baru mulai ingin coba mencicipi dunia tabung, hehehe....

 

salam,

Muliadi



 

On 12/16/08, Jimmy Auw <[email protected]> wrote: 

Halo Pak,
Ingin sharing juga. Market entry level ini memang besar sekali. Karena cukup
banyak orang (entry level) yang ingin main audio. Awalnya saya percaya
karena pengen tau. Biasanya orang macam ini sangat mudah terbawa
(terpancing) dan punya duit "extra". Dibilang ini barang bagus, langsung
beli. Padahal music yang bagus dan benar seperti apa aja belum ngerti. Saya
paling sering liat di audio mobil... orang pake HU yang ada tube...
amplifier merek terkenal yang harganya belasan juta... tweeter pake
titanium, midbass kevlar... total ga kurang dari 50jt... lah mainin piano
aja sember... karena yang tuning motong tweeter kerendahan (biar vokalnya
berat katanya)... padahal katanya yang tuning uda yang terbaik di kotanya...

Puyeng dah...

Sekarang kita liat ampli2 macam darkvoice dan teman2nya yang dari china. Apa
idealisme pembuat barang2 tersebut:
1. production cost yang rendah
2. negara yang memproduksi tabung sendiri sehingga murah/mudah didapat
3. menarik minat para newbie di dunia audio (dengan penampilan ciamik)

Sekarang kita liat background pembuat ampli tabung dari negara2 lain
(sebagai contoh Indonesia):
1. diy-er sejati, membuat produk bersuara bagus, belum jadi mata pencaharian
2. masih mengandalkan tabung dari negara lain (entah nos atau tidak)
3. kualitas benar-benar jadi prioritas, fisik nomor dua

Kita lihat sekali ada perbedaan antara dua background ini. Jikalau orang
macam Pak Arif TL, Pak Alex LJ, Pak Arif Suara, rela pake tabung 6N1 dan
varian China lainnya, caps Surong/Audiophiler, resistor metal film Taiwan
yang seribu rupiah sebijinya, diode standar, saya yakin membuat produk
"high-end tabung" berharga 1-2 jutaan bukanlah mimpi (apalagi jika didukung
oleh pabrikan chassis)... Tapi apa iya kupingnya bisa nerima dengerin
hasilnya? Kembali lagi ke idealism awalnya...

Orang Indo (maaf) cenderung gengsi... Coba jejerin Gainclone dan power NAD.
Harga dibuka Gainclone dengan pots TKD dan caps auricap dijual 1,5 jt (kaya
kang Yus punya)... NAD dijual 2,5jt... saya yakin orang pilih NAD... kenapa?
Orang indo akan mikir 2 hal:
1. Kalo rusak gimana?
2. Harga jual kembali gimana?

Nah dua factor inilah yang kadang jadi pertimbangan... soal suara... paling
mereka jawab, ah itu kan relative... buat kuping2 orang kebanyakan, saya
yakin NAD gak jelek2 amat koq (dan ga mungkin juga Gainclone dengan Auricap
dan pots TKD itu diproduksi massal dengan harga 1,5 jt kan?).

Contoh lain: Mobil yang paling banyak bersliweran di jalan itu adalah Toyota
Kijang dan sekarang Avanza. Padahal tau sendiri, Kijang itu paling jago
"minum" bensin. Namun orang (konsumen Indo kebanyakan), ga mikirin itu.
Mereka mikirnya seperti 2 di atas tadi... 
- kalo rusak gimana (spare parts Kijang paling pasaran dan murah)... 
- harga jual kembali gimana (Kijang sih paling jago urusan harga jual yang
bersaing)...

Saya juga sempat liat Pak Arif TL turun kelas jualan power2 murah... dan Pak
Alex LJ sepertinya sudah lebih dulu main di pasar entry level ini...
hasilnya? Dari yang saya liat sih tidak keliatan permintaan yang signifikan
dari pasar tuh...

Sekedar urun rembuk.. maap kalo ada salah2 kata...

Thanks. 




-----Original Message-----
From: [email protected] <mailto:avifans%40yahoogroups.com>
[mailto:[email protected] <mailto:avifans%40yahoogroups.com> ] On
Behalf Of
yogi_rizkian96
Sent: Monday, December 15, 2008 11:17 AM
To: [email protected] <mailto:avifans%40yahoogroups.com> 
Subject: Re: Bls: [avifans] Hasil Lengkap Blind Test 6 Des 2008

Ga papa ya diskusi disini..
saya sebenarnya ingin tau costumer DIY itu apakah memang rata2 ceruk
yang kecil (premium grade) atau seperti apa? mungkin p. arif bisa
cerita :)
saya soalnya membandingkannya dgn china pak lewat ebay. Kasus kecil
sebenarnya seperti integrated amp SE untuk headphone. Kebetulan saya
mau buat system yg kecil dulu. 
Itu untuk ukuran DIY, merek seperti LittleDot, darkvoice brand china,
marketnya besar sekali, jualannya sampe ke Amerika/EU. Pembelinya
banyak, bahkan di beberapa forum sampai direview. Makanya, melihat
produknya DIY kita, saya yakin kita bisa compete. cost yg dijual di
ebay sekitar 1-4jt (itungan dollar Rp. 10.000). Jadi harapannya juga
liat product tubelover atau sejenisnya di ebay.. hehe.

Dan juga market di indonesia gemuk di entry level pak. Pengertiannya,
budget mulai start di level 10-25jt end-to-end (cd-pre-amp-speaker
berikut kabel2). Makanya harapan saya sih, ada paket pre-amp dan amp
yang untuk entry level. Berkisar antara 5-10jt, sehingga masy luas
bisa mengetahui. Dan tanding2 blindtestnya kayak gini.. hehehehe..
tentu ini kacamata end user kayak saya pak, bila kacamatanya penikmat
diyers sendiri untuk pakai sendiri dan duit sendiri ya beda cerita..

just another my 2 cent.





 

<<image001.jpg>>

Kirim email ke