Teeeeet... lupa sesuatu pa Eep ini....! "Time Target" game machine from Konami dan 2 layar balapan mobil itu...he...he..
Ntar saya main ke rumah pa Eep untuk nonton ditarik bayaran juga lah kalau gitu. BTW, dulu pernah ngediskusiin tentang "parfum" makanan yg disemprot di sekitar restauran utk memancng selera orang lewat. Kira-kira ada ga yang berbau "mentega popcorn". Karena feelling saya selalu terbawa ke bioskop Studio 21 setiap kali cium bau popcorn itu...he..he. winbert To: [email protected] From: [email protected] Date: Mon, 5 Jan 2009 13:08:12 +0700 Subject: Re: [avifans] Artikel saya di majalah Indonesia Youth Association Jepang menurut hemat saya.. kalau mau betulan seperti bioskop, ya di luar home theater dibuatkan tiket box, lobby/ruang tunggu, nah di situ lah ditempatkan pop corn machine, lalu poster2 film hehehehe begitu kan pak winbert..? 2009/1/5 Winbert Hutahaean <[email protected]>: >>>>>idealnya dedicated home theater itu seperti bioskop >>>>> betulan dimana isinya hanya bangku dan layar saja > > Pa Wi, > > Kalau memang tujuannya utk "serius" sih yg memang begitu. tapi tulisannya Pa > Eep kan lebih menuju suatu "fun" memiliki HT dengan emmunculkan sikon > seperti di theatre. Makanya Pa Eep menyarankan (dalam tulisannya) "Ada > beberapa asesori penambah suasana home cinema", i.e mesin Pop corn, counter > ticket, poster film dll. > > So, penekanan dari P'eep saya yakin adalah untuk menimbulkan nuansa bioskop > itu dari sudut "sensasi" dan "sugesti". > > Mungkin soal "bangku + layar" vs "bangku + layar + assesoris" mirip dengan > kolektor mobil antik antara "original" vs "customized". Masing-masing punya > kelebihan. > > my 2 cents, > > winbert > www.winbert.co.cc > > > _______________________ > Mencari Piringan Hitam (PH) Rock, Progressive, Metal, Blues, Jazz, Country, > Pop, Punk, New Age, New Wave, dll? kunjungi www.piringanhitam.co.cc utk > koleksi langka. List tersedia!! > > > ----- Original Message ----- > From: Wiyono > To: [email protected] > Sent: Monday, January 05, 2009 11:16 AM > Subject: Re: [avifans] Artikel saya di majalah Indonesia Youth Association > Jepang > > Pak Winbert, > idealnya dedicated home theater itu seperti bioskop betulan dimana isinya > hanya bangku dan layar saja bahkan equipment seharusnya ditaruh di ruang > terpisah dari tempat nonton. > Wiyono > > > ----- Original Message ----- > From: Winbert Hutahaean > To: avifans egroups > Sent: Friday, January 02, 2009 8:14 AM > Subject: RE: [avifans] Artikel saya di majalah Indonesia Youth Association > Jepang > > Pa Eep, di dalam assesoris tambahan, bapak mengusulkan tambahan adanya > Counter tiket dan eummbel plate guna menambah nuansa bioskop. Saya ada > tambahan usul, yakni beli proyektor bekas dan pasang di belakang kursi > penonton. Sehingga nuansa bioskopnya lebih terasa. > > Salah satu contohnya, bisa dilihat di sini > > http://forum.avicenter.com/forum_posts.asp?TID=474&PN=1 > > (walau yg ada di depan saya itu bukan display atau assesoris, tapi memang > bisa difungsikan). > > he...he... > > sekedar usul biar rame. > > cheers, > > winbert > www.winbert.co.cc > > ________________________________ > To: [email protected] > From: [email protected] > Date: Wed, 31 Dec 2008 15:16:09 +0700 > Subject: [avifans] Artikel saya di majalah Indonesia Youth Association > Jepang > > dear teman-teman > saya sudah lama tidak menulis soal audio video, kemarin tiba-tiba > diminta dari jepang untuk menulis artikel soal home theater.. > nah saya ingin minta komentar atas tulisan tersebut, maklum sudah lama > ga berkecimpung di dunia audio video > > tulisannya ada di blog saya: > http://eepinside.com/?p=1396 > > terima kasih atas perhatiannya > > > ________________________________ > Make the most of what you can do on your PC and the Web, just the way you > want. Windows Live > > _________________________________________________________________ Join the Fantasy Football club and win cash prizes here! http://fantasyfootball.id.msn.com
