nah buat yang punya space memang harusnya seperti itu.
yang lebih ekstrim lagi ada yang bikin seperti mall kecil dimana ada toko toko 
(toko jam tangan, mobil mainan, wine, cigar, dll) yang isinya koleksi pemilik 
rumah.
Wiyono

  ----- Original Message ----- 
  From: Eep S. Maqdir 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, January 05, 2009 1:08 PM
  Subject: Re: [avifans] Artikel saya di majalah Indonesia Youth Association 
Jepang


  menurut hemat saya.. kalau mau betulan seperti bioskop, ya di luar
  home theater dibuatkan tiket box, lobby/ruang tunggu, nah di situ lah
  ditempatkan pop corn machine, lalu poster2 film
  hehehehe

  begitu kan pak winbert..?

  2009/1/5 Winbert Hutahaean <[email protected]>:
  >>>>>idealnya dedicated home theater itu seperti bioskop
  >>>>> betulan dimana isinya hanya bangku dan layar saja
  >
  > Pa Wi,
  >
  > Kalau memang tujuannya utk "serius" sih yg memang begitu. tapi tulisannya Pa
  > Eep kan lebih menuju suatu "fun" memiliki HT dengan emmunculkan sikon
  > seperti di theatre. Makanya Pa Eep menyarankan (dalam tulisannya) "Ada
  > beberapa asesori penambah suasana home cinema", i.e mesin Pop corn, counter
  > ticket, poster film dll.
  >
  > So, penekanan dari P'eep saya yakin adalah untuk menimbulkan nuansa bioskop
  > itu dari sudut "sensasi" dan "sugesti".
  >
  > Mungkin soal "bangku + layar" vs "bangku + layar + assesoris" mirip dengan
  > kolektor mobil antik antara "original" vs "customized". Masing-masing punya
  > kelebihan.
  >
  > my 2 cents,
  >
  > winbert
  > www.winbert.co.cc
  >
  >
  > _______________________
  > Mencari Piringan Hitam (PH) Rock, Progressive, Metal, Blues, Jazz, Country,
  > Pop, Punk, New Age, New Wave, dll? kunjungi www.piringanhitam.co.cc utk
  > koleksi langka. List tersedia!!
  >
  >
  > ----- Original Message -----
  > From: Wiyono
  > To: [email protected]
  > Sent: Monday, January 05, 2009 11:16 AM
  > Subject: Re: [avifans] Artikel saya di majalah Indonesia Youth Association
  > Jepang
  >
  > Pak Winbert,
  > idealnya dedicated home theater itu seperti bioskop betulan dimana isinya
  > hanya bangku dan layar saja bahkan equipment seharusnya ditaruh di ruang
  > terpisah dari tempat nonton.
  > Wiyono
  >
  >
  > ----- Original Message -----
  > From: Winbert Hutahaean
  > To: avifans egroups
  > Sent: Friday, January 02, 2009 8:14 AM
  > Subject: RE: [avifans] Artikel saya di majalah Indonesia Youth Association
  > Jepang
  >
  > Pa Eep, di dalam assesoris tambahan, bapak mengusulkan tambahan adanya
  > Counter tiket dan eummbel plate guna menambah nuansa bioskop. Saya ada
  > tambahan usul, yakni beli proyektor bekas dan pasang di belakang kursi
  > penonton. Sehingga nuansa bioskopnya lebih terasa.
  >
  > Salah satu contohnya, bisa dilihat di sini
  >
  > http://forum.avicenter.com/forum_posts.asp?TID=474&PN=1
  >
  > (walau yg ada di depan saya itu bukan display atau assesoris, tapi memang
  > bisa difungsikan).
  >
  > he...he...
  >
  > sekedar usul biar rame.
  >
  > cheers,
  >
  > winbert
  > www.winbert.co.cc
  >
  > ________________________________
  > To: [email protected]
  > From: [email protected]
  > Date: Wed, 31 Dec 2008 15:16:09 +0700
  > Subject: [avifans] Artikel saya di majalah Indonesia Youth Association
  > Jepang
  >
  > dear teman-teman
  > saya sudah lama tidak menulis soal audio video, kemarin tiba-tiba
  > diminta dari jepang untuk menulis artikel soal home theater..
  > nah saya ingin minta komentar atas tulisan tersebut, maklum sudah lama
  > ga berkecimpung di dunia audio video
  >
  > tulisannya ada di blog saya:
  > http://eepinside.com/?p=1396
  >
  > terima kasih atas perhatiannya
  >
  >
  > ________________________________
  > Make the most of what you can do on your PC and the Web, just the way you
  > want. Windows Live
  >
  > 


   

Kirim email ke