|
ah,gila..red
leaves keren mampus.. bnR"
gak ktauan pelakunya.. asli,gw
suka bgEt sama niyH buku.. http://www.friendster.com/dastanbooks Red Leaves: Tale of
Murder and Suicides Penulis: Thomas
H. Cook Penterjemah: Penyunting: Marvel Neydi Dastan Books, Cet. I - Juli 2006 Harga: Rp 49.900; 420 Hal. Satu lagi buku terbitan dari
Dastan Books meminta tempat
di rak bukuku yang sudah penuh. "Red Leaves" karya Thomas H. Cook. Versi originalnya terbit
tahun 2005, masih lumayan gres lah. Novel ini sempat
meraih beberapa nominasi award, antara lain di Edgar Award 2006, award untuk novel-novel misteri terbaik. Versi Indonesia-nya diterjemahkan oleh Dastan
Books Juli 2006 dalam 420 halaman. Yup,
masih 'fresh from the oven', karena bulan Juli juga baru masuk di tanggal
kedua. Beli kemaren sabtu,
malamnya aku baca-baca sambil diseling nonton bola.
Rasa penasaran bikin aku terus membacanya, dan habis malam itu juga :) Diawali dengan kisah Eric Moore yang merasa telah
berhasil meraih kehidupan yang jauh lebih baik daripada apa yang dicapai
ayahnya. Bukan suatu kehidupan yang hebat memang,
tapi paling tidak bersama Meredith istrinya dan Keith anaknya segalanya berjalan dengan baik. Tidak seperti
kehidupan di masa kecilnya yang berakhir berantakan. Namun apa boleh buat,
kestabilan hidupnya tidak berlangsung lama. Di mulai dengan berita hilangnya
gadis cilik anak tetangga, Amy Giordano.
Kejadian itu menyeret keluarga Eric dalam masalah,
karena semalam Keith-lah yang diminta menjaga Amy selama suami-istri Giordano pergi keluar. Tak bisa dihindari Keith pun menjadi salah seorang yang dicurigai. Keith
yang pendiam dan tertutup menyangkal dengan keras keterlibatannya. Bukti-bukti
yang ada juga kurang kuat untuk bisa menjadikan Keith
sebagai tersangka. Tapi semua orang telah terlanjur mencurigai Keith karena tidak ada orang lain yang bisa dituduh. Bahwa Keith adalah seorang penculik, atau pembunuh, atau bahkan
pemerkosa anak-anak di bawah umur. Eric
yang memang kurang berhasil membangun komunikasi yang baik dengan Keith, ditambah dengan berbagai tekanan dari luar sedikit
demi sedikit kehilangan kepercayaan. Ia ingin bisa percaya sepenuhnya akan
kesaksian Keith. Tapi keraguan sudah muncul sejak
awal. Dan itu bukan hanya kepada Keith, tapi juga
kepada istrinya. Mampukah Eric
menjaga agar keluarganya tetap utuh dalam menghadapi badai dahsyat yang
menerjang mereka ini? Agar kehancuran yang menimpa keluarga pertamanya yang
dibangun oleh ayahnya tidak terulang di kehidupannya. Kegelisahan yang Mencekam Di sampul depannya tertulis
bahwa ini adalah novel 'supertegang'. Ketegangan yang
ada adalah ketegangan kejiwaan dari para tokohnya. Sebagian besar mengungkap
kegelisahan-kegelisahan yang dialami Eric Moore dan keluarganya, karena setelah sekian lama Amy tidak juga ditemukan dan tidak ada tersangka lain
selain Keith. Dan kegelisahan itu diulur-ulur dengan
menyajikan bukti-bukti baru satu demi satu secara perlahan sehingga terasa
semakin mencekam. Kondisi Eric yang lagi stress berat menghadapi masalah ini rupanya dipilih untuk
menjadi gambar sampul. Potongan demi potongan
cerita disajikan dengan perlahan karena selalu dituturkan lengkap dengan
dialog-dialog batin yang dialami Eric. Dalam potongan
itu yang diungkap bukan hanya tentang seputar kejadian hilangnya Amy, tapi juga tentang keluarga dan masa kecil Eric. Mengapa dan bagaimana ibu dan adiknya meninggal,
mengapa Werner kakaknya betah membujang, dan
bagaimana ayahnya akhirnya bangkrut dan hancur. Saat Kepercayaan itu Terkikis Penerbit Dastan
menambahkan sub-judul "Tale
of Murder and Suicides" pada edisi
terjemahan ini. Entah kenapa kok harus repot-repot menambahkan sub judul yang tidak ada pada versi original
nya. Konflik psikologis itu
terjadi ketika kepercayaan terhadap seseorang terkikis oleh prasangka; Ketika
keluarga Giordano dan sebagian penduduk Wesley hilang kepercayaan dan menuduh keluarga Moore; Ketika Eric mulai
meragukan kejujuran Keith, dan kemudian kejujuran
istrinya dan Warren kakaknya. Hilangnya kepercayaan
itu seperti larutan asam, menetes perlahan tapi akhirnya merusak hingga ke
bagian terdalam. Itu perumpamaan yang ada di novel ini. Tapi terus terang aku tidak
paham tentang pilihan judul yang diambil oleh Thomas Cook. Entah apa yang diwakili oleh "Daun Merah".
Sepanjang cerita Thomas Cook
memang sering secara puitis menggambarkan daun-daun merah dari tanaman Maple jepang yang tumbuh di
halaman rumah keluarga Moore. Tapi daun merah itu
tidak punya andil apa-apa dalam sehingga aku tidak bisa menangkap perumpamaan
apa yang ingin disampaikan Cook dengan daun merah
tersebut. Ending
yang Menghancurkan Semuanya Yang jelas Thomas Cook sangat piawai
menjalin konflik demi konflik yang kadang dibalut dengan kalimat-kalimat
puitis. Dia juga pandai menjaga emosi dan rasa penasaran pembaca.
Kepingan-kepingan puzzle dia letakkan satu demi satu
dengan sabar. Semua kepingan itu baru akan membentuk gambaran lengkap setelah
kita membaca lembar terakhir. Dan ketika susunan kepingan puzzle tentang misteri hilangnya Amy
telah ia tata di hadapan pembaca, di bab terakhir Thomas
Cook malah memporak-porandakan
semuanya. Ia menyajikan gambar baru yang sama sekali berbeda sebagai ending. Ending yang mengejutkan
dan menghancurkan. Setelah membaca endingnya dan tahu bentuk utuh dari puzzle
yang sebenarnya, kisah ini akan menjadi jauh berbeda saat sekilas aku coba
membacanya kembali. Sangat getir dan kelam. ================= Bacayo.NET - Segalanya tentang buku =================
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|
Title: ah,gila

